Sukses

Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Anda Menjalani Diet Vegan

Ingin menjadi vegan, sah saja. Namun, baiknya Anda mengetahui apa saja yang terjadi pada tubuh saat Anda menjalani diet vegan.

Klikdokter.com, Jakarta Diet vegan atau diet dengan menghindari produk hewani (termasuk susu dan produk olahannya) serta hanya mengonsumsi protein nabati saja, merupakan pola makan yang kian populer dilakukan masyarakat. Jika Anda tertarik ingin menerapkan diet ini, sebaiknya untuk persiapan pertama, ketahui apa saja yang terjadi pada tubuh saat Anda menjalani diet vegan.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris, disebutkan bahwa populasi masyarakat yang melakukan diet vegan meningkat hingga 350 persen sejak tahun 2008. Motivasi orang-orang melakukan diet vegan pun bervariasi, mulai dari bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kesejahteraan hewan, serta karena kepercayaan tertentu. Apa pun alasannya, diet vegan bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap tubuh.

1-3 bulan pertama

Hal pertama yang dirasakan seseorang yang menjalani diet vegan adalah lebih berenergi. Diet vegan yang terdiri atas sayur, buah-buahan, dan kacang-kacangan menambah ekstra asupan vitamin, mineral, dan serat ketimbang diet yang mengikutkan atau tinggi produk hewani seperti daging merah.

Seiring berjalannya waktu, akan terdapat perubahan dalam proses saluran cerna Anda. Frekuensi buang air besar pun menjadi lebih teratur dan lebih sehat saat Anda menghilangkan produk hewani. Namun, pada minggu-minggu pertama, Anda mungkin akan merasakan kembung, begah, dan banyak gas di perut akibat pola makan yang tinggi serat dan peningkatan karbohidrat yang difermentasi di usus.

3-6 bulan selanjutnya

Beberapa bulan setelah menjalani diet vegan, banyak orang melaporkan bahwa kulit menjadi lebih bersih dan bebas jerawat. Hal ini dikarenakan peningkatan asupan sayur dan buah-buahan (yang tinggi akan antioksidan) dan pengurangan makanan olahan akan membantu menjaga kesehatan kulit Anda.

Namun, saat menjalani diet vegan, cadangan vitamin D dapat berkurang karena sumber utama vitamin D biasanya didapatkan dari daging, ikan, susu, dan produk-produk olahannya. Vitamin D dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker, penyakit jantung, migrain, dan depresi. Cadangan vitamin D hanya akan bertahan di dalam tubuh hingga 2 bulan. Namun, tubuh dapat memproduksi vitamin D dari paparan sinar matahari.

Jadi, jika Anda menjalani diet vegan, pastikan Anda mendapatkan cukup asupan vitamin D melalui makanan yang difortifikasi vitamin D atau dalam bentuk suplemen.

Dalam beberapa bulan menjalani diet vegan, Anda akan merasakan manfaat untuk kesehatan jantung. Diet vegan yang rendah garam dan menghindari makanan olahan akan membantu menurunakan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Selain itu, untuk mencegah kekurangan zat besi, zink, dan kalsium (yang biasanya banyak terdapat pada produk hewani), orang-orang yang menjalani diet vegan dianjurkan untuk mendapatkan asupan tambahan dari suplemen atau makanan lainnya.

6 bulan hingga seterusnya

Menginjak setahun menjalani diet vegan, Anda dapat mengalami defisiensi vitamin B12. Vitamin B12 merupakan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan darah dan sel saraf, dan vitamin B12 ini hanya dapat ditemukan pada produk hewani saja.

Gejala kekurangan vitamin B12 antara lain sesak napas, mudah lelah, kesemutan di tangan dan kaki, serta penurunan daya ingat. Untuk mencegahnya, sebaiknya konsumsi makanan yang telah difortifikasi vitamin B12 atau mengonsumsinya dalam bentuk suplemen. Jika tidak, justru Anda bisa berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung, stroke, dan kerusakan saraf permanen.

Setelah usia 30 tahun, tulang tidak lagi dapat menyerap mineral dan kalsium, dan akan diambil dari tulang untuk digunakan oleh tubuh. Jika Anda tidak menggantikan cadangan kalsium di darah melalui asupan makanan, tulang akan mengalami kekurangan kalsium dan menjadi mudah rapuh. Kalsium sebetulnya bisa didapatkan dari konsumsi sayuran seperti kale atau brokoli. Namun, sayangnya kalsium yang bersumber dari sayuran lebih sulit diserap tubuh. Untuk itu, suplemen atau makanan lain yang difortifikasi kalsium dianjurkan.

Setelah mengetahui apa saja yang terjadi pada tubuh saat Anda menjalani diet vegan, diharapkan Anda bisa melakukan langkah-langkah persiapan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kekurangan vitamin B12, vitamin D, atau kalsium. Kunci penting diet vegan adalah keseimbangan. Sebelum memulai diet vegan, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter atau ahli gizi agar kesehatan tubuh senantiasa terjaga.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar