Sukses

Vampire Facial, Perawatan Kulit Macam Apa Itu?

Keinginan orang memiliki penampilan sempurna memicu munculnya inovasi perawatan kulit, salah satunya vampire facial. Apakah itu?

Klikdokter.com, Jakarta Memiliki kulit yang halus, kencang, dan sehat merupakan impian bagi semua wanita. Tak sedikit juga kaum hawa yang rela menghabiskan waktu dan uang melakukan berbagai perawatan demi mendapatkan hal tersebut. Nah, salah satu perawatan wajah yang sering dilakukan ialah facial. Namun, pernahkah Anda mencoba vampire facial? Benarkah prosedur dan efek sampingnya seseram namanya?

Awal mula vampire facial

Menurut dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter, vampire facial, atau terapi platelet-rich plasma (PRP), pada awalnya digunakan untuk mengatasi nyeri cedera tendon, otot, dan tulang. Kini, terapi tersebut juga dipraktikkan dalam bidang kecantikan untuk mengatasi jerawat, bekas luka dan jerawat, mengencangkan kulit, hingga mengatasi kebotakan pada wanita.

Prinsip terapi tersebut adalah menyuntikkan cairan plasma yang mengandung banyak trombosit (platelet) dari darah sendiri ke bawah kulit. Itulah mengapa terapi ini disebut dengan vampire karena Anda menyerap darah sendiri.

Bagaimana prosedurnya?

Untuk menghindari timbulnya rasa nyeri, dokter akan memberikan topikal anestesi. Kemudian, PRP yang mengandung stem cell itu disuntikkan beberapa ke bawah kulit. Saat cairan tersebut sudah disuntikkan ke dalam area yang dianggap rusak, PRP akan menstimulasi jaringan dan mempercepat proses penyembuhan. Kolagen-kolagen baru pun akan terbentuk.

Setelah kolagen matang, ia akan mengerut, mengencang, dan menguatkan kulit. Adanya hasil perbaikan kulit dengan metode ini bisa Anda lihat 3 minggu kemudian, sedangkan regenerasi kolagen secara penuh memakan waktu 3 bulan.

Adakah dampak buruknya?

Dokter Fiona mengatakan, efek samping yang dihasilkan dari vampire facial ini minimal, yakni berupa pembengkakan, memar, dan kemerahan selama 12-24 jam. Meski demikian, metode ini dapat diaplikasikan pada semua jenis kulit.

Bila Anda berminat untuk melakukan facial vampire, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter spesialis dan pastikan tempat tersebut memang benar-benar berkualitas. Dilansir Pink News UK, seorang pengunjung spa kecantikan VIP Nails & Spa di New Mexico, Amerika Serikat, telah tertular hepatitis B yang diduga didapat setelah menerima prosedur vampire facial ini.

“Sangat penting bagi setiap orang yang telah melakukan vampire facial atau prosedur suntik lainnya dari tempat spa itu pada Mei dan Juni 2018 untuk mengunjungi Midtown Public Health Office supaya mendapatkan tes darah dan konseling secara gratis” jelas Lynn Gallagjer, Sekretaris Kabinet Departemen Kesehatan New Mexico.

Pada dasarnya vampire facial tidaklah berbahaya bila dilakukan dengan benar. Namun, penularan penyakit dapat menyebar cepat jika peralatan yang telah digunakan berkali-kali itu tidak dibersihkan atau tidak disterilkan dengan benar. Belum lagi ditambah dengan adanya kontaminasi silang yang disebarkan oleh alat kotor ke alat yang bersih. Kalau sudah begitu, nama perawatannya memang seseram dampak negatifnya, bukan?

Sebagai pasien, Anda juga berhak mengetahui apakah peralatan yang berhubungan dengan darah itu steril atau tidak. Karena peralatan tersebut hanya boleh digunakan sekali saja dan lebih baik dilakukan oleh dokter spesialis yang profesional. Jangan sampai niatan Anda untuk memperbaiki penampilan dengan vampire facial malah menjadi bumerang yang merusak kondisi kulit dan kesehatan tubuh.

[RS/ RVS]

1 Komentar