Sukses

Manfaat Gandum Utuh untuk Kesehatan Anak

Gandum utuh memiliki keunggulan yang tak dimiliki tepung terigu yang telah diproses. Ini manfaatnya untuk kesehatan anak.

Klikdokter.com, Jakarta Menyuguhkan makanan gandum utuh sebagai menu sarapan anak, seperti roti gandum, serealia, dan oatmeal, adalah salah satu cara untuk membuat anak berenergi dalam menjalankan aktivitasnya. Ya, banyak yang mengatakan bahwa gandum utuh lebih sehat karena nilai seratnya. Ini memang benar!

Meski sama-sama terbuat dari gandum, gandum utuh memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh tepung terigu yang telah diproses, yang banyak digunakan untuk memasak dan membuat kue.

Gandum utuh hanya melalui sedikit pemrosesan sehingga semua bagian gandum tersebut masih tetap utuh, yaitu bagian kulit (disebut bran atau bekatul), endosperma (bagian tengah), dan germ (inti gandum). Karena lebih sedikit melalui pemrosesan, gizinya pun lebih lengkap ketimbang tepung terigu yang telah diproses. Warnanya pun lebih cokelat dan teksturnya lebih kasar.

Sementara itu, tepung terigu yang terbuat dari gandum yang telah diproses telah kehilangan bagian luarnya sehingga banyak serat, vitamin, dan mineral yang ikut terbuang. Meski demikian, karena telah melalui pemrosesan yang lebih lengkap, tepung terigu warnanya lebih putih, rasanya lebih enak, teksturnya pun lebih lembut.

Walaupun dewasa ini telah banyak tepung terigu yang telah difortifikasi dengan berbagai vitamin dan mineral untuk mengganti yang hilang, akan lebih baik jika Anda dapat mengonsumsi gandum utuh.

Gandum utuh kaya nutrisi

Dengan mengonsumsi gandum utuh, anak bisa mendapatkan gizi yang lebih lengkap, karena gandum utuh mengandung berbagai zat gizi yang tidak dimiliki – atau dimiliki dalam jumlah yang lebih sedikit –tepung terigu yang sudah diproses. Zat gizi tersebut antara lain serat, vitamin B (B1, B2, niasin, asam folat), dan mineral (zat besi, magnesium, dan selenium).

Serat bermanfaat untuk membantu menyehatkan dan melancarkan pencernaan – terutama apabila si Kecil kerap mengalami kesulitan buang air besar. Vitamin B dapat meningkatkan efisiensi metabolisme energi dari karbohidrat, protein, dan lemak.

Zat besi dan asam folat bermanfaat untuk pembuatan sel darah merah, magnesium dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang dan otot, serta selenium adalah mineral yang penting untuk sistem pertahanan tubuh. Dengan nutrisi yang lebih lengkap, tumbuh kembang anak akan lebih optimal.

Porsi untuk anak

Porsi gandum utuh yang dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak berbeda-beda, tergantung dari jenis kelamin dan usianya. Berikut adalah porsi yang direkomendasikan untuk anak:

  • Anak laki-laki

2-8 tahun: 4  porsi

9-11 tahun: 5 porsi

12-13 tahun: 6 porsi

14-18 tahun: 7 porsi

  • Anak perempuan

2-8 tahun: 4 porsi

9-11 tahun: 4 porsi

12-13 tahun: 5 porsi

14-18 tahun: 7 porsi

Satu porsi serat setara dengan satu lembar roti gandum (40 gram), setengah cangkir nasi merah, nasi cokelat, atau pasta gandum (75-120 gram), atau 2/3 cangkir serealia (30 gram).

Ada banyak sekali menu makanan gandum utuh yang dapat Anda sajikan kepda anak. Anda bisa memberikan roti atau serealia gandum yang disajikan dengan susu untuk sarapan pagi si Kecil.

Sementara untuk makan siang dan makan malam, Anda dapat menyajikan nasi merah, nasi cokelat, atau pasta gandum. Jika si Kecil belum dapat menoleransi nasi merah dan nasi cokelat, Anda dapat mencampur nasi putih dengan nasi merah atau cokelat terlebih dahulu. Selamat mencoba!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar