Sukses

Pengaruh Kopi terhadap Kadar Gula Darah

Di tengah kesibukan sehari-hari, kopi sudah menjadi bagian dari aktivitas. Apakah kopi dapat memengaruhi gula darah?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang sudah menjadikan kopi sebagai bagian penting dari kegiatan sehari-hari. Dengan harapan meningkatkan produktivitas dan energi, banyak yang tidak lupa meneguk secangkir kopi setiap pagi dan sore hari. Namun, apakah asupan kopi dapat memengaruhi kadar gula darah di dalam tubuh?

Sebelumnya, asupan kopi diduga dapat memiliki dampak buruk pada tubuh. Mulai dari meningkatkan kecemasan dan panik, mengganggu kesuburan, membuat tulang keropos, hingga menurunkan fungsi kognitif.

Namun, saat ini terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa apabila dikonsumsi dalam batas normal, kopi dapat melindungi Anda terhadap beberapa jenis gangguan kesehatan, seperti penyakit hati, depresi, beberapa jenis kanker, hingga Parkinson.

Sebagai tambahan, sebuah riset menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi dapat menurunkan risiko diabetes mellitus tipe 2. Ini merupakan kabar baik bagi sebagian orang yang tidak dapat menghadapi hari tanpa menyeruput kopinya terlebih dahulu. Namun, bagi mereka yang telah terdiagnosis dengan diabetes mellitus tipe 2, kopi dapat memiliki beberapa efek samping.

Efek kopi untuk gula darah

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal kedokteran Diabetologia menginvestigasi lebih dari 100.000 orang selama sekitar 20 tahun. Studi klinis yang dilakukan di Harvard University tersebut menunjukkan bahwa orang yang meningkatkan asupan kopi sekitar satu cangkir setiap harinya memiliki penurunan risiko diabetes mellitus tipe 2 hingga 11%.

Sebailknya, orang yang mengurangi asupan kopi harian sekitar satu cangkir mengalami kenaikan risiko diabetes mellitus tipe 2 yang mencapai 17%. Dari penelitian tersebut, belum dapat disimpulkan mengapa kopi dapat memiliki dampak terkait diabetes.

Sebaliknya, salah satu penelitian yang dipublikasikan di jurnal kedokteran Diabetes Care melaporkan bahwa kafein yang dikonsumsi sebelum makan menyebabkan peningkatan kadar gula darah setelah makan pada orang dengan diabetes mellitus tipe 2.

Jadi, walaupun kopi dapat tampak memiliki efek protektif terhadap terjadinya diabetes mellitus tipe 2 pada orang sehat, minuman yang satu ini juga dapat menyebabkan dampak negatif pada orang yang sudah mengalami kondisi kesehatan tersebut.

Kafein berefek berbeda pada setiap orang

Salah satu artikel ilmiah yang dilansir dari laman Mayo Clinic juga memaparkan informasi yang serupa dengan beberapa penelitian yang sudah dikutip di atas.

Berdasarkan informasi yang didapat dari artikel tersebut, mengonsumsi kopi, baik yang mengandung kafein maupun tidak, dikaitkan dengan penurunan risiko seseorang untuk mengalami diabetes. Namun, artikel tersebut juga menambahkan bahwa kafein yang terdapat pada kopi dapat memiliki efek yang berbeda pada setiap orang.

Apabila seseorang telah terdiagnosis mengalami diabetes mellitus sebelumnya atau memiliki kesulitan mengendalikan kadar gula darah, membatasi asupan kafein dalam diet sehari-hari dapat menunjukkan manfaat yang positif.

Berbagai penelitian yang ada menunjukkan bahwa kopi dapat memiliki efek yang bervariasi terhadap gula darah. Walaupun meminum kopi diduga dapat menurunkan risiko seseorang mengalami diabetes mellitus tipe 2, asupan kopi juga sebaliknya dapat berdampak negatif pada orang yang sudah mengalami penyakit tersebut. Oleh karena itu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menyimpulkan efek kopi terhadap kadar gula darah di dalam tubuh manusia.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar