Sukses

Cara Terbaik Kenalkan Kontrasepsi pada Remaja

Mengenalkan alat kontrasepsi merupakan salah satu bentuk pendidikan seks pada remaja. Bagaimana caranya yang tepat? Simak tipsnya di sini.

Rasa keingintahuan remaja terhadap berbagai hal memang sering tak terbendung, tak terkecuali soal seks.

Sayangnya, mereka kerap kali mendapatkan informasi seks bukan dari sumber tepercaya. Di keluarga inti pun berbicara tentang seks dianggap tabu.

Padahal, obrolan seks yang mengedukasi, termasuk soal kontrasepsi, penting agar para remaja tidak tertular penyakit menular seksual dan hamil di luar nikah.

Selain tidak melakukan hubungan seksual di luar nikah, penggunaan alat kontrasepsi menjadi salah satu cara pencegahan agar remaja tidak tertular penyakit menular seksual.

Lalu, bagaimana cara terbaik untuk mengenalkan kontrasepsi pada remaja?

1 dari 4 halaman

1. Bangun Koneksi Dahulu

Pembicaraan mengenai seks, termasuk mengenalkan alat kontrasepsi, kepada anak remaja tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Hal pertama yang harus dilakukan oleh orangtua adalah dekat dengan anak terlebih dulu.

Biasakan untuk mengobrol dengan anak dan mendengarkannya sehingga anak merasa nyaman berbagi perasaan kepada Anda. Setelah itu, barulah mulai komunikasi hal-hal terkait seksualitas.

Artikel Lainnya: Anak Akui Sudah Berhubungan Seks, Apa yang Harus Ortu Lakukan?

Pendidikan seksual pada remaja sebaiknya dimulai sedini mungkin. Informasi ini dapat semakin dalam dan luas dengan semakin bertambahnya usia anak. Misalnya, untuk balita dimulai dengan perkenalan perbedaan bagian tubuh wanita dan laki-laki.

Jika dalam keluarga sudah terbiasa membicarakan hal yang dianggap tabu ini, tidak akan canggung saat membahas topik kontrasepsi dengan anak.

2. Bangun Kondisi Pembelajaran yang Terbuka

Pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja harus bersifat ramah dan komprehensif. Remaja diberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami.

Tidak boleh ada kesan menghakimi. Sebaliknya, Anda sebagai orang dewasa harus memberikan solusi.

Bagaimana jika pengetahuan yang sudah diberikan malah membuat remaja semakin penasaran?

Di sinilah peran orangtua dan orang dewasa di sekitar mengajarkan bagaimana mengambil keputusan seksual dan reproduksi secara bertanggung jawab.

2 dari 4 halaman

3. Ajak Sekolah Turut Terlibat

Sekolah bisa dijadikan sarana pengajaran pendidikan seks remaja. Baik sekali jika pendidikan ini juga dimasukkan dalam kurikulum sekolah.

Pihak sekolah dapat berperan penting dalam menghadirkan narasumber yang tepercaya sekaligus menyenangkan.

Misalnya, saja tenaga medis yang sudah biasa dan tidak canggung dalam memberikan penyuluhan seputar kontrasepsi.

Artikel Lainnya: Anak Temukan Kondom di Rumah, Orang Tua Harus Apa?

4. Manfaatkan Momen Pubertas

Momen pubertas adalah masa di mana remaja mengalami banyak perubahan dalam tubuhnya. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk memberikan edukasi seksual dan kontrasepsi secara lebih dalam.

Anak perlu diberi informasi perubahan apa saja yang terjadi pada tubuhnya, bagaimana dampaknya terhadap kesuburannya, apa saja aktivitas seksual, dan apa saja risikonya.

Selanjutnya baru menuju ke arah alat-alat kontrasepsi, hingga risiko penyakit menular seksual bila tidak mengenakan alat kontrasepsi.

3 dari 4 halaman

5. Jelaskan dan Beri Contoh

Terdapat bermacam alat kontrasepsi, mulai dari kondom, pil KB, IUD, suntik KB, dsb. Secara umum dapat dibahas apa saja macam-macamnya dan bagaimana penggunaannya.

Misalnya, kondom. Jelaskan kalau kondom bermanfaat untuk mencegah kehamilan sekaligus mengurangi risiko infeksi menular seksual.

Narasumber juga dapat membawa kondom sehingga remaja dapat melihat langsung seperti apa alat kontrasepsi ini, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana menggunakannya.

Artikel Lainnya: Mengenal Ciri Anak dengan Orientasi Seksual Berbeda

6. Berikan Kesempatan Anak Bertanya

Apabila antara Anda dan remaja telah terbiasa membicarakan topik seksual secara sederhana dan terbuka, anak pun tidak akan merasa canggung. Mereka bisa berbagi banyak hal dengan Anda.

Pembelajaran mengenai kontrasepsi sebaiknya diakhiri dengan diskusi. Berikan kesempatan kepada remaja untuk bertanya.

Hal ini membantu anak memahami secara jelas juga membantu Anda menilai pemahaman anak akan materi kontrasepsi yang baru dijelaskan.

Bila keterbukaan terhadap pilihan-pilihan sudah Anda contohkan, remaja akan lebih bijaksana dalam memilih karena sudah tahu konsekuensinya.

Dengan mengenalkan pendidikan seksual pada remaja, diharapkan angka penularan penyakit menular seksual bisa turun. Remaja juga bisa lebih bijaksana dalam menjalani berbagai aspek kehidupan, termasuk seksualitasnya.

Dapatkan informasi seputar kesehatan seksual remaja dengan mengunduh aplikasi Klikdokter. Gratis!

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar