Sukses

Ikut Lomba Lari Perlukah Konsumsi Minuman Energi?

Saat ini banyak lomba lari yang tengah diselenggarakan. Tapi, perlukah mengonsumsi minuman energi saat Anda mengikuti kompetisi lari?

Klikdokter.com, Jakarta Pada akhir pekan ini, tercatat banyak lomba lari yang diselenggarakan di Indonesia. Jarak tempuhnya pun bevariasi mulai dari 5 K, hingga 50K, mulai dari fun run, virtual run, maraton, hingga ultra-maraton. Lokasi penyelenggaraannya pun tersebar  di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Tangerang, Bali, Pasuruan, Karanganyar, Kediri, Batam, dan Toba. Saat lomba, biasanya ada beberapa orang yang mengonsumsi minuman energi untuk menambah stamina dirinya.

Dalam perlombaan maraton yang mengharuskan Anda menyelesaikan trek dengan jarak tempuh yang jauh, biasanya butuh fisik yang prima untuk mencapai garis finis. Persiapan dan asupan menjadi dua hal penting untuk dilakukan agar dapat memperoleh target waktu yang diinginkan.

Carbo-loading sering menjadi andalan untuk mendapatkan asupan karbohidrat beberapa hari sebelum lomba lari. Aneka minuman sehat seperti air putih, air kelapa dan minuman isotonik menjadi pilihan untuk mengusir dehidrasi saat lomba. Namun ada pula yang mengonsumsi minuman energi. Minuman seperti itu dipercaya menambah stamina dalam melakukan aktivitas berat, seperti lari jarak jauh. Tapi, benarkah Anda membutuhkannya untuk bisa menyelesaikan lomba lari tersebut?

Polemik konsumsi minuman energi

Minuman berenergi mudah ditemukan di Indonesia. Warung-warung kaki lima pun menjualnya. Selain itu, karena rasanya enak, minuman ini pun digemari oleh banyak orang, tak hanya orang yang sering berolahraga.

Hanya saja, edukasi mengenai minuman energi masih kurang, termasuk soal pembatasan dan efek sampingnya. Sebab jika dikonsumsi secara berlebihan, kesehatannya Anda bisa menjadi taruhannya.

Menurut dr. Atika dari KlikDokter, minuman berenergi umumnya memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi. Sebagian besar minuman energi mengandung 100-200 mg kafein.

Di dalam tubuh, kafein bisa menyebabkan terlepasnya hormon serta memengaruhi pusat kebahagiaan di otak. Dari kafein inilah orang-orang yang mengonsumsi minuman berenergi mendapatkan perasaan waspada, segar, dan merasa berstamina.

Meski demikian, masih banyak orang yang mengonsumsi minuman energi secara berlebihan, yang justru menimbulkan efek samping. Bagi penderita tekanan darah tinggi dan gangguan kecemasan, minuman ini bisa sangat mengancam kesehatan Anda.

Efek samping mengonsumsi minuman energi

Selain itu, ada beberapa efek samping jika Anda mengonsumsi minuman berenergi melewati batas aman, yakni meningkatnya denyut jantung (dada terasa berdebar kencang, beberapa bisa mengeluhkan sesak napas), dan meningkatnya tekanan darah (dapat menyebabkan nyeri dada, keluhan pusing).

Selain itu, kekurangan cairan juga dapat membuat Anda mengalami gangguan siklus tidur (sulit tidur), gangguan tingkah laku, dan efek paling berat bisa menyebabkan kejang, stroke, serta kematian mendadak.

Di sisi lain, efek kafein dalam minuman energi tidak hanya adiktif atau membuat ketagihan, tetapi juga menyebabkan efek stimulan diuretik, ancaman serangan panik, dada berdebar, dan sulit tidur jika berlebihan. Efek diuretik tersebut akan memengaruhi kerja ginjal yang menyebabkan produksi urine lebih banyak.

Saat mengikuti lomba lari dan membutuhkan banyak cairan di dalam tubuh, jika Anda mengonsumsi banyak kafein maka cairan yang dikeluarkan dari tubuh juga akan semakin bertambah dan Anda akan benar-benar mengalami kekurangan cairan.

Selain itu, jika minuman berenergi Anda konsumsi sebelum berolahraga seperti lomba lari, akan timbul risiko lebih besar untuk mengalami dehidrasi hingga kematian. Salah satu contoh kasus nyata adalah ketika ada seorang remaja asal Irlandia berusia 18 tahun meninggal di lapangan basket karena sebelumnya meminum 4 kaleng minuman energi.

Berdasarkan kasus tersebut, mengonsumsi terlalu banyak minuman energi sebelum melakukan kegiatan yang menghasilkan banyak keringat terbukti sangat berbahaya bagi tubuh Anda.

Jika Anda hendak mengonsumsi minuman energi, baca dulu berapa banyak Anda boleh meminumnya. Intinya adalah Anda harus berhati-hati. Daripada mengonsumsi minuman jenis tersebut, lebih baik Anda memperbanyak latihan dan asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk meningkatkan stamina saat lomba lari.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar