Sukses

Amankah Konsumsi Obat Pereda Nyeri Saat Haid?

Salah satu keluhan saat haid adalah rasa nyeri di beberapa bagian tubuh. Lalu amankah bila mengonsumsi obat pereda nyeri saat haid?

Klikdokter.com, Jakarta Setiap wanita tentu akan mengalami haid atau yang sering disebut menstruasi setiap bulan. Tak jarang, selama periode haid, wanita mengeluhkan adanya nyeri, yang biasanya menyerang beberapa bagian tubuh dan bisa sangat mengganggu.

Saat nyeri haid menyerang, tak sedikit wanita yang mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengatasinya. Obat yang umumnya dibeli di luar secara bebas antara lain paracetamol, ekstrak hiosiami, ibuprofen, aspirin dan sebagainya. Pertanyaannya: Amankah hal ini untuk dilakukan?

Dalam istilah medis, kondisi haid seperti ini disebut dengan dismenore. Menjelang haid, dinding rahim akan menebal dan saat masa haid tiba, sel-sel di dinding rahim tersebut akan meluruh dalam bentuk darah. Kondisi ini berlangsung selama 2–8 hari dan akan terjadi setiap 21–35 hari. Jarak ini dapat memanjang maupun memendek.

Meluruhnya dinding rahim tersebut juga dapat menimbulkan kram otot pada perut bagian bawah. Tertekannya pembuluh darah dalam proses peluruhan dinding rahim yang mengeluarkan darah tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen di dalam rahim. Akibatnya timbullah nyeri pada bagian perut.

Saat rasa nyeri haid tidak tertahankan lagi, segera minum obat pereda nyeri yang aman untuk dikonsumsi. Feminax sebagai obat yang telah lama dipercaya untuk meredakan nyeri haid, mengandung paracetamol dan ekstrak hiosiami. Konsumsi Feminax sesuai dengan dosis dan aturan pemakaian agar tetap dapat beraktivitas seperti biasa.

Kandungan paracetamol dapat meredakan rasa nyeri, sedangkan ekstrak hiosiami dapat meredakan kram perut. Paracetamol dan ektrak hiosiami aman dikonsumsi dan tidak mempengaruhi kesehatan organ reproduksi, termasuk rahim.

Selain itu ada beberapa cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi nyeri haid. Misalnya dengan mengompres perut menggunakan air hangat dapat membuat tubuh relaks, dan memperhatikan asupan makan sehari-hari.

Jika nyeri masih terasa lebih dari 3 hari, langsung konsultasikan pada dokter. Dengan demikian Anda akan mendapatkan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab nyeri dan tentunya mendapatkan penanganan yang optimal.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar