Sukses

Ini Tanda Si Kecil Terserang Tuberkulosis

Meski bakteri penyebabnya sama, tapi tuberkulosis pada anak dan dewasa berbeda. Kenali tanda si Kecil terserang tuberkulosis di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang bisa menyerang segala usia, termasuk anak-anak, apalagi karena anak-anak memiliki daya tahan tubuh yang belum sekuat orang dewasa. Meski penyebab tuberkulosis pada anak dan dewasa sama, yaitu bakteri Mycrobacterium tuberculosis, tapi ternyata gejala dan mekanisme tuberkulosis berbeda pada keduanya. Demi bekal pengetahuan orang tua, mari kenali tanda si Kecil terserang tuberkulosis.

Di Indonesia, proporsi kasus TB anak di antara semua kasus TB yang tercatat dalam program TB Kementerian Kesehatan RI hanya 9 persen dari yang diperkirakan 10-15 persen. Pada tingkat kabupaten/kota menunjukkan variasi proporsi yang cukup lebar, yaitu antara 1,2-17,3 persen di tahun 2015.

Salah satu permasalahan TB anak di Indonesia adalah penegakan diagnosis. Sejak tahu  2005, sistem scoring TB anak disosialisasikan dan direkomendasikan sebagai pendekatan diagnosis. Permasalahannya, tidak semua fasilitas kesehatan masyarakat (fasyankes) di Indonesia memiliki fasilitas uji tuberkulin dan pemeriksaan foto toraks yang merupakan dua parameter yang ada di sistem skroring. Akibatnya, di fasyankes dengan akses dan fasilitas terbatas banyak dijumpai underdiagnosis TB anak.

Alasan lain kenapa mengapa sulit untuk diagnosis TB pada anak adalah karena gejalanya sering tidak diketahui. Akibatnya kasus akhirnya terlambat ditangani atau bisa juga terjadi kesalahan dalam penanganan.

Untuk menghindari kondisi tersebut, yuk kenali tanda si Kecil terkena tuberkulosis.

1. Batuk yang tak kunjung sembuh

Inilah gejala awal yang harus pertama kali Anda perhatikan. Ingatlah kapan si Kecil mulai batuk-batuk dan sudah berapa lama gejala itu berlangsung. Apakah sudah lebih dari 2 minggu? Bila ya, lebih baik segera membawanya ke dokter.

“Beberapa pemeriksaan yang direkomendasikan dokter adalah foto rontgen paru, tes dahak, dan tes mantoux atau menguji reaksi pada kulit dengan menyuntikkan sedikit komponen kuman tuberkulosis” jelas dr. Atika dari KlikDokter.

2. Batuk berdarah

Selain batuk yang cenderung keras dan tak kunjung sembuh, perhatikan “keluaran” dari batuknya. Bila ada darah, itu berarti ada yang tidak beres dengan organ parunya dan tak menutup kemungkinan bahwa anak Anda terkena tuberkulosis.

Dalam istilah medis, batuk berdarah disebut dengan hemoptisis. Hal ini bisa terjadi karena adanya pembuluh darah di sekitar kavitas (lubang) yang pecah karena serangan kuman tuberkulosis. Sementara itu, gejala ini umumnya disertai demam, nyeri dada, dan sesak napas. Bila dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa mengancam jiwa anak Anda.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Berat badan menurun

Jika kondisi tubuh si Kecil kian hari semakin kurus, waspadalah. Sebab, tuberkulosis juga bisa menyebabkan anak kehilangan nafsu makan. Ironisnya, tubuh membutuhkan banyak asupan bergizi supaya imunitas meningkat dan mampu melawan serangan kuman. Nah, dengan nafsu makan yang menurun drastis, proses pemulihan sulit diwujudkan, apalagi terkadang keinginan untuk makan jadi hilang karena disela oleh batuk yang terus-menerus.

4. Mudah lelah dan nyeri dada

Tak cuma penyakit jantung yang bisa menimbulkan rasa cepat lelah dan nyeri di dada, begitu juga TB. Hal ini disebabkan oleh kemampuan atau fungsi paru yang terganggu oleh peradangan selaput paru (pleura). Nah, bila anak Anda yang tadinya aktif menjadi tidak bersemangat, mudah lelah, dan saat batuk ia turut memegang dadanya untuk menahan rasa nyeri, bisa jadi ia terkena tuberkulosis.

5. Berkeringat pada malam hari

Biasanya, keringat akan muncul apabila anak habis bermain atau melakukan aktivitas fisik. Jika anak berkeringat pada malam hari padahal ia tidak melakukan aktivitas fisik yang melelahkan (ditambah ia mudah lelah dan tak bersemangat), ini menunjukkan adanya gangguan kesehatan yang wajib diberi atensi.

6. Demam meriang lebih dari 1 bulan

Demam meriang sering dianggap sebagai gejala masuk angin biasa. Padahal, demam meriang yang tak kunjung hilang juga meruapakan indikasi anak terkena TB. Oleh sebab itu, segera periksakan anak ke dokteri jika ia mengalami demam meriang yang tak berkesudahan.

Pengobatan tuberkulosis pada anak

Bila benar anak Anda terkena TB, umumnya dokter akan memberikan obat anti tuberkulosis (OAT) selama 6 bulan yang harus diminum tiap hari secara teratur. Di sinilah Anda harus memantau kedisiplinan pengobatan, karena jika tidak, maka dapat menyebabkan kekebalan atau resistensi pada kuman. Kalau ini terjadi, OAT menjadi tak ampuh lagi, bahkan bisa memperparah sekaligus penyebaran kuman TB ke organ lain selain paru.

Karena gejalanya seling disalahartikan dengan penyakit lain, oleh karena itu penting bagi orang tua untuk mengenali tanda si Kecil terserang tuberkulosis agar bisa segera dibawa ke dokter dan ditangani secara cepat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar