Sukses

Anda Sering Batuk? Waspada Tuberkulosis

Batuk tak kunjung sembuh? Jangan disepelekan, bisa jadi Anda terkena tuberkulosis! Berikut ini adalah gejala yang harus Anda waspadai.

Klikdokter.com, Jakarta dunia, yakni flu. Sering batuk kadang dianggap sebagai gejala flu biasa, sehingga batuk yang tak berkesudahan tersebut sering Anda biarkan begitu saja. Padahal, bisa jadi batuk yang tak kunjung sembuh menandakan Anda terjangkit penyakit yang lebih serius, yaitu tuberkulosis atau TBC.

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, tuberkulosis merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Diperkirakan ada 10,4 juta warga dunia yang terkena tuberkulosis pada tahun 2015, dan 1,8 juta-nya dinyatakan meninggal dunia. Tuberkulosis rupanya tak cuma menyerang paru, tetapi organ dalam lainnya. Namun, organ parulah yang paling sering menjadi tempat infeksi dan paling parah terkena dampaknya, karena paru menjadi tempat utama masuknya kuman melalui udara ke dalam tubuh.

Apa bedanya batuk tuberkulosis dan batuk flu?

Supaya Anda tidak lagi menyepelekan batuk, Anda perlu mengenali mana jenis batuk yang merupakan gejala dari flu atau batuk yang menandakan tuberkulosis.

Batuk flu termasuk jenis batuk akut. Batuk akut itu sendiri berlangsung kurang dari 2 minggu serta terjadi dalam satu episode. Umumnya, batuk pada flu juga disertai dengan gajala lain, seperti pilek dan demam.

Batuk tuberkulosis berbeda, yang termasuk jenis batuk kronis yang berlangsung lebih 2 minggu, atau terjadi dalam tiga episode selama 3 bulan berturut-turut. Meskipun sama-sama bisa menimbulkan demam, gejala batuk pada tuberkulosis umumnya disertai dengan:

  • Berat badan dan nafsu makan menurun
  • Berkeringat pada malam hari
  • Mudah lelah dan lemas
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Saat batuk, keluar dahak yang mengandung darah
1 dari 2 halaman

Jangan sepelekan etika batuk

Jika Anda mengalami batuk lebih dari 2 minggu dan mendapati gejala-gejala yang disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter sebelum terlambat. Selain itu, meski Anda belum “resmi” terdiagnosis tuberkulosis, tapi penting untuk tahu etika batuk supaya Anda tidak menularkannya ke orang lain saat di perjalanan atau saat menunggu dokter. Caranya: gunakan masker! Bila masker Anda telah terkena cairan atau lendir Anda sendiri, ganti dengan masker baru.

Hindari berkontak langsung dengan orang lain, khususnya anak-anak, karena daya tahan tubuh atau imunitas yang dimiliki oleh anak-anak belum sebaik orang dewasa. Saat keinginan batuk tidak bisa ditahan lagi, gunakanlah bagian dalam siku tangan untuk menutup mulut atau gunakan tisu sekali pakai dan langsung buang ke tempat sampah menggunakan kantong plastik tertutup.

Jika benar Anda terkena tuberkulosis, apa yang harus dilakukan?

Sesudah memeriksakan diri ke dokter dan benar Anda dinyatakan mengidap tuberkulosis, yang Anda harus lakukan adalah sebisa mungkin tetap di rumah dan rehat sejenak dari pekerjaan, sekolah, atau aktivitas lainnya. Selama mengistirahatkan diri, usahakan agar orang-orang lain di sekitar Anda tidak ikut tertular. Pastikan juga tempat Anda beristirahat memiliki ventilasi yang baik dan terjaga kebersihannya.

Dikatakan oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter, penderita tuberkulosis harus disiplin pada pengobatannya, menjaga daya tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup, serta jangan berputus asa. Gunanya, tuberkulosis tidak kambuh kembali. Tetap semangat untuk sembuh karena pengobatan tidak akan efektif jika Anda putus asa.

Selain tuberkulosis, gejala sering batuk juga bisa menandakan adanya penyakit lain, seperti bronchitis akut, pertusis, GERD, asma, dan alergi. Nah, agar Anda terhindar dari batuk, realisasikan konsep rumah sehat. Di samping itu hindari kebiasaan merokok dan berusahalah agar tidak terpapar asap rokok. Bagi Anda yang sakit, kenakan masker, serta terapkan pola makan sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika ini semua dilakukan, niscaya Anda pun bisa terhindar dari berbagai infeksi penyakit!

[RN/ RVS]

1 Komentar