Sukses

5 Manfaat Serat yang Tak Pernah Anda Duga

Serat tak hanya efektif untuk mengatasi konstipasi atau sembelit, tapi juga menyimpan segudang manfaat sehat yang mungkin tak Anda duga.

Klikdokter.com, Jakarta Dalam dunia medis, studi tentang serat selalu menarik para peneliti. Ini karena daftar manfaat sehat dari serat semakin bertambah seiring semakin banyaknya studi yang dilakukan. Bahkan, tak sedikit peneliti yang baru-baru ini menemukan manfaat serat yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya.

Faktanya, berbagai studi telah membuktikan bahwa serat memiliki banyak manfaat kesehatan yang bersifat tidak langsung. Sebagian besar manfaat tersebut berhubungan dengan koloni bakteri baik di dalam usus Anda.

Ya, serat merupakan prebiotik atau makanan bagi milyaran bakteri baik di dalam usus―yang Anda kenal sebagai probiotik. Adanya serat membuat keseimbangan bakteri dalam usus tetap terjaga, sehingga fungsi saluran cerna dan tubuh secara keseluruhan tetap terjaga dengan baik. Dalam jangka panjang, keseimbangan koloni bakteri baik yang terpelihara akan memberikan manfaat berupa:

  1. Mengatasi penyakit saluran cerna

Bakteri usus mencerna serat melalui proses fermentasi. Hasil samping dari proses tersebut adalah asam lemak rantai pendek (short-chain fatty acid), seperti asetat, proprionat, dan butirat. Ketiganya merupakan makanan utama sel-sel di dalam usus besar.

Oleh sebab itu, konsumsi serat yang cukup setiap hari dapat menurunkan peradangan usus sehingga dapat membantu pemulihan penyakit saluran cerna seperti sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome), penyakit Crohn, dan kolitis ulseratif.

  1. Menurunkan berat badan dan mengatasi obesitas

Adanya serat di dalam usus membuat penyerapan zat gizi melambat, sehingga memicu rasa kenyang. Akibatnya, nafsu makan berkurang dan jumlah kalori yang dikonsumsi pun akan menurun. Maka dari itu, konsumsi serat secara rutin dan dalam jumlah yang tepat dapat membantu menurunkan berat badan.

Terkait itu, studi yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutirition menemukan bahwa penderita obesitas yang rutin mengonsumsi suplemen serat mengalami penurunan berat badan rata-rata sebanyak 2,52 kg.

  1. Menstabilkan kadar gula darah

Studi selama lebih dari tiga dekade menunjukkan bahwa makanan tinggi serat, khususnya serat larut, memiliki indeks glikemik yang rendah. Dalam hal ini, serat larut akan memperlambat penyerapan glukosa sehingga tidak menimbulkan peningkatan kadar gula darah secara tiba-tiba setelah makan.

Tak hanya itu, asam lemak rantai pendek yang dihasilkan dari proses fermentasi serat oleh bakteri usus juga akan memicu produksi hormon-hormon yang membuat kerja insulin lebih efektif. Hasil akhirnya, panel kontrol gula darah, seperti kadar gula darah puasa dan HbA1c, akan membaik.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Menurunkan kadar kolesterol

Kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Serat larut dapat menurunkan penyerapan kolesterol tersebut, dengan cara mengikat asam empedu dan komponen kolesterol yang ada di dalamnya. Ikatan serat–asam empedu–kolesterol tersebut kemudian akan dikeluarkan melalui feses.

Secara angka, efek serat dalam menurunkan kadar kolesterol memang tidak besar, yakni hanya menurunkan kadar kolesterol total sebanyak 1,7 mg/dL dan kadar kolesterol jahat (LDL) sebesar 2,2 mg/dL melalui konsumsi 2–10 gram serat larut per hari.

Meski demikian, para pakar tetap mengganggap penting peran serat terhadap penurunan kadar kolesterol. Ini karena karena sudah banyak studi yang mengonfirmasi bahwa risiko penyakit jantung akan menjadi semakin kecil bila seseorang mengonsumsi serat dalam jumlah cukup setiap hari.

  1. Menurunkan risiko kanker usus besar

Kanker usus besar merupakan penyebab kematian akibat kanker terbanyak nomor tiga di dunia. Kabar baiknya, risiko kanker usus besar bisa diturunkan dengan mengonsumsi makanan tinggi serat.

Lagi-lagi, melalui peran asam lemak rantai pendek, hasil fermentasi serat oleh bakteri usus memiliki efek antiperadangan dan antikanker. Sebagai sumber energi utama sel usus besar, asam lemak rantai pendek yang ada pada serat akan mengoptimalkan dan mengatur gerak usus serta meningkatkan pertahanan dinding usus dari berbagai penyakit, termasuk kanker.

Itulah beberapa manfaat sehat serat yang mungkin belum Anda ketahui sebelumnya. Jika Anda ingin merasakan sendiri manfaat-manfaat tersebut, biasakan untuk makan sayur dan buah setiap hari mulai saat ini. Tetap ingat untuk membatasi jumlahnya agar tidak berlebihan, ya!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar