Sukses

Olahraga yang Aman untuk Ibu Menyusui

Olahraga memiliki banyak manfaat untuk ibu menyusui. Yuk, intip olahraga yang aman selama Anda menyusui.

Klikdokter.com, Jakarta Usai persalinan, banyak ibu ingin segera menurunkan berat badan, mengecilkan lingkar perut, dan mendapatkan tubuh idealnya kembali. Olahraga adalah salah satu cara untuk mencapainya. Namun, apakah olahraga aman untuk dilakukan oleh ibu menyusui dan tak mengganggu produksi ASI?

Manfaat olahraga bagi ibu menyusui

Berita baiknya, olahraga boleh dilakukan oleh ibu menyusui. Berbagai studi yang dilakukan membuktikan bahwa olahraga dengan intensitas sedang tidak akan memengaruhi produksi maupun komposisi ASI. Pertumbuhan bayi pun tidak akan terganggu bila ibu menyusui melakukan aktivitas fisik.

Lebih jauh lagi, olahraga mendatangkan banyak manfaat, diantaranya:

  • Meningkatkan kapasitas jantung dan paru.
  • Meningkatkan respon hormon insulin sehingga mencegah penyakit gula.
  • Meningkatkan kekuatan otot dan tulang.
  • Menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan stamina.
  • Membantu menurunkan berat badan.
  • Menciptakan perasaan senang dan nyaman, karena efek endorfin yang dikeluarkan saat olahraga.
1 dari 2 halaman

Pilihan olahraga yang aman saat menyusui

Pada dasarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai jenis olahraga yang dapat dilakukan oleh ibu menyusui. Namun, bagi Anda yang masih bingung, beberapa jenis olahraga berikut cukup aman untuk dilakukan di masa menyusui:

  • Latihan otot dasar panggul

Penambahan berat badan, hormon, dan proses persalinan membuat otot dasar panggul para ibu menyusui mengendur. Hal ini dapat menyebabkan inkontinensia urine dan inkontinensia alvi, yakni kesulitan menahan buang air kecil atau buang air besar.

Untuk mengatasinya, perlu dilakukan latihan otot dasar panggul. Latihan ini bisa dilakukan sejak beberapa hari atau beberapa minggu setelah melahirkan. Senam kegel adalah salah satu cara sederhana tetapi efektif untuk mengencangkan otot-otot dasar panggul.

Untuk melakukannya, Anda dapat mengencangkan otot dasar panggul Anda, tahan selama 5 detik, kemudian lakukan relaksasi. Karena yang dilatih adalah otot panggul, Anda tidak perlu menekuk otot perut dan paha untuk berkontraksi. Lakukan latihan ini tiga kali dalam sehari, dengan 10 kali pengulangan.

  • Olahraga aerobik

Setelah fisik Anda semakin kuat, lakukanlah latihan aerobik yang dapat membakar kalori dan menambah stamina. Tak perlu langsung mulai dengan senam aerobik yang berat, Anda dapat mengawalinya dengan latihan aerobik intensitas ringan seperti berjalan, renang, dan bersepeda.

Tak punya cukup waktu untuk melakukannya? Anda bisa lakukan aerobik dengan berkeliling di area sekitar rumah sambil mendorong kereta bayi (stroller) di pagi atau sore hari.

  • Angkat beban sederhana

Bila tubuh sudah mulai beradaptasi dengan ritme aktivitas fisik, Anda boleh melakukan olahraga angkat beban. Latihan ini berguna untuk menguatkan otot-otot Anda.

Mulailah dengan otot-otot anggota tubuh bagian atas seperti lengan atas dan bawah, lalu kemudian anggota tubuh bagian bawah, yaitu paha dan tungkai bawah. Anda dapat melakukan olahraga ini di rumah, menggunakan beban yang ringan, dengan pengulangan sebanyak 10-15 kali setiap gerakannya.

Demi kenyamanan saat berolahraga, gunakan pakaian yang mendukung, agar Anda leluasa melakukan aktivitas fisik. Anda dapat menyusui si Kecil atau memompa ASI terlebih dahulu sebelum olahraga untuk menghindari pembengkakan payudara saat olahraga.

Sebelum kembali menyusui bayi, sebaiknya Anda mandi atau membersihkan payudara terlebih dahulu. Karena keringat yang mungkin menempel di kulit akan mengganggu bayi saat menyusu. Jangan lupa juga sediakan air putih di dekat Anda selama berolahraga untuk menghindari dehidrasi (kekurangan cairan).

Menyusui seharusnya tidak menjadi hambatan untuk tetap aktif. Selama jenis dan intensitasnya tepat, olahraga tidak akan membuat produksi ASI pada ibu menyusui menurun, dan justru membawa banyak manfaat bagi ibu dan bayi.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar