Sukses

6 Penyebab Badan Lemas yang Jarang Diketahui

Tak sedang galau tapi sering mengalami badan lemas, lesu, dan lunglai? Bisa jadi Anda sedang berhadapan dengan 6 kondisi medis berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki badan yang sehat dan bugar merupakan hal yang membahagiakan. Ini karena kondisi badan yang demikian membuat beragam aktivitas lebih mudah dilakukan. Beda halnya jika Anda selalu mengalami badan lemas, melakukan aktivitas sederhana saja pasti terasa menyulitkan.

Tidak dimungkiri, badan lemas memang menjadi salah satu penghambat aktivitas. Bahkan, bila terjadi secara berkelanjutan, kualitas hidup Anda juga bisa mengalami gangguan yang berarti.

Penyebab badan lemas

Terdapat beberapa penyebab badan lemas yang mungkin belum Anda ketahui. Berikut beberapa di antaranya:

1. Anemia

Saat Anda berobat ke klinik dan mengeluh badan lemas sepanjang waktu, hal pertama yang akan dilontarkan oleh dokter mungkin anemia alias kurang darah. Pasalnya, gangguan kesehatan ini bisa dengan mudah dicek dengan tes darah.

Dilansir dari Reader’s Digest, anemia merupakan kondisi saat darah Anda tidak membawa cukup oksigen ke seluruh tubuh akibat kekurangan zat besi. Biasanya, keluhan badan lemas yang terjadi akibat anemia akan dilengkapi dengan rasa dingin, pusing, mudah tersinggung, dan sakit kepala.

2. Gangguan tiroid

Tiroid merupakan kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terdapat di daerah leher dan menghasilkan hormon tiroid.

“Tak banyak yang tahu bahwa hormon ini memiliki peran yang esensial dalam tubuh manusia,” jelas dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.  

Kelenjar tersebut bisa terkena dua masalah, yaitu hipertiroid (kebanyakan memproduksi hormon tiroid), dan hipotiroid (kekurangan produksi hormon tiroid). Nah, kalau Anda sering mengalami badan lemas, ada kemungkinan bahwa yang terjadi adalah hipotiroid. Apalagi bila gejalanya disertai dengan kulit kering, sering mengantuk, tidak tahan terhadap suhu dingin, dan adanya kenaikan berat badan.

3. Masalah gula darah

Kadar gula darah tinggi dapat mengganggu sirkulasi darah, sehingga sel-sel tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi secara memadai. Peradangan kronis pun bisa terjadi karena hal tersebut. Alhasil, badan Anda menjadi lemas tak bertenaga.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Gangguan jantung

Saat jantung bermasalah, organ tersebut tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan darah. Sedikitnya darah yang ada pada otot-otot tubuh menyebabkan terjadinya badan lemas, sekalipun Anda hanya melakukan aktivitas sepele.

Bila ada darah yang tertahan di pembuluh darah dan menjauh dari paru-paru, Anda bisa kehilangan napas secara tiba-tiba. Hal ini tentu sangat mengganggu bila terjadi di waktu tidur, karena bisa mengacaukan kualitas istirahat.

5. Masalah usus

Bila Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan olahan, sel-sel usus dapat menjadi lebih longgar dan protein yang seharusnya tidak bocor malah merembes ke dalam aliran darah. Keadaan ini bisa memicu terjadinya peradangan yang bisa bermanifestasi sebagai kembung, sakit kepala, obesitas, hingga badan lemas terus-menerus.

Begitu pula bila Anda memiliki alergi atau sensitivitas terhadap beberapa jenis makanan, misalnya saja gandum atau susu. Gejala yang ditimbulkan bisa berupa kelelahan, munculnya ruam-ruam, dan kembung.

6. Sleep apnea

Penasaran mengapa seseorang bisa tidur sambil mendengkur? Itu karena tenggorokan mulai menutup saat tidur, sehingga Anda tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Saat kekurangan oksigen, otak tidak akan membiarkan Anda mati dengan cara membangunkan Anda secara tiba-tiba. Itulah mengapa orang yang mengalami sleep apnea sering sekali terbangun saat mereka tidur. Peristiwa ini bisa menyebabkan badan lemas, letih, lesu, lunglai saat penderita sleep apnea membuka matanya di pagi hari.

Dari beberapa keadaan di atas, adakah yang dicurigai sebagai penyebab badan lemas yang Anda alami? Bila ada, segera lakukan pemeriksaan ke dokter sebelum terlambat. Ingat, badan lemas yang terjadi secara terus-menerus bisa sangat menganggu aktivitas bahkan hingga menurunkan kualitas hidup. Anda tak ingin berakhir pada kondisi seperti itu, bukan?

[NB/ RVS]

3 Komentar