Sukses

5 Tanda Anda Perlu Makan Karbohidrat

Waspadai tanda Anda perlu makan karbohidrat berikut ini. Jangan-jangan, salah satunya tengah Anda alami.

Klikdokter.com, Jakarta Karbohidrat merupakan zat penting yang perlu dikonsumsi dan memberikan manfaat tersendiri bagi tubuh. Asupan karbohidrat dibutuhkan tubuh untuk memproduksi glukosa atau sumber “bahan bakar” tubuh.

Terdapat dua jenis karbohidrat, yakni karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Hal tersebut dijelaskan oleh dr. Nadia Octavia dari KliKDokter.

“Yang termasuk dalam karbohidrat kompleks adalah pati dan serat. Kedua zat ini perlu dipecah melalui saluran pencernaan sebelum dapat digunakan oleh tubuh,” ujarnya.

Sedangkan, karbohidrat sederhana adalah gula yang secara alami terkandung pada makanan. Terkadang bisa juga ditambahkan pada makanan tertentu yang diproses.

Tanda tubuh kekurangan karbohidrat

Tak sedikit orang yang melakukan diet demi menghindari karbohidrat, padahal asupan makanan satu ini begitu penting sebagai penyuplai tenaga bagi tubuh. Seseorang yang kekurangan karbohidrat dapat mengalami kondisi seperti pusing berputar, mudah lelah, badan lemas, sakit kepala dan susah BAB.

Bagaimana dengan Anda, sudahkah mendapatkan asupan karbohidrat yang cukup hari ini? Perhatikan ciri-ciri tubuh kekurangan karbohidrat berikut ini dan cek apakah Anda mengalaminya.

  1. Nafas berbau tidak sedap

Ketika tidak mendapatkan cukup karbohidrat, tubuh Anda membakar lemak dan protein untuk bahan bakar dan energi. Proses ini kerap disebut ketosis. Efek samping potensial adalah bau mulut, karena keton yang dikeluarkan dalam air liur Anda menjadi berbau.

Umumnya, makan kurang dari 50 gram karbohidrat setiap hari akan membuat tubuh mengalami ketosis. Jadi, dapatkan asupan karbohidrat dengan makan lebih banyak buah, sayuran, dan gandum utuh. Tak lupa, penuhi kebutuhan air minum Anda.

  1. Suasana hati buruk

Faktanya, mereka yang melakukan diet rendah karbohidrat bakal mudah emosi dan memiliki suasana hati tak menentu. Hal ini terjadi karena karbohidrat memainkan peran dalam produksi serotonin, yakni zat kimia pembawa rasa enak yang diproduksi di otak.

Selain itu, kekurangan glukosa juga dapat membuat fungsi dasar otak terpengaruh hingga menyebabkan iritabilitas dan frustrasi. Ketika Anda mengurangi konsumsi karbohidrat,  asupan kalori dan gula darah Anda tak akan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

  1. Perut kembung

Jika Anda melewatkan karbohidrat, tubuh bisa kehilangan serat dan menyebabkan kembung. Pastikan untuk minum cukup air yang membantu memindahkan kotoran melalui usus Anda.

Karbohidrat bisa didapat dari buah seperti pisang, berry, dan ceri, umbi-umbian seperti ubi jalar, serta biji-bijian seperti beras merah, quinoa, dan roti gandum. Saat merasa kekurangan serat, tingkatkan asupan makanan tersebut secara perlahan, sehingga Anda tidak menderita efek samping seperti kembung.

  1. Tidak enak badan

Saat kekurangan karbohidrat, Anda dapat mengalami gejala mirip flu. Kondisi ini meliputi mual, pusing, nyeri, terjadi peradangan, sakit perut, kelelahan, dan muntah. Bahkan pahitnya, Anda mungkin merasa seperti tidak bisa keluar dari tempat tidur atau badan terlalu lemas untuk sekadar berpakaian.

Pada kondisi ini, tubuh beralih dari menggunakan karbohidrat menjadi lemak sebagai bahan bakar. Dengan demikian, Anda rentan merasa lelah dan cenderung mendapatkan energi yang minim.

  1. Sulit konsentrasi

Otak menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi. Jika kekurangan, Anda bakal sulit fokus dan berkonsentrasi karena kekurangan bahan bakar.

Intinya, otak juga membutuhkan karbohidrat yang cukup untuk bekerja secara optimal. Jika sedang menjalani program diet dan ingin menghindari nasi, maka cari sumber karbohidrat lain semisal dari buah-buahan, sayur, serta biji-bijian yang telah disebutkan di atas.

Ketahui berbagai tanda kekurangan karbohidrat seperti di atas agar Anda dapat lebih waspada ketika mengalaminya. Yang perlu diingat, jangan melakukan diet yang terlalu keras, atau Anda akan kekurangan energi dan mengalami badan lemas hingga berdampak negatif pada kesehatan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar