Sukses

Benarkah Zumba Baik untuk Diabetes?

Zumba disebut-sebut memiliki segudang manfaat bagi penderita diabetes. Temukan faktanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi penderita diabetes, olahraga adalah suatu kewajiban. Oleh karena itu, penderitanya harus bisa menemukan jenis olahraga yang cocok dan tidak membosankan untuk dilakukan berulang-ulang. Zumba disebut-sebut menjadi salah satu alternatifnya.

Selain itu, Zumba juga memiliki banyak manfaat positif bagi kondisi diabetes Anda. Benarkah demikian?

Sekilas tentang zumba

Di Indonesia, Zumba kian digemari oleh berbagai lapisan masyarakat, terutama wanita. Salah satu alasannya karena olahraga ini lebih terasa seperti kelas dansa, dengan iringan musik yang membuat tubuh serasa ingin bergoyang.

Zumba berasal dari Amerika Latin dan diciptakan oleh seorang instruktur kebugaran bernama Alberto Perez. Olahraga ini tergolong olahraga aerobik berintensitas sedang yang bersifat interval cardio workout.

Artinya, terdapat gerakan-gerakan dengan intensitas berat dan ringan yang dilakukan bergantian dalam satu sesi. Tujuannya agar laju jantung meningkat dan ketahanan (endurance) jantung menjadi lebih baik. Satu sesi Zumba rata-rata berlangsung selama 60 menit dan dapat membakar sekitar 369 kalori.

Secara umum, Zumba membantu membakar kelebihan lemak, menguatkan otot-otot perut dan batang tubuh (core muscles), serta meningkatkan fleksibilitas. Kondisi fisik pun akan terasa lebih baik bila Anda melakukan Zumba karena membuat tubuh lebih berenergi, mengurangi stres, memperbaiki mood, dan membuat tidur lebih nyenyak.

Manfaat Zumba bagi diabetes

Sebuah studi di Amerika Serikat mencoba menggali efek Zumba pada wanita yang mengalami obesitas. Terdapat 28 wanita yang ikut serta dalam studi ini, dimana separuhnya mengalami diabetes tipe 2.

Selama 16 minggu, seluruh partisipan diminta untuk mengikuti kelas Zumba sebanyak 3 hari dalam seminggu dengan durasi 60 menit per sesi. Di akhir studi, ditemukan rata-rata penurunan berat badan peserta sebesar 1 kg.

Persentase lemak tubuh pun berkurang sekitar 1,2 persen pada seluruh partisipan. Namun, studi ini tidak menemukan efek Zumba yang signifikan terhadap kadar gula darah. Sebab, kerja hormon insulin yang mengatur gula darah kurang efisien pada individu yang obesitas.

Meski demikian, Zumba tetap bisa menjadi alternatif sehat dan menyenangkan bagi penderita diabetes, terutama yang mengalami obesitas. Bila Zumba mampu menurunkan berat badan secara sehat, kendali gula darah tentu akan menjadi lebih stabil.

Tak hanya itu, Zumba juga dapat membantu memperbaiki tekanan darah dan profil lemak darah seperti kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi, yang kerap ditemukan pada penderita diabetes.

Zumba dan kesehatan otak

Selain manfaat fisik, Zumba juga memiliki manfaat kognitif bagi otak. Gerakan-gerakan Zumba yang seperti tarian diketahui dapat memperbaiki keseimbangan, cara berjalan, dan kualitas hidup orang-orang yang mengalami penyakit Parkinson maupun penyakit gangguan gerak lainnya.

Beberapa studi pun menunjukkan bahwa menghafal pola dan gerakan dansa dapat meningkatkan daya ingat dan kemampuan dalam memecahkan masalah.

Manfaat sosial pun bisa Anda dapatkan melalui interaksi dengan orang-orang di kelas Zumba. Dengan tujuan yang sama untuk meningkatkan kesehatan, Anda seolah-olah mendapat dukungan dan energi positif dari orang lain. Dengan demikian, Anda pun menjadi semakin bersemangat dan terpacu untuk melakukannya dengan konsisten.

Zumba nyatanya terbukti baik untuk penderita diabetes. Tertarik mengikuti Zumba tapi malu karena tak bisa menari? Tak perlu khawatir. Sesungguhnya, Zumba dapat dilakukan oleh siapa pun dengan tingkat kemampuan apa pun. Yang paling penting, Anda dapat mengikuti musik dan menikmatinya. Jadi, siap untuk mencoba Zumba?

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar