Sukses

Bolehkah Penderita Diabetes Konsumsi Kecap Manis?

Penderita diabetes harus mengonsumsi makanan rendah gula. Namun, jika ingin makan kecap manis, apakah diperbolehkan?

Klikdokter.com, Jakarta Menjalankan pola makan sehat adalah satu hal penting yang harus dilakukan penderita diabetes. Mereka dianjurkan untuk membatasi makanan atau minuman manis yang mengandung kadar gula tinggi. Namun, bagaimana dengan kecap manis yang sudah mendarah daging untuk masyarakat Indonesia?

Sebelumnya, Anda perlu tahu bahwa batas asupan gula maksimal penderita diabetes sangat bergantung pada jumlah kalori yang dikonsumsi setiap hari. Jumlahnya juga disesuaikan dengan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi secara keseluruhan per hari.

Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batas konsumsi gula per orang yang disarankan dalam satu hari adalah 50 gram gula, atau setara dengan 4 sendok makan.

Namun bagi penderita diabetes, membatasi asupan gula harian tentu bukan hal mudah mengingat rasa manis berpengaruh besar untuk menambah cita rasa. Pada banyak kesempatan, untuk menambah rasa manis, orang melengkapinya dengan kecap manis. Bahkan, bisa dikatakan kecap manis salah satu bagian dari bumbu khas makanan Indonesia.

1 dari 2 halaman

Waspadai gula dalam kecap manis

Hal ini patut menjadi perhatian para penderita diabetes, karena kecap manis mengandung gula yang berpotensi meningkatkan kadar gula darah. Sebenarnya kecap manis boleh saja dikonsumsi oleh penderita diabetes, tetapi harus tahu batasnya. Jumlah yang dianjurkan sekitar 1-2 sendok makan kecap untuk satu kali makan.

Kabar baiknya, sudah ada produk-produk kecap manis yang rendah gula di pasaran. Kecap manis tersebut sebagian pemanisnya berasal dari daun stevia sehingga tidak memiliki kalori sama sekali. Jadi, para diabetesi tetap bisa memasukkan kecap manis ke dalam makanan sehari-hari.

Selain kecap manis, para penderita diabetes dapat memperoleh rasa manis dari beberapa jenis makanan lainnya. Berikut beberapa makanan tersebut:

  • Buah-buahan

Makanan yang satu ini sudah jelas memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Anda bisa memilih buah-buahan yang memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah, seperti jeruk, anggur, atau apel.

Indeks glikemik adalah pengukuran yang dilakukan pada makanan yang mengandung karbohidrat dan dampaknya terhadap gula darah. Dengan demikian, indeks glikemik akurat untuk menilai seberapa cepat tubuh mengubah karbohidrat yang dikonsumsi menjadi gula.

Supaya lebih menarik dan bervariasi, Anda dapat mengolah buah-buahan menjadi berbagai sajian yang Anda sukai, misalnya salad buah atau smoothies.

  • Granola

Granola menjadi salah satu makanan sehat yang sedang populer. Hal ini berkaitan dengan pola hidup sehat yang semakin gencar dilakukan masyarakat.

Granola sendiri merupakan campuran makanan yang terdiri dari oat, biji-bijian, kacang-kacangan, buah kering, madu, dan bahan-bahan lainnya. Dari segi kandungan gizi, granola merupakan sumber karbohidrat, serat, protein, dan lemak yang sehat. Namun, pastikan Anda memilih granola yang memiliki kandungan gula dan lemak yang rendah.

  • Dark chocolate

Mungkin sebagian besar orang berpikir bahwa cokelat pasti tinggi gula sehingga bikin gemuk. Namun, tidak semua jenis cokelat demikian. Dark chocolate terbukti memiliki indeks glikemik rendah yang tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Selain itu, untuk mendapat manfaat kesehatan lainnya, Anda dapat mencampurkan dark chocolate dengan buah-buahan. Misalnya dalam menu salad buah.

Jadi bagi para penderita diabetes, jangan khawatir! Anda tetap boleh mengonsumsi asupan yang manis, seperti kecap manis. Namun, tentu saja Anda harus membatasi konsumsi gula dan memperhatikan jumlah asupan kalori serta karbohidrat dalam santapan harian. Pastikan juga Anda menjalankan pola makan yang seimbang agar kadar gula darah terkontrol.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar