Sukses

Benarkah Telur Berbahaya bagi Kesehatan Jantung?

Anda gemar makan telur? Sumber protein hewani ini disebut-sebut dapat berbahaya bagi kesehatan jantung. Berikut ini adalah penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Makanan yang digemari masyarakat ini sering “dituduh” sebagai penyebab munculnya gangguan kesehatan jantung. Padahal, hal itu tidak sepenuhnya benar. Penyakit jantung bisa menyerang hanya ketika Anda makan telur dengan campuran lemak jenuh yang jahat.

Masih ingat ketika harga telur naik beberapa waktu yang lalu? Banyak masyarakat yang menjerit, karena telur memang sangat digemari. Di samping nilai gizi telur yang tinggi, pengolahannya yang mudah membuat telur menjadi menu favorit keluarga.

Namun, sebagian kalangan juga ada yang menganggap telur bukan makanan yang baik bagi kesehatan, terutama bagi jantung. Banyak orang percaya bahwa kuning telur menjadi penyebab penyakit kardiovaskular.

Ketakutan ini dianggap wajar oleh Anthony Komaroff, MD, seorang penulis di Harvard Health Letter. Konsumsi telur memang bisa meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah yang menyebabkan penyakit jantung.

"Kuning telur memang memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi, dan kadar kolesterol LDL (jahat) yang tinggi dalam darah meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Jadi, tampaknya logis bahwa menghindari telur adalah hal yang masuk akal," ujar Komaroff.

Lalu, berbahayakah telur bagi kesehatan?

Anthony Komaroff menegaskan: tidak sama sekali. "Sebutir telur dalam sehari tidak meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, atau jenis penyakit kardiovaskular lain. Namun, bagi Anda yang mengidap diabetes, berisiko tinggi terkena penyakit jantung dari penyebab lain - misalnya karena merokok - sebaiknya tidak mengonsumsi telur lebih dari tiga butir setiap minggunya," tegas Komaroff.

Sementara itu, penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar kolesterol dalam tubuh dibuat oleh hati dan tidak berasal dari kolesterol yang Anda makan. Hati dirangsang untuk membuat kolesterol, terutama oleh lemak jenuh dan lemak trans dalam makanan. Jadi, satu butir telur tidak menyebabkan Anda mengalami sakit jantung.

Dalam penelitian itu ditegaskan bahwa sebutir telur besar mengandung sedikit lemak jenuh sekitar 1,5 gram. Telur juga mengandung banyak nutrisi yang sehat seperti lutein dan zeaxanthin yang baik untuk mata, kolin yang bagus untuk otak dan saraf, serta berbagai vitamin (A, B, dan D).

Bukti bahwa makan telur dalam sehari aman bagi kesehatan dibuktikan juga lewat penelitian yang dilakukan di Harvard Medical School. Penelitian itu diikuti oleh ratusan ribu orang selama beberapa dekade. Mereka secara teratur melaporkan apa yang mereka makan dan semua kondisi medis yang mereka miliki.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa orang yang makan satu telur per hari tidak berisiko tinggi terkena serangan jantung, stroke, atau penyakit kardiovaskular lainnya.

Penyebab telur menjadi tidak sehat

Nah, untuk yang satu ini perlu diketahui dengan benar. Telur akan menjadi berbahaya bagi tubuh kalau Anda mengonsumsinya bersamaan dengan lemak jenuh yang terkandung dalam mentega, keju, sosis, dan kue muffin.

Kombinasi ini akan meningkatkan kolesterol darah Anda lebih banyak daripada kolesterol dalam telur yang Anda makan. Selain itu, “karbohidrat buruk” yang sangat halus dalam roti panggang putih, kue kering, dan kentang goreng, juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Untuk menghindari telur yang menyehatkan menjadi “jahat” dan merugikan kesehatan tubuh, Anthony Romanoff menyarankan agar telur disantap dengan sayuran segar, bumbu, rempah-rempah, atau cabe hijau. Anda juga dapat menikmatinya bersama roti gandum yang diberi olesan margarin rendah lemak. Selain lezat, kombinasi ini baik bagi Anda.

Jadi, telur sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan jantung Anda, asal dimakan dalam batas wajar. Setidaknya, konsumsi telur setiap minggunya tidak lebih dari 3 butir telur. Selain itu, perhatikan juga teknik pengolahan dan kombinasi menu yang Anda makan bersama telur, agar tetap memperoleh manfaat baiknya untuk kesehatan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar