Sukses

Mengapa Masih Ingin Makan Meski Sudah Kenyang?

Bagi beberapa orang, rasa kenyang tak menghalangi keinginan untuk makan lagi dan lagi. Apakah Anda salah satu yang seperti ini?

Klikdokter.com, Jakarta Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa berhentilah makan sebelum kenyang. Namun rasanya, pepatah tersebut seperti sudah terlupakan dan tak berlaku lagi di masa ini. Pasalnya, tak sedikit orang yang masih terus makan meski dirinya sudah kenyang. Anda salah satunya?

Hasrat masih ingin makan meski sudah kenyang sebenarnya dapat dijelaskan secara medis. Kondisi ini terkait dengan sistem pencernaan dan kondisi otak dalam merespons kebutuhan asupan tubuh.

Hasrat makan berlebih

Sebuah studi menemukan bahwa respons tubuh yang ingin terus makan meski sudah kenyang melibatkan peran serta dua kelompok sel otak yang berdekatan. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences ini menemukan bahwa sinyal kenyang yang dikirim dari otak tidak cukup kuat untuk bekerja melawan dorongan makan, khususnya jika ada masalah tertentu pada tubuh.

Bukannya nikmat dan sehat, kebiasaan makan berlebih yang dilakukan secara berkelanjutan bisa membuat pelakunya berisiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Berdasarkan data yang ada, obesitas atau kelebihan berat badan adalah masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari 39 persen orang dewasa di dunia mengalami kelebihan berat badan dan 13 persen di antaranya mengalami obesitas. Angka tersebut patut menjadi sorotan, mengingat obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, diabetes mellitus, serangan jantung, stroke, bahkan kanker.

1 dari 2 halaman

Mencegah hasrat makan berlebih

Agar tak berujung pada obesitas atau kelebihan berat badan, Anda yang punya kebiasaan makan berlebih harus melakukan tindakan. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, berikut beberapa makanan yang bisa Anda konsumsi sebagai upaya mencegah makan berlebih:

  • Alpukat

Alpukat merupakan buah yang kaya akan serat dan lemak tak jenuh tunggal (lemak baik). Buah ini juga memiliki kandungan protein, sehingga dapat membuat perut kenyang lebih lama dan membuat Anda tak mudah lapar.

  • Telur

Sebuah penelitian yang diterbitkan di International Journal of Obesity menyebutkan bahwa konsumsi dua butir telur di pagi hari membuat Anda mampu menahan rasa lapar hingga siang hari.

Penelitian tersebut juga menemukan adanya penurunan hormon ghrelin pada orang yang mengonsumsi dua telur di pagi hari. Ghrelin adalah hormon yang dapat menstimulasi otak untuk memberikan rasa lapar.

  • Kacang-kacangan

Kacang-kacangan (kacang polong, lentil, dan lainnya) sangat kaya akan serat, protein, antioksidan, vitamin B, dan besi. Menambahkan kacang-kacangan dalam menu makan akan memberikan efek mengenyangkan.

Di samping itu, dr. Vita juga mengatakan bahwa Anda sebaiknya berhenti makan sebelum merasa kenyang. Lewat metode ini, tubuh Anda tak akan terjebak dalam kondisi makan secara berlebihan.

“Pada kondisi lapar, secara insting, seseorang akan terus makan dan perlu waktu sekitar 20 menit untuk menyadari bahwa kapasitas pencernaan sudah penuh. Begitu pula, membiasakan diri untuk berhenti sebelum kenyang, akan meringankan beban organ pencernaan untuk bekerja lebih ringan,” kata dr. Vita.

Jadi, mulai saat ini mulailah untuk mengurangi kebiasaan makan berlebih meski sudah kenyang yang mungkin sering Anda lakukan di waktu lalu. Lakukan upaya tersebut secara bertahap, agar tubuh Anda bisa menyesuaikan dengan perubahan yang Anda lakukan. Dengan begini, obesitas dan masalah kesehatan yang ada di baliknya tak akan terjadi pada diri Anda.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar