Sukses

Pil Kontrasepsi untuk Pria, Amankah Dikonsumsi?

Pil kontrasepsi untuk pria masih menjadi perdebatan dan masih dalam tahap penyempurnaan. Tapi, amankah pil itu dikonsumsi?

Klikdokter.com, Jakarta Pertanyaan seputar keamanan pil kontrasepsi untuk pria terus bergulir. Banyak yang menyebut, pria memakai kondom saja sudah cukup aman. Lalu, bagaimana dengan penggunaan pil kontrasepsi untuk pria?

Ternyata, para ilmuwan telah mengumumkan bahwa pil kontrasepsi pria telah dikembangkan secara efektif, aman dan tidak merusak dorongan seks. Secara perdana, obat ini pun berhasil diuji pada 83 pria selama satu bulan.

Padahal, sejauh ini upaya untuk membuat pil sekali minum untuk meniru kontrasepsi wanita yang selama ini ada telah terhenti. Karena nyatanya metabolisme dan proses pembersihan hormon pria terlalu cepat.

Karena penelitian tersebut tidak dilanjutkan, alat kontrasepsi yang dinilai efektif bagi pria tetaplah kondom, dengan harapan perkembangan kontrasepsi jangka panjang dalam bentuk suntikan atau gel yang sedang dikembangkan segera ditemukan.

Penemuan obat baru

Berita baiknya, obat baru telah ditemukan. Obat itu disebut dengan Dimethandrolone Undecanoate atau DMAU, termasuk asam lemak rantai panjang yang memperlambat pembersihan hormon. Kandungan yang ada pun memungkinkan obat ini hanya perlu dikonsumsi sebanyak satu dosis setiap harinya.

Seperti pil kontrasepsi untuk wanita, pil eksperimental ini menggabungkan aktivitas androgen, yakni hormon pria seperti testosteron dan progestin.

Peneliti di University of Washington Medical Center menguji tiga dosis DMAU, yakni 100, 200, dan 400 mg pada 100 pria sehat berusia antara 18 hingga 50 tahun, 83 di antaranya berhasil membantu menyelesaikan penelitian.

Mereka menjadi sasaran pengambilan sampel darah untuk tes hormon dan kolesterol pada hari pertama dan terakhir penelitian. Pada dosis tertinggi DMAU yang diuji, yakni 400 mg, subjek menunjukkan adanya penekanan pada hormon yang memengaruhi tingkat testosteron dan dua hormon yang diperlukan untuk memproduksi sperma.

Hasilnya menunjukkan bahwa pil tersebut hanya berhasil jika diminum bersama makanan.

"Meskipun memiliki kadar testosteron yang rendah, sangat sedikit subjek penelitian yang melaporkan gejala yang konsisten, terkait merasa kekurangan atau kelebihan testosteron," kata Profesor Stephanie Page, peneliti senior pada riset ini.

Hasil yang menjanjikan ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam pengembangan prototipe pil kontrasepsi pria. Akan tetapi, pil ini memiliki efek samping. Semua subjek yang mengonsumsi DMAU mengalami kenaikan berat badan dan penurunan kadar kolesterol baik atau HDL.

Akan tetapi, semua responden telah lulus tes keamanan fungsi tubuh, termasuk pada fungsi hati dan ginjal. Sehingga, efek dari konsumsi pil selama penelitian pun tidak menyebabkan gangguan kesehatan.

"DMAU adalah langkah besar dalam pengembangan pil kontrasepsi pria. Banyak pria mengatakan mereka lebih suka pil harian sebagai alat kontrasepsi, daripada suntikan yang bekerja untuk waktu yang lama atau gel topikal, yang juga dalam perkembangan," kata Profesor Page.

Hasil penelitian ini yang menghasilkan pil DMAU pun memberikan secercah harapan bagi pengembangan pil kontrasepsi pria. Sebab, selain kondom yang pertama kali ditemukan pada tahun 1855, tidak pernah ada alat kontrasepsi pria yang bisa dikonsumsi dalam bentuk pil.

Meski begitu, pengujian menyeluruh terhadap pil kontrasepsi bagi pria tetap harus dilakukan agar terhindar dari akibat lain yang membahayakan.

Pil kontrasepsi wanita sudah ada sejak 70 tahun lalu, berbeda dengan pil kontrasepsi pria yang masih dalam tahap pengembangan. Harapannya, pil KB khusus pria ini segera ditemukan formula yang tepat, sehingga akan sangat membantu bagi kalangan pria yang membutuhkannya.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar