Sukses

Mengatasi Telinga Berdenging setelah Nonton Konser

Kerasnya suara musik dari konser yang Anda datangi biasanya membuat telinga berdenging. Atasilah dengan cara berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Menghadiri konser musik memang sangat menyenangkan. Selain Anda bisa melihat langsung idola Anda dan menyanyikan lagu-lagunya bersama teman, merasakan euforia dari gemuruh musik yang keras juga menjadi kepuasan tersendiri. Namun, pernahkah Anda merasakan telinga berdenging setelah menonton acara tersebut? Bila iya, Anda perlu waspada.

Tinnitus, suara denging pada telinga

Dilansir dari Medical News Today, terpapar suara keras terlalu lama – misal saat menghadiri konser – tanpa adanya perlindungan telinga dapat merusak struktur halus di dalam telinga dan menyebabkan suara denging. Dalam dunia medis, suara denging pada telinga disebut dengan tinnitus.

Tinnitus bisa mengganggu pendengaran Anda. Jika dalam kadar yang ringan, tinnitus dapat hilang dalam beberapa hari, sedangkan bila terkena tinnitus yang parah, bukan tak mungkin Anda bisa kehilangan kemampuan dengar secara permanen.

Saat mendengar suara yang terlampau keras (lebih dari 85 desibel), sel-sel rambut kecil di telinga bagian dalam akan bergetar dan merespons serta mengirim pesan ke otak. Beda halnya jika Anda hanya mendengar percakapan antarmanusia yang hanya 60 desibel atau kebisingan lalu lintas kota padat (85 desibel). Keduanya tidak akan merusal sel-sel rambut kecil di dalam telinga.

Bila sel rambut halus rusak, mereka tidak akan tumbuh kembali. Kerusakan pada sel-sel itulah yang menyebabkan otak salah menafsirkan dan akhirnya memunculkan suara denging.

Cara mengatasi tinnitus

Tinnitus memang biasa dialami banyak orang setelah menghadiri konser. Namun bagi Anda yang terus-terusan mendengarkan musik keras, terutama melalui earphone, tinnitus bisa berlangsung lama dan tidak menutup kemungkinan menghilangkan kemampuan dengar Anda secara permanen. Maka, lakukan lima hal berikut ini supaya pendengaran Anda tidak terganggu oleh denging selepas konser.

1. Dengarkan musik yang lembut

Gunakan headphone atau earphone Anda untuk mendengarkan musik yang lembut, bisa klasik atau jazz, dan dengan volume rendah untuk menghilangkan denging. Bisa juga Anda mendengarkan radio dengan volume yang pelan. Yang terpenting, hindarilah tempat-tempat bising seperti kelab malam, bar, atau tempat karaoke.

2. Alihkan suara dengan aktivitas

Semakin sepi, suara denging atau tinnitus akan terdengar semakin parah di telinga Anda. Untuk itu, tetaplah nyalakan musik yang pelan dan alihkan dengan berbagai aktivitas, seperti olahraga dan meditasi.

3. Pasang suara white noise

Mendengarkan suara white noise (derau putih) yang menenangkan bisa membantu meredakan hilangnya denging di telinga. Ada yang menyukai suara hujan, suara ombak di laut, atau yang paling sederhana, Anda bisa mendengarkan suara kipas atau AC di ruangan. Intinya, jangan biarkan ruangan terlalu sepi karena itu hanya akan menyakiti telinga Anda.

4. Lakukan ketukan di kepala

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Letakkan telapak tangan di atas telinga
  • Letakkan jari-jari di belakang kepala
  • Ketuk kepala dengan lembut menggunakan jari telunjuk sebanyak 50  kali
  • Lakukan ini beberapa kali dalam sehari

5. Hindari alkohol dan kafein

Mengurangi kafein dan alkohol saat mengalami denging bisa mempercepat hilangnya suara mengganggu tersebut.

Bila kelima hal di atas sudah Anda lakukan dan suara berdenging pada telinga belum juga hilang, segera konsultasikan kepada dokter untuk ditangani lebih lanjut. Jangan sampai pengalaman konser yang menyenangkan tersebut berubah menjadi bencana yang menyebabkan hilangnya pendengaran Anda akibat telinga berdenging.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar