Sukses

5 Tips Memandikan Bayi dengan Kulit Sensitif

Kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga kegiatan mandi yang salah bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Klikdokter.com, Jakarta Merawat bayi bukanlah perkara mudah. Bahkan untuk perihal mandi saja, orang tua tak boleh melakukan tindakan sembarangan. Ini karena kondisi kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga bila diperlakukan tidak sebagaimana mestinya bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Ya, bayi membutuhkan perawatan kulit khusus. Sebab kulit bayi masih cepat menyerap atau mengeluarkan air, sangat tipis, dan belum terbentuk sempurna. Keadaan ini membuat paparan terhadap zat kimia tertentu dapat menimbulkan keluhan kemerahan, gatal, dan lain sebagainya.

Cara tepat memandikan bayi

Karena kondisi kulit bayi masih sangat sensitif, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat hendak memandikan si Kecil:

  1. Jangan mandikan terlalu sering

Pada minggu-minggu awal kehidupankali dalam seminggu. Pada kondisi ini, hindari merendam tubuh bayi ke dalam bathtub atau bak mandi. Sebagai gantinya, gunakanlah sponge atau kain (waslap) yang sudah dibasahi untuk memercikkan air dan menyeka tubuh bayi ketika mandi.

Ketika bayi sudah bertambah lebih besar, Anda dapat memandikannya sebanyak satu sampai dua kali sehari tergantung pada kondisi kulit bayi.

  1. Gunakan suhu air yang tepat

Mandikan bayi dengan air hangat dengan suhu sekitar 37–38oC. Penggunaan air dengan suhu yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah, misalnya hilangnya kelembapan alami dari kulit bayi dan membuatnya merasa tidak nyaman.

  1. Cukup lima hingga sepuluh menit

Hindari lama. Lima hingga sepuluh menit adalah waktu yang paling direkomendasikan. Lebih dari itu, bukan tak mungkin kulit bayi akan mengalami kekeringan.

  1. Gunakan sabun khusus bayi

Pilihlah sabun yang mengandung formula khusus untuk kulit bayi. Sabun seperti ini biasanya tidak mengandung pewangi atau senyawa antibakteri, namun mengandung canola oil dan vitamin E sebagai antioksidan yang terbukti mampu menjaga kelembapan serta kesehatan kulit bayi secara keseluruhan. Sabun jenis ini umumnya bersifat hypo-allergenic alias ramah terhadap kulit yang alergi.

Sebaliknya, hindari penggunaan sabun yang mengandung aroma terlalu tajam (pewangi) dan senyawa paraben. Sabun yang mengandung senyawa tersebut dapat menyebabkan kulit bayi teriritasi.

Satu hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan sabun saat mandi, hindari menggosok permukaan kulit si Kecil terlalu keras atau berlebihan. Tindakan yang seperti ini dapat mengurangi lapisan sawar alias pelindung alami yang dimiliki kulit bayi.

  1. Pakai pelembap

Setelah mandi, kulit bayi akan kehilangan minyak alami yang menjaga kelembapan alaminya. Untuk itu, segera oleskan pelembap khusus bayi sesaat setelah mandi.

Pelembap atau moisturizer berfungsi menahan air, sehingga kelembapan kulit akan terus terjaga. Untuk kulit yang sensitif, Anda dapat sebagai pelembap pada daerah kemerahan dan iritasi.

Selain lima hal di atas, Anda juga sebaiknya menghindari penggunaan pelembut atau pengharum pada pakaian si Kecil. Hal ini dimaksudkan agar bahan kimia yang ada pada pelembut atau pengharum pakaian sampai menyentuh kulit bayi dan menimbulkan iritasi.

Setelah mengetahui cara tepat memandikan bayi dengan kulit sensitif, diharapkan Anda bisa benar-benar mempraktikkannya. Dengan begini, kesehatan kulit bayi bisa terus terjaga dengan baik hingga ia dewasa.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar