Sukses

Benarkah Alzheimer Bisa Dicegah dengan Vitamin D?

Berdasarkan penelitian, penyakit Alzheimer bisa dicegah dengan vitamin D. Benarkah demikian? Begini fakta medisnya.

Klikdokter.com, Jakarta Alzheimer adalah gejala yang muncul akibat kematian sel-sel saraf otak (apoptosis) secara bersamaan, yang membuat otak tampak mengerut dan mengecil. Kondisi ini menyebabkan terganggunya kinerja pengiriman sinyal di dalam otak. Namun menurut penelitian, penyakit ini bisa disembuhkan dengan asupan vitamin D.

Nama Alzheimer berasal dari Alois Alzheimer, seorang dokter berkebangsaan Jerman yang pertama kali menemukan penyakit tersebut pada tahun 1906. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Alzheimer antara lain:

  • Cedera kepala berat
  • Bertambahnya usia
  • Menopause pada wanita
  • Kekurangan estrogen
  • Kurang berolahraga
  • Penderita diabetes dan hipertensi

“Faktor genetik juga turut berperan pada terjadinya Alzheimer. Dengan kata lain, apabila memiliki anggota keluarga dengan penyakit ini, maka risiko Anda untuk mengalami hal yang sama akan meningkat,” kata dr. Vita.

Sampai saat ini, Alzheimer belum dapat disembuhkan secara total. Penanganan yang bisa dilakukan adalah pemberian obat yang dapat mengurangi gejala dan menghambat perkembangan penyakit seperti levodopa, obat antidepresan, anticemas, antipsikotik, dan lain-lain.

Lantas, bisakah Alzheimer juga diatasi dengan asupan bergizi standar, contohnya vitamin D?

1 dari 2 halaman

Kontribusi vitamin D untuk Alzheimer

Dilansir dari Mayo Clinic, sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang kekurangan vitamin D memiliki risiko tinggi terkena penyakit Alzheimer. Meski masih dalam tahap penelitian, namun keduanya memang terdapat kaitan.

Vitamin D penting untuk metabolisme tulang, penyerapan kalsium dan proses metabolisme lainnya di dalam tubuh. Sebagian besar vitamin D diproduksi di dalam tubuh sebagai respons terhadap paparan sinar matahari dan juga bisa diperoleh dari sumber makanan seperti ikan, susu, sereal sarapan dan jus jeruk. Selain itu, suplemen vitamin D juga banyak tersedia untuk melengkapi kebutuhan vitamin D dalam tubuh Anda.

Mempertahankan kadar vitamin D justru bagus dan mengurangi risiko penyakit lainnya, seperti osteoporosis. Menurut National Institutes of Health, orang dewasa usia 70 dan yang lebih muda membutuhkan 600 international unit (IU) vitamin D setiap hari, sementara lansia di atas 70 tahun membutuhkan 800 IU.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah kekurangan vitamin D memang merupakan faktor risiko penyebab penyakit Alzheimer dan demensia. Selain itu, efektivitas suplemen vitamin D serta paparan sinar matahari pada penurunan risiko Alzheimer juga akan ditelaah lebih jauh.

Mengatasi Alzheimer sejak dini

Penyakit Alzheimer dapat dilihat dari gejala tahap awal yang dialami penderitanya. Menurut dr. Vita, gejala tersebut meliputi:

  1. Gangguan daya ingat

Penderita Alzheimer umumnya mengalami gangguan daya ingat, misalnya sering lupa dengan kejadian yang baru saja terjadi atau menceritakan hal yang sama berulang kali.

Terkadang, penderita juga mengalami disorientasi waktu dan lokasi, tidak ingat kejadian penting, bingung lokasi mereka berada, dan tidak mengetahui jalan pulang.

  1. Sulit dalam kegiatan visuospasial

Orang dengan Alzheimer biasanya akan mengalami kesulitan dalam berhitung, membaca, menentukan jarak atau membedakan warna.

  1. Gangguan berkomunikasi

Penderita Alzheimer mengalami gangguan mengingat kata-kata yang sebelumnya sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Mereka juga sulit berbicara dan memahami percakapan.

  1. Antisosial

Biasanya orang yang memiliki Alzheimer sering menarik diri dari pergaulan dan tidak terlalu semangat untuk berkumpul dengan teman-temannya, karena kurangnya rasa percaya diri dan kesulitan dalam hal komunikasi seperti telah dijelaskan sebelumnya.

  1. Perubahan perilaku dan kepribadian

Suasana hati dan kepribadian penderita Alzheimer mudah berubah. Mereka dapat menjadi sedih, marah, bingung atau bahkan depresi.

“Jika Anda atau anggota keluarga ada yang mengalami berbagai gejala Alzheimer seperti di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan yang optimal,” tutur dr.Vita.

Alzheimer bisa saja dicegah dengan vitamin D, meski Anda tidak dapat bertumpu sepenuhnya pada itu. Bagi Anda yang mempunyai riwayat keluarga penyakit Alzheimer, pencegahan dini dapat dilakukan dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, bergizi dan mengandung omega-3, serta menerapkan pola hidup sehat.

[NP/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar