Sukses

Ini yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Kleptomania

Kleptomania bisa terjadi tanpa disadari orang yang menderitanya. Kenali fakta medisnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Punya kebiasaan mengutil dan mengambil barang tanpa sepengetahuan orang lain? Merasa tersiksa ketika tidak melakukan ini dalam beberapa waktu saja? Jangan-jangan Anda sedang mengalami kleptomania!

Secara garis besar, kleptomania adalah kondisi dimana seorang individu memiliki dorongan untuk mencuri objek atau benda yang belum tentu dibutuhkannya. Terkadang, objek tersebut bukan hal yang dia inginkan, sehingga sering diberikan kepada orang lain atau dibuang begitu saja.

Berbeda dengan mencuri, kleptomania dilakukan oleh sang pengidap demi memenuhi hasratnya mengambil barang orang lain. Hal ini dijelaskan oleh dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter.

“Setelah mengambil barang, seorang kleptomania akan merasa senang atau lega. Namun, pencurian yang dilakukan pada dasarnya bukan untuk mengekspresikan amarah atau balas dendam, serta tidak berhubungan dengan halusinasi atau gangguan panik,” ujar dr. Nitish.

Salah satu ciri khas pengidap kleptomania yaitu timbulnya dorongan untuk mencuri yang tidak dapat dikendalikan. Selain itu, tindakan pencurian sering terjadi tanpa perencanaan. Jadi, perbedaan antara kleptomania dan tindak pencurian lainnya yaitu kleptomania mencuri bukan karena faktor kesulitan ekonomi.

Kenali penyebab kleptomania

Berdasarkan diagnosis yang dilakukan oleh American Psychiatric Association, kleptomania ditandai dengan ketidakmampuan untuk menahan keinginan mencuri. Orang-orang dengan kondisi tersebut mengalami kegelisahan tak tertahankan, hingga akhirnya mencuri demi membenamkan hasrat tersebut.

Kadang-kadang seorang individu dengan kleptomania akan menyimpan barang-barang hasil curiannya di suatu tempat, dan sering kali tidak pernah dilihat atau digunakan. Ia bisa memberikan barang itu pada teman, keluarga, atau bahkan dibalikkan ke tempat semula.

Episode pencurian biasanya juga tidak melibatkan perencanaan yang rumit alias sering terjadi secara spontan. Pengidap kleptomania tak akan pandang bulu untuk melakukan pencurian, sekalipun itu adalah tempat umum seperti pusat perbelanjaan.

Intensitas dorongannya pun dapat bervariasi. Pengidap kleptomania mampu menghindari melakukan pencurian ketika kondisi sekitar tidak memungkinkan. Misalnya saat petugas toko terlihat sedang siaga atau pihak keamanan sedang berada di dekatnya.

Kleptomania terjadi begitu saja, meski sering kali ia muncul bersamaan dengan kondisi lain. Orang dengan kondisi ini mungkin rentan terhadap penggunaan zat penenang, gangguan kecemasan, serta gangguan lain yang terkait dengan kontrol impuls (rangsangan untuk melakukan sesuatu tanpa pertimbangan).

“Terkait penyebabnya, para pakar masih mencoba meneliti pemicu kleptomania. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan jiwa seperti gangguan kepribadian, cemas, bipolar, gangguan pengendalian impuls, atau depresi,” kata dr. Nitish.

Pengobatan pada pengidap kleptomania

Sebuah penelitian menemukan bahwa 59 persen dari individu dengan kleptomania mengalami gangguan afektif di beberapa titik dalam kehidupan mereka. Untuk mendiagnosis kleptomania, pertama-tama harus diketahui bagaimana kondisi kejiwaannya sekarang, apakah ada gangguan mental lainnya yang sedang dialami.

Dorongan untuk mencuri pada orang dengan kleptomania dapat hilang dan timbul secara tidak menentu. Selain itu, seseorang dengan kleptomania dapat mengalami intensitas yang makin tinggi atau rendah dari dorongan tersebut seiring dengan berjalannya waktu.

Menurut dr. Nitish, Anda yang mengalami gejala serupa dengan kondisi ini disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kesehatan jiwa. Tindakan yang akan diberikan untuk mengatasi kleptomania biasanya merupakan gabungan dari pengobatan dan psikoterapi.

“Dokter yang menangani individu dengan kleptomania dapat meresepkan obat. Biasanya dokter juga akan melakukan psikoterapi atau konseling yang dapat mencakup terapi modifikasi perilaku, terapi psikodinamik, atau beberapa jenis terapi lainnya,” tutur dr. Nitish.

Jika Anda mengalami ciri-ciri seperti yang telah disebutkan di atas, segera atasi kebiasaan mengutil barang alias kleptomania tersebut. Jika dirasa perlu, Anda bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar