Sukses

Sering Sesak Napas? Hati-hati, Gejala Hipertensi Paru!

Hipertensi paru mungkin tidak sepopuler hipertensi biasa. Gejalanya terkadang tidak terdeteksi, karena mirip dengan sesak napas biasa.

Klikdokter.com, Jakarta Pada Senin (24/9) lalu, Yayasan Hipertensi Paru Indonesia (YHPI) menggelar diskusi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit hipertensi paru di Indonesia. Sebab, sebagian besar orang terlambat mengetahui diagnosis dikarenakan gejala yang mirip sesak napas saat kelelahan atau asma.

Penyakit hipertensi paru atau pulmonary hypertension adalah kondisi tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru yang terhubung ke jantung. Karena masuk dalam kategori penyakit kronis, maka hipertensi paru membutuhkan pengobatan sesegera mungkin setelah diagnosis.

Kenali gejala hipertensi paru

Data yang diperoleh dari badan kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa 8 dari 1.000 orang terbukti mengalami hipertensi paru. Umumnya penyakit ini disebabkan oleh Penyakit Jantung Bawaan (PJB), autoimun, HIV dan perkawinan sedarah.

Beberapa kasus penyakit ini menyatakan bahwa pasien yang terkena hipertensi paru sering kali tidak terlihat seperti orang sakit. Hal ini pun disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, SpJP (K), FAsCC, FAPSC, FACC, selaku ahli hipertensi paru dari RS Harapan Kita.

“Biasanya, saat orang memiliki hipertensi paru, ia akan mengalami sesak napas, cepat merasa lelah, pusing, nyeri dada, bengkak pada kedua kaki, hingga perut membesar,” terangnya saat ditemui di Raffless Hotel, Jakarta Selatan.

Karena gejala yang mirip dengan sesak napas biasa inilah yang akhirnya membuat penyakit hipertensi paru menjadi salah satu penyakit mematikan yang harus diwaspadai sejak dini.

Bukan sesak napas biasa

Meskipun sesak napas pada penderita hipertensi paru terlihat seperti sesak napas biasa, dijelaskan kemudian oleh Prof. Dr. dr. Bambang ada cara lain yang bisa Anda coba lakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya hipertensi paru.

“Anda dapat mengukur jarak tempuh. Pada kondisi orang normal, biasanya mampu berjalan sejauh 300 meter dalam durasi maksimal 6 menit. Namun, seseorang yang memiliki penyakit hipertensi paru biasanya hanya mampu meraih 100 meter untuk durasi waktu yang sama,” ucapnya.

Selain itu, gejala sesak napas yang terjadi pada penderita hipertensi paru biasanya muncul tanpa sebab yang jelas.

Penyakit ini juga berbeda dengan hipertensi pada umumnya yang identik dengan tekanan darah. Oleh sebab itu, pemeriksaan hipertensi paru tidak bisa hanya dilakukan dengan tensimeter, tapi dengan ekokardiografi atau biasa disebut USG jantung.

Pada tahap pemeriksaan awal biasanya dokter akan mengecek irama jantung dengan stetoskop. Jika ditemukan adanya kelainan irama pada jantung, maka dokter akan meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan rekam jantung hingga USG jantung.

Lebih banyak terjadi pada wanita

Hal yang perlu diperhatikan, hipertensi paru lebih banyak ditemukan pada kaum wanita. Jadi, bagi Anda para wanita sebaiknya mulai mawas diri bila sering merasa sesak napas yang muncul tanpa sebab.

 Dijelaskan lebih lanjut oleh Dr. dr. Lucia Kris Dinarti, SpPD, SpJP, yang merupakan ahli hipertensi paru dari RS Sardjito Yogyakarta, tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hipertensi paru adalah dengan mengonsumsi obat-obatan seperti sildenafil, sama seperti kandungan yang biasa ditemukan pada Viagra.

Meski obat ini tidak secanggih obat yang ada di Amerika dan India, setidaknya sildenafil dapat mengurangi munculnya keluhan.

Sesak napas yang muncul karena kelelahan, alergi, atau memang terdapat riwayat asma mungkin masih dapat ditolerir. Tapi, apabila Anda sering mengalami sesak napas tanpa sebab dan tidak mampu berjalan jauh, bisa jadi Anda menderita hipertensi paru. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan tepat.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar