Sukses

Mengenal Seluk-beluk Penyakit Rabies

Tanggal 28 September merupakan Hari Rabies Sedunia. Yuk, kenal lebih dekat dengan penyakit rabies dan segala yang ada di baliknya.

Klikdokter.com, Jakarta World Rabies Day atau Hari Rabies Sedunia diperingati setiap tanggal 28 September setiap tahun. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit rabies, serta membeberkan segala upaya yang terus dilakukan hingga saat ini untuk mencegah penyakit berbahaya tersebut.

Tema yang diangkat untuk Hari Rabies Sedunia pada tahun 2018 adalah Rabies: Share the Message, Save a Life. Yang artinya, Rabies: Sebarkan Informasinya dan Lindungi Nyawa. Tema ini menunjukkan pentingnya menyediakan informasi mengenai cara penularan, serta tanda dan gejala dari rabies.

Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya pemberian informasi seputar rabies kepada masyarakat, di antaranya:

  • Di tingkat pemerintahan: membuat kebijakan untuk berkomitmen memberantas rabies.
  • Di tingkat komunitas: menggerakkan masyarakat untuk memvaksinasi anjing peliharaan serta mencari penanganan untuk luka gigitan.
  • Di tingkat rumah tangga dan sekolah: membagikan brosur mengenai rabies di lingkungan tempat tinggal serta memberikan edukasi pencegahan gigitan anjing bagi anak-anak di sekolah.

Mengenal rabies lebih dekat

Rabies merupakan infeksi virus berbahaya yang dapat ditularkan dari air liur hewan yang terinfeksi. Virus rabies umumnya ditransmisikan melalui gigitan. Pada beberapa kasus, rabies dapat ditularkan saat air liur yang terinfeksi terpapar ke luka terbuka atau membran mukosa―seperti mata atau mulut. Di Asia Tenggara, salah satu hewan yang paling sering menyebarkan penyakit rabies ke manusia adalah anjing liar.

Sama halnya dengan infeksi virus lain, tanda dan gejala yang timbul akibat rabies memiliki dampak yang fatal. Tanda dan gejala awal dari rabies dapat menyerupai flu dan berlangsung selama beberapa hari. Setelahnya, tanda dan gejala yang dapat timbul adalah:

  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Rasa mual
  • Muntah
  • Agitasi
  • Ansietas
  • Kebingungan
  • Hiperaktivitas
  • Kesulitan menelan
  • Produksi air liur yang berlebih
  • Rasa takut akan air (hidrofobia) karena kesulitan menelan
  • Halusinasi
  • Insomnia
  • Paralisis parsial.

Apabila Anda mengalami gejala di atas, jangan tunda untuk berobat ke dokter. Hal ini bertujuan agar Anda bisa mendapatkan rangkaian pengobatan untuk membantu mencegah virus rabies semakin menyebar di dalam tubuh. Suntikan yang diberikan dapat mencakup imunoglobulin rabies, serta vaksin rabies serial agar tubuh bisa mengidentifikasi dan melawan virus berbahaya tersebut.

Lalu, bagaimana cara mencegah risiko tertular rabies? Salah satu tips yang dapat diterapkan oleh pemilik hewan peliharaan seperti anjing adalah dengan memberikan vaksinasi yang sesuai dengan rekomendasi dari dokter hewan.

Selain itu, sebagai upaya mencegah infeksi virus rabies, Anda juga sebaiknya menghindari untuk mendekati hewan liar, lindungi hewan peliharaan dari predator, dan diskusikan dengan dokter sebelum berkunjung ke negara endemis rabies.

Jangan anggap sepele rabies. Sebab, ribuan individu di seluruh dunia meninggal akibat penyakit ini setiap harinya. Atas dasar itu, jadikan Hari Rabies Sedunia sebagai kesempatan bagi Anda untuk membantu mengendalikan dan mencegah penyebaran penyakit mematikan ini.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar