Sukses

Masuk Musim Hujan, Perlukah Anak Vaksin Influenza?

Influenza sering sekali menyerang anak-anak pada musim hujan. Haruskah anak mendapatkan vaksin influenza?

Klikdokter.com, Jakarta Memasuki musim hujan, beberapa penyakit dapat dengan mudah merebak. Masalah kesehatan yang paling sering menyerang anak-anak adalah flu atau influenza. Tentunya Anda tidak ingin anak terjangkit penyakit ini, kan? Lalu, perlukah anak mendapatkan vaksin influenza untuk mencegahnya?

Flu sering sekali ditemui terlebih ketika musim hujan datang. Ketika periode ini, orang kebanyakan cenderung memilih untuk berada di dalam ruangan dan tidak keluar rumah. Hal inilah yang mempermudah penularan virus influenza pada satu orang dengan yang lainnya.

Nah, vaksinasi influenza dianggap sebagai salah satu perlindungan terbaik untuk mencegah flu saat musim hujan. Tapi, apakah efektif? Dan bagaimana cara vaksin ini bekerja?

Vaksin influenza yang tersedia – sering juga disebut vaksin trivalen – mengandung dua subtipe, yaitu H3N2 dan H1N1 serta virus tipe B. Beberapa minggu setelah vaksinasi, antibodi atau kekebalan tubuh terhadap influenza akan terbentuk. Antibodi ini akan melawan virus apabila suatu waktu terjadi infeksi virus influenza.

Vaksin trivalen tersebut diproduksi dua kali dalam setahun, berdasarkan perubahan galur virus yang beredar. Di negara empat musim, musim influenza umumnya dimulai pada musim dingin, yaitu bulan Mei-Juni  pada belahan bumi bagian selatan dan bulan November-Desember untuk bumi belahan utara.

Mengapa anak perlu mendapatkan vaksin influenza?

Menurut jurnal pediatri, infeksi virus influenza pada anak lebih berat dari dewasa sebab cenderung mengalami komplikasi. Biasanya usia rentan terjadi komplikasi adalah di bawah usia 2 tahun. Komplikasi influenza lebih sering terjadi pada anak seperti demam sangat tinggi, infeksi telinga, kejang demam, bronkiolitis, pneumonia, dan ensefalopati.

Jurnal yang sama menyebutkan, sekitar 20% anak di seluruh dunia mengalami infeksi influenza. Jumlah anak yang dirawat karena influenza paling banyak ditemui pada usia di bawah 12 bulan, namun angka penularan terjadi paling banyak pada anak usia sekolah, yang lebih mudah menularkan penyakit ke teman sekelas atau saudara satu rumahnya.

Vaksin influenza telah terbukti baik dalam menurunkan angka kesakitan influenza. Berdasarkan laporan CDC, selama tahun 2016-2017, vaksin ini diperkirakan telah mencegah 5.3 juta kasus penyakit influenza, 2.6 juta kasus kunjungan rumah sakit akibat penyakit influenza, dan 85.000 kasus rawat inap yang disebabkan penyakit influenza.  Menurut sumber yang sama, vaksin ini dapat menurunkan risiko sebesar 40-60%.

Di Indonesia, kapan sebaiknya memberikan vaksin influenza?

Rekomendasi Satgas Imunisasi IDAI menyebutkan, pemberian vaksin influenza dapat diberikan pada:

  1. Anak di atas usia 6 bulan dan orang dewasa
  2. Orang yang berkontak dengan anak yang berusia 24-59 bulan
  3. Bulan September-Oktober, yaitu 3 bulan sebelum terjadinya puncak prevalensi influenza
  4. Ulangan pemberian vaksin influenza dilakukan setiap 1 tahun sekali

Di beberapa negara lain, anjuran pemberian vaksin influenza juga diberikan kepada anak sehat berumur 6-23 bulan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena infeksi, menekan risiko penularan dari orang lain, dan meredam penularan kepada dewasa.

Apakah dewasa juga perlu divaksin?

Seperti yang disebutkan pada poin nomor dua, orang yang berkontak dengan anak berusia 24-59 bulan perlu divaksin. Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI, Profesor Samsuridjal Djauzi, menyebutkan bahwa pada orang dewasa, vaksin influenza bisa dilakukan kapan saja, tinggal berkunjung ke fasilitas kesehatan terdekat yang menyediakan vaksin tersebut.

Nah, sekarang sudah cukup jelas, ya? Ketika musim hujan datang, orang tua perlu memberikan vaksin influenza kepada anak. Tak hanya untuk si Kecil, Anda sebagai orang dewasa juga memerlukannya demi mencegah penyakit flu saat musim hujan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar