Sukses

Pertolongan Pertama pada Serangan Stroke

Saat stroke menyerang, setiap detik sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa pasien. Lakukan ini sebagai tindakan pertolongan pertama.

Klikdokter.com, Jakarta Serangan stroke dapat terjadi akibat perdarahan atau sumbatan pembuluh darah otak. Hanya dalam beberapa menit, sel-sel saraf di area otak yang mengalami stroke akan mati seketika. Karena itu, pertolongan pertama penting untuk segera dilakukan agar kerusakan tak makin meluas.

Namun, sebelum memberikan pertolongan pertama, Anda perlu mengenali tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami serangan stroke. Mudahnya, ingat singkatan F-A-S-T.

  • F untuk face atau wajah. Apakah wajah pasien stroke terkulai di satu sisi ketika mencoba tersenyum?
  • A untuk arms atau lengan. Apakah posisi salah satu lengan lebih rendah ketika pasien stroke mencoba mengangkat kedua lengan?
  • S untuk speech atau berbicara. Apakah pasien stroke dapat mengulang kalimat sederhana? Apakah bicaranya pelo atau sulit dimengerti?
  • T untuk time atau waktu. Saat stroke menyerang, Anda berpacu dengan waktu. Bila Anda menjawab “ya” pada salah satu pertanyaan di atas, segera hubungi layanan gawat darurat setempat.

Selanjutnya, Anda juga perlu tahu bahwa serangan stroke bisa tampak dalam bentuk kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh; mata merah, penglihatan kabur hingga kehilangan penglihatan (terutama bila hanya terjadi pada salah satu mata); sakit kepala hebat tanpa penyebab atau pemicu yang jelas; rasa melayang, tidak stabil, atau tiba-tiba jatuh; serta mengompol atau tidak dapat menahan keinginan untuk buang air besar. Hal yang pasti, bila keluhan-keluhan ini timbul akibat stroke, kemunculannya bersifat tiba-tiba.

Pertolongan pertama pada serangan stroke

Stroke adalah kondisi gawat darurat yang butuh penanganan segera. Semakin cepat ditangani, semakin besar pula peluang untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut.

Karena itu, pertolongan pertama dan yang paling utama saat serangan stroke terjadi adalah mencari bantuan medis. Segera hubungi layanan gawat darurat setempat dan tetaplah tenang sementara menunggu bantuan tiba.

Selanjutnya, lakukan hal-hal berikut ini:

  • Pastikan pasien berada dalam posisi mantap, yakni posisi di mana pasien stroke berbaring ke salah satu sisi tubuh dengan kepala tersangga tangan. Posisi ini akan menjaga jalan napas pasien tetap terbuka.
  • Periksa, apakah pasien bernapas? Bila tidak, lakukan resusitasi jantung paru (RJP). Bila tampak sulit bernapas, kendurkan pakaian, dasi, atau syal yang dikenakan pasien stroke.
  • Bila pasien sadar, bicaralah dalam nada yang menenangkan dan meyakinkan. Selimuti pasien agar tetap hangat, dan hindari memberikan apapun untuk dimakan atau diminum.
  • Hindari memindahkan pasien stroke yang menunjukkan kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu anggota tubuh.
  • Amati pasien stroke dengan saksama kalau-kalau ada perubahan kondisi. Sebagai penolong, siap-siap memberitahu petugas medis apa saja yang Anda lihat dan lakukan sejak serangan stroke terjadi.

Selalu ingat bahwa Anda berlomba dengan waktu saat serangan stroke terjadi. Sel-sel saraf otak mulai mati hanya dalam waktu 4 sampai 6 menit tanpa adanya pasokan oksigen. Dan, tak seperti sel kulit atau sel tulang, sel saraf otak yang sudah mati tak bisa lagi memperbaiki dirinya sehingga kerusakan yang timbul akan menjadi permanen.

Jadi, bila ada yang mengalami tanda-tanda serangan stroke, jangan pernah menunggu atau menunda untuk memberikan pertolongan pertama. Meski gejala ringan atau kemudian hilang dengan sendirinya, tetap anggap itu sebagai sesuatu yang serius. Semakin cepat ditolong, semakin kecil peluang pasien untuk mengalami kecacatan permanen akibat stroke.

(NB/ rh)

0 Komentar

Belum ada komentar