Sukses

3 Cara Mudah Bebas dari Cacar Monyet

Meski merebak di Inggris, bukan tak mungkin cacar monyet terjadi di Indonesia. Agar tidak tertular, lakukan berbagai tindakan pencegahan berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Pariwisata Indonesia kini semakin dilirik oleh pelancong dari berbagai penjuru dunia. Terlebih lagi setelah momen Asian Games 2018 lalu yang cukup mencuri perhatian dunia, banyak turis asing yang tertarik berkunjung ke Indonesia. Artinya, Anda juga bisa tertular virus penyakit seperti cacar monyet yang baru-baru ini menggemparkan Inggris.

Pada orang yang mengalami cacar monyet, biasanya akan muncul lenting yang berukuran lebih besar daripada cacar biasa, dan lebih dalam. Lenting ini menyebar ke telapak tangan dan kaki, dan disertai pembengkakan kelenjar getah bening.

Wabah cacar monyet dan persebarannya

Cacar monyet yang ditemukan di Inggris pada awal September lalu diawali dari dua warga yang dinyatakan mengalami cacar monyet. Organisasi pelayanan kesehatan di Inggris, Public Health England, menyatakan bahwa warga tersebut baru saja pulang dari Nigeria, yang diduga menjadi sumber terjadinya infeksi virus.

Penyakit cacar memang diketahui mewabah di Nigeria tahun lalu. Namun bukan hanya Nigeria, sedikitnya terdapat sepuluh negara di Afrika yang pernah mengalami wabah cacar monyet.

Cacar monyet termasuk penyakit yang jarang ditemukan. Penyakit ini disebabkan oleh adanya infeksi virus golongan Orthopoxvirus. Dijelaskan oleh dr. Andika Widyatama kepada KlikDokter, cacar monyet paling sering ditularkan dari hewan ke manusia. Meski demikian, tak menutup kemungkinan penularan terjadi dari manusia ke manusia.

“Penularan penyakit cacar monyet bisa melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau luka yang terbuka pada kulit serta mukosa hewan pengerat dan primata. Selain itu, konsumsi daging yang terinfeksi virus juga bisa menjadi cara penularan cacar monyet,” jelasnya.

American Academy of Dermatology menegaskan bahwa selain masuk melalui luka, virus yang menyebabkan cacar monyet tersebut juga bisa ditularkan lewat gigitan serangga, atau apa pun yang terinfeksi dan merusak kulit. Begitu virus masuk, akan terjadi infeksi di lapisan atas kulit.

Lakukan ini agar tidak tertular cacar monyet

Dengan berbagai hal yang telah dijelaskan di atas, kini Anda tahu bahwa penyakit cacar monyet tak bisa dianggap remeh.

Cacar monyet ternyata begitu ditakuti di Afrika karena menyebabkan angka kematian hingga 30 persen. Hal ini disebabkan menurunnya daya tahan tubuh penderita, hingga virus dengan mudah menyebar.

Oleh sebab itu, perlu adanya tindakan pencegahan yang Anda lakukan untuk memperkecil risiko tertular penyakit cacar monyet. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  1. Hindari kontak langsung dengan hewan yang berasal dari benua Afrika

Menurut organisasi kesehatan Center of Disease Control and Prevention, hingga kini langkah pencegahan yang dianggap paling efektif untuk melawan cacar monyet adalah menghindari kontak langsung dengan hewan dari Afrika, terutama yang dicurigai terinfeksi cacar monyet.

Mengenai hal ini, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter. “Bila sudah terlanjur melakukan kontak langsung, orang tersebut harus dikarantina dan diobservasi ketat selama 30 hari. Setelahnya, bila tidak terdapat tanda-tanda infeksi, orang tersebut baru diperbolehkan beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.

  1. Rajin cuci tangan

Dilansir dari situs kesehatan Medicine Net, cuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air hangat adalah cara yang efektif untuk mencegah penyebaran penyakit cacar monyet. Oleh sebab itu, usahakan membiasakan diri Anda untuk mencuci tangan setelah beraktivitas atau sebelum makan.

  1. Urungkan niat bepergian ke negara yang sedang mengalami wabah

Sebisa mungkin hindari rencana bepergian ke daerah sumber wabah cacar monyet seperti negara-negara di Afrika Tengah.

Jika Anda terpaksa harus pergi, dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter menyarankan untuk tetap menghindari kontak secara langsung dengan hewan yang dapat menularkan virus cacar monyet, seperti tupai dan tikus.

“Apabila ada kerabat yang baru saja pulang dari negara tersebut dan mengalami demam 1–2 minggu setelahnya, segera berikan anjuran untuk memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat, sehingga dapat ditangani lebih dini jika memang tertular cacar monyet,” jelas dr. Resthie.

Wabah cacar monyet memang belum terjadi di Indonesia. Tapi awas, jangan sampai lengah. Biasakan diri untuk melakukan berbagai hal yang disarankan di atas agar Anda terhindar dari kemungkinan terkena cacar monyet. Tak kalah penting, penuhi kebutuhan nutrisi harian Anda dengan makanan bergizi agar daya tahan tubuh tidak menurun, dan tidak mudah terinfeksi virus apa pun.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar