Sukses

Usia Berapa Anak Harus Mulai Sikat Gigi?

Menjaga kesehatan gigi dan mulut sudah seharusnya dilakukan sejak dini. Tapi, kapan waktu yang tepat si Kecil untuk sikat gigi?

Klikdokter.com, Jakarta Pada saat bayi lahir, 20 benih gigi susu atau gigi sulung sudah tertanam di dalam rahang. Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, Anda perlu mengajarkan si Kecil untuk sikat gigi di waktu yang tepat.

Meskipun setiap anak berbeda, umumnya gigi bagian bawah akan muncul terlebih dahulu.  Biasanya, gigi pertama akan muncul pada usia antara 6 bulan hingga 1 tahun. Namun, sebagian besar gigi susu secara lengkap akan tumbuh saat anak menginjak usia 3 tahun.

Masalah gigi pada anak

Gigi dan mulut yang tidak dibersihkan dari kecil akan memicu timbulnya permasalahan kesehatan gigi dan mulut pada anak. Masalah yang sering terjadi pada gigi susu adalah karies gigi atau gigi berlubang.

Gigi yang berlubang jika tidak segera dirawat akan membuat anak mengalami kesulitan dalam mengunyah makanan. Jika hal itu dibiarkan terjadi, anak pun akan mengalami kekurangan gizi.

Penyakit gigi dan mulut yang dibiarkan tentunya akan berdampak pada proses tumbuh kembang anak. Selain berpengaruh terhadap perkembangan fisiknya, perkembangan psikisnya juga akan ikut berpengaruh. Anak bisa kehilangan kepercayaan diri karena penampilannya.

Untuk itu, tindakan pencegahan harus dilakukan sedini mungkin agar anak terbebas dari penyakit gigi dan mulut. Sikat gigi adalah suatu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan gigi.

Kapan sih waktu yang tepat?

Tidak ada patokan waktu yang pasti dalam memulai rutinitas menggosok gigi. Namun, sebaiknya gigi harus dibersihkan segera setelah tumbuh. Dengan memulainya dari awal, anak akan terbiasa dengan rutinitas menggosok gigi dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa dokter menyarankan untuk menunggu hingga empat gigi muncul di dalam mulut. Namun ada juga yang menyarankan untuk menunggu sampai anak berusia 2 atau 3 tahun.

Mulailah membersihkan gusi dan mulut bayi segera setelah minum susu, terutama susu formula, agar sisa susu tidak melekat pada daerah mulut. Selain itu, dengan rajin sikat gigi, bakteri penyebab munculnya plak pada gigi nantinya yang akan tumbuh juga dapat dicegah.

Bungkuslah jari telunjuk ibu dengan kain kassa yang bersih atau handuk yang lembut, lalu celupkan jari tersebut ke dalam air yang hangat, kemudian gosoklah secara lembut dengan gerakan melingkar selama 2 menit.

Penggunaan sikat gigi pada anak

Membersihkan gigi dan mulut bayi juga bisa dilakukan dengan menggunakan sikat gigi khusus. Pilihlah sikat gigi khusus anak-anak dengan gagang yang besar dan ujung kepala sikat yang kecil, serta bulu sikat yang lembut.

American Dental Association dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan penggunaan sejumlah pasta gigi yang mengandung fluoride seukuran sebutir beras setelah gigi pertama anak Anda muncul.

Sikatlah gigi anak secara menyeluruh sehari dua kali selama 2 menit, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gantilah sikat gigi setiap 3-4 bulan atau lebih cepat bila sikat sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Janganlah berbagi sikat gigi dengan anggota keluarga lainnya atau orang lain. Awasi dan bantulah anak saat sedang melakukan rutinitas menggosok gigi hingga ia mencapai usia 6 tahun. Setelah usia tersebut, barulah anak sudah dapat dibiarkan untuk menggosok giginya sendiri.

Mengingat anak masih terlalu kecil untuk sikat gigi sendiri, peran orang tua sangatlah penting dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut anak. Lakukan sikat gigi bersama agar si Kecil menjadi terbiasa dengan rutinitas tersebut, sehingga kesehatan giginya terjamin dan pertumbuhannya optimal.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar