Sukses

Tips Memandikan Bayi Berkulit Sensitif

Bayi memiliki kulit sensitif. Oleh karena itu, bayi membutuhkan perawatan kulit ekstra, termasuk cara memandikannya.

Kulit bayi yang lembut dan masih sensitif memerlukan perawatan kulit khusus yang tentunya berbeda dari orang dewasa. Perawatan kulit, termasuk cara memandikan bayi yang tepat dapat menjaga kesehatan dan tekstur kulit bayi.

Apalagi jika bayi memiliki kondisi kulit seperti dermatitis atopik atau eksem yang memerlukan perawatan kulit khusus, Anda tentu perlu mengetahui dengan pasti cara memandikan bayi berkulit sensitif tersebut. Simak tips memandikan bayi berkulit sensitif berikut.

Kulit Sensitif pada Bayi

Bayi memiliki jenis kulit yang berbeda dari orang dewasa. Kulit bayi cenderung lebih tipis dan belum memiliki efek pelindung sempurna sehingga membuat bayi memiliki kulit sensitif. Selain itu, fungsi kelenjar minyak dan keringat bayi juga belum optimal.

Pada bayi yang mengalami kondisi dermatitis atopik atau eksem, terdapat gangguan fungsi sawar kulit sehingga timbul berbagai gejala peradangan di kulit, seperti bruntus, bruntus kemerahan, kulit kering, dan disertai rasa gatal.

Artikel Lainnya: Jangan Lakukan Ini Saat Merawat Bayi Baru Lahir!

Kelainan tersebut dapat terjadi pada semua usia. Namun, kondisi dermatitis atopik atau eksem merupakan salah satu gangguan kulit yang banyak menyerang bayi dan anak-anak. Faktanya, kelainan ini terjadi sebanyak 45 persen pada 6 bulan pertama kehidupan. Kulit bayi yang atopik cenderung lebih sensitif dan rentan mengalami peradangan.

1 dari 2 halaman

Tips Memandikan Bayi Berkulit Sensitif

Kulit sensitif bayi memerlukan cara khusus untuk memandikannya. Anda harus memperhatikan dari mulai saat memandikan sampai dengan setelah memandikan. Lakukan beberapa cara memandikan bayi berkulit sensitif berikut ini:

1. Jangan Memandikan Bayi Terlalu Sering

Pada minggu-minggu awal kehidupan, bayi tidak perlu mandi sesering orang dewasa. Anda cukup memandikan bayi sekali sehari.

Pada kondisi ini, hindari merendam tubuh bayi ke dalam bathtub atau bak mandi. Sebagai gantinya, gunakanlah sponge atau kain (waslap) yang sudah dibasahi untuk memercikkan air dan menyeka tubuh bayi ketika mandi.

Ketika bayi sudah bertambah lebih besar, Anda dapat memandikannya sebanyak satu sampai dua kali sehari tergantung pada kondisi kulit bayi.

2. Gunakan Suhu Air yang Tepat

Mandikan bayi dengan air hangat dengan suhu sekitar 37-38 0C. Penggunaan air dengan suhu yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah, misalnya hilangnya kelembapan alami dari kulit bayi dan membuatnya merasa tidak nyaman.

Artikel Lainnya: Amankah Penggunaan Losion pada Bayi?

Sementara itu, pada bayi yang memiliki kondisi dermatitis atopik, sebaiknya hindari mandi dengan suhu air yang terlalu panas dan tidak lebih dari 37 0C. Hal tersebut dapat mengikis lapisan minyak alami kulit dan membuat kulit menjadi kering sehingga rentan mengalami peradangan.

3. Perhatikan Durasi Waktu

Hindari memandikan bayi terlalu lama. Bayi yang masih memiliki kulit sensitif hanya memerlukan sekitar lima hingga sepuluh menit. Lebih dari itu, bukan tak mungkin kulit sensitif bayi akan mengalami kekeringan.

4. Gunakan Sabun Khusus Bayi

Pastikan produk perawatan bayi bersifat hipoalergenik atau berisiko lebih kecil untuk menyebabkan alergi. Sebaiknya, gunakan sabun yang memang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif bayi.

Sabun seperti ini biasanya tidak mengandung pewangi atau senyawa antibakteri, tetapi mengandung canola oil dan vitamin E sebagai antioksidan yang terbukti mampu menjaga kelembapan serta kesehatan kulit bayi secara keseluruhan. Sabun jenis ini umumnya bersifat hypoallergenic alias ramah terhadap kulit yang alergi.

Sebaliknya, hindari penggunaan sabun antiseptik dan sabun yang mengandung aroma terlalu tajam (pewangi) serta senyawa paraben. Sabun yang mengandung antiseptik rentan membuat kulit bayi menjadi lebih kering, sedangkan sabun yang mengandung senyawa paraben dan pewangi dapat menyebabkan kulit bayi teriritasi.

Artikel Lainnya: Tips Mengatasi Iritasi Kulit pada Bayi

Satu hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan sabun, hindari menggosok permukaan kulit si Kecil terlalu keras atau berlebihan. Tindakan seperti ini dapat mengurangi lapisan sawar alias pelindung alami yang dimiliki kulit bayi.

5. Perhatikan Cara Mengeringkan Bayi dengan Handuk

Mengeringkan bayi setelah mandi juga perlu diperhatikan pada kulit sensitif bayi. Hindari mengeringkan bayi dengan cara menggosokkan handuk karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Keringkan bayi dengan menepuk-nepuk handuk secara halus. Pilihlah handuk yang berbahan halus untuk mengurangi risiko iritasi di kulit.

6. Gunakan Pelembap

Setelah mandi, kulit bayi akan kehilangan minyak alami yang menjaga kelembapan alaminya. Untuk itu, cara mengatasi kulit bayi yang sensitif salah satunya dengan mengoleskan pelembap khusus bayi sesaat setelah mandi.

Pelembap atau moisturizer berfungsi menahan air, sehingga kelembapan kulit akan terus terjaga. Untuk kulit yang sensitif, Anda dapat mengoleskan pelembap pada daerah yang kemerahan dan iritasi. Anda dapat memilih produk pelembap yang diformulasikan untuk kulit sensitif bayi.

Aplikasikan pelembap pada kulit bayi sekitar tiga menit setelah bayi selesai mandi. Komponen penting dalam pelembap yang perlu diperhatikan, antara lain yang bersifat:

  • Humektan (menarik air sehingga kelembapan kulit terjaga).
  • Oklusif (mencegah penguapan air).
  • Emolien (melembapkan dan melembutkan kulit).

Kini Anda telah mengetahui cara memandikan bayi berkulit sensitif. Bagi bayi yang memiliki kulit sensitif memang membutuhkan perawatan kulit ekstra, termasuk cara memandikannya. Selain itu, pemilihan produk perawatan kulit bayi juga memerlukan perhatian khusus.

Konsultasikan langsung dengan dokter spesialis kulit mengenai pemilihan produk perawatan kulit yang tepat untuk si Kecil. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter kami mengenai masalah kulit sensitif bayi. Gunakan layanan Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter.

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar