Sukses

4 Gejala Keguguran yang Harus Anda Waspadai

Tingkat kematian janin akibat keguguran cukup tinggi. Kenali gejala keguguran untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Klikdokter.com, Jakarta Kehilangan bayi dalam kandungan yang selama ini dinanti akibat keguguran tentunya akan menyisakan luka dalam. Seperti yang baru saja dialami oleh istri presenter Gilang Dirga, keguguran atau miscarriage berarti terhentinya kehamilan sebelum janin berusia 20 minggu. Karena tingkat kematian janin akibat keguguran cukup tinggi, yaitu 1-2 dari 10 ibu hamil, penting untuk mengetahui gejala keguguran yang harus Anda waspadai.

Kasus keguguran cukup banyak dialami wanita hamil. American College of Obstetricians and Gynecologists  mencatat setidaknya 10-25% kehamilan berujung pada keguguran dan terjadi di 13 minggu pertama usia kandungan. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menunjukkan, persentase keguguran di Indonesia adalah 4 persen pada kelompok wanita pernah kawin usia 10-59 tahun, persentasi kejadian abortus spontan 3,8 persen pada kelompok usia 15-19 tahun, 5,8 persen pada kelompok usia 25-29 tahun, dan 5,7 persen pada kelompok usia 30-34 tahun. Bersarnya kemungkinan keguguran yang terjadi pada wanita usia subuh adalah 10-25 persen.

Gejala keguguran yang perlu ibu hamil waspadai

Beberapa kasus keguguran memang sulit untuk dicegah, misalnya yang disebabkan kelainan genetik sang bayi. Walau demikian, dengan pengetahuan akan gejala-gejala awalnya, keguguran dapat dihindari semaksimal mungkin sehingga kehamilan dapat dipertahankan dengan lebih optimal. Apa saja gejala keguguran yang wajib diwaspadai ibu hamil?

1. Perdarahan dari jalan lahir

Keluarnya flek darah dari jalan lahir memang tidak selalu menandakan keguguran. Terutama pada awal kehamilan, flek ringan dapat menjadi suatu yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, bila flek ini semakin hari semakin banyak jumlahnya, tidak kunjung reda, atau disertai dengan kram perut, ibu hamil wajib waspada. Segera periksakan kondisi kehamilan ke dokter atau bidan agar dapat dipastikan kondisi janin dalam kandungan.

2. Kram perut hebat

Selain flek ringan, kram perut yang masih dapat ditolelir rasa nyerinya juga kerap terjadi saat janin menempel ke dinding rahim. Kram jenis ini umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus dan akan reda dalam beberapa hari asalkan sang ibu cukup beristirahat. Namun, waspadalah karena kram perut juga bisa menjadi salah satu gejala ibu hamil mengalami keguguran.

Kram perut yang menjadi tanda keguguran umumnya memiliki intensitas hebat, tidak mereda meski sudah istirahat, dan disertai gejala lain seperti lemas dan perdarahan. Selain itu, nyeri yang dirasakan hampir terus-menerus, setiap 5-20 menit. Kram jenis ini menandakan rahim sedang berkontraksi, berusaha mengeluarkan sang calon bayi ke luar melalui jalan lahir. Inilah yang wajib diwaspadai.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

3. Nyeri pinggang

Bukan hanya flek dan kram saja yang dapat menjadi tanda seorang ibu hamil sedang terancam keguguran, nyeri pinggang juga bisa menjadi salah satu tanda bahaya. Nyeri pinggang yang dirasakan lebih berat daripada nyeri haid dapat menjadi tanda rongga panggul sedang meregang dan bersiap melepaskan janin ke luar rahim. Jika ibu hamil mengalami kondisi ini, cobalah untuk beristirahat total dan segera kontrol ke dokter atau bidan bila tidak ada perbaikan secara signifikan setelahnya.

4. Keluar gumpalan dari jalan lahir

Karena kerap terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan, keguguran sering kali tidak disadari. Jangankan tahu bahwa seorang wanita mengalami keguguran, bahkan mungkin saja sang ibu sendiri tak pernah tahu kalau dirinya hamil, apalagi pada wanita yang siklus haidnya tidak teratur. Gumpalan menyerupai daging berlendir bisa saja tiba-tiba keluar dari jalan lahir. Hati-hati, gumpalan kecil ini bisa jadi merupakan janin yang tak berhasil dipertahankan oleh dinding rahim.

Memang ibu hamil harus berhati-hati dalam beraktivitas saat sedang hamil. Namun, tak perlu khawatir untuk tetap aktif karena kegiatan harian, aktivitas seksual, dan olahraga ringan. Asalkan aktivitas tersebuti bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan tidak terbukti menjadi faktor pemicu keguguran. Asalkan porsi istirahat tetap cukup dan gaya hidup tetap sehat, senantiasa sehat sepanjang kehamilan bukanlah hal yang tak mungkin dan keguguran pun bisa dihindari semaksimal mungkin.

Keempat gejala dan tanda keguguran di atas bisa menjadi pedoman ibu hamil untuk menjaga kehamilannya tetap sehat hingga waktu persalinan tiba. Kendati sebagian besar kasus keguguran disebabkan oleh kelainan genetik yang tak bisa dicegah, tapi sebagian lainnya tetap bisa dipertahankan, asalkan cepat dikenali dan ditangani oleh tenaga medis.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar