Sukses

Penyebab Limfoma dan Gejalanya pada Anak

Limfoma merupakan salah satu jenis kanker yang sering menyerang anak-anak. Yuk, kenali gejala dan penyebabnya!

Klikdokter.com, Jakarta Kanker bukan hanya bisa diderita oleh orang dewasa dan kaum lanjut usia. Anak-anak dan bayi pun tak luput dari incaran penyakit ini. Limfoma, atau yang dikenal juga dengan istilah kanker kelenjar getah bening, merupakan kanker ketiga terbanyak yang dialami oleh bayi, balita, hingga remaja. Data menyebutkan bahwa setidakya satu dari 100 anak berusia 0–14 tahun menderita limfoma.

Dibandingkan kanker lain yang juga sering menyerang anak-anak, seperti kanker darah (leukemia) atau kanker di kelenjar adrenal (neuroblastoma), limfoma merupakan jenis kanker yang memiliki peluang kesembuhan lebih besar. Tentu saja jika ditangani dengan tepat sejak dini.

Namun demikian, yang menjadi tantangan adalah sulitnya menentukan diagnosis limfoma pada anak-anak. Pasalnya, anak-anak –khususnya bayi, tidak bisa mengutarakan badan lemas yang berlebihan dan rasa mudah lelah seperti gejala limfoma yang umumnya dirasakan pada orang dewasa.

Hal itulah yang kemudian menyebabkan limfoma pada anak sering terlambat diketahui. Pada akhirnya ini memengaruhi peluang sembuh, bahkan tak jarang berakhir dengan kematian.

Gejala limfoma pada bayi dan anak

Sebelum membahas mengenai gejala limfoma, Anda perlu mengetahui bahwa secara normal, tubuh memiliki ribuan kelenjar getah bening. Kelenjar tersebut tersebar dari kepala hingga ujung kaki.

Kelenjar getah bening sendiri berfungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh yang bertugas menjaga agar tubuh tak mudah terserang infeksi dari luar. Dalam kondisi normal, meskipun kelenjar getah bening jumlahnya sangat banyak, tak satu pun bisa diraba atau dilihat dari luar.

Pada anak yang terkena limfoma, terdapat sel kelenjar getah bening yang berkembang secara berlebihan dan merusak jaringan di sekitarnya. Akibatnya, fungsi kelenjar getah bening yang seharusnya menjaga daya tahan tubuh menurun kinerjanya.

Bayi dan anak-anak yang mengalami limfoma pun akan rentan mengalami infeksi, mudah tertular penyakit, mengalami penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan cenderung lemas atau bahkan tidak aktif bergerak seperti anak seusianya. Sayangnya, hal ini sering tidak disadari oleh orang tua.

Gejala lainnya adalah terjadinya pembesaran kelenjar getah bening. Keberadaan kelenjar getah bening yang seharusnya tidak bisa diraba dan dilihat dari luar pun menjadi besar dan berbentuk benjolan kenyal.

Kelenjar getah bening yang biasanya menjadi tempat pertumbuhan kanker adalah kelenjar getah bening yang terletak di leher, perut, atau lipatan paha. Jadi, jika terdapat benjolan di daerah leher, perut terlihat membesar secara tidak normal, atau ada benjolan di lipat paha, perlu dicurigai kemungkinan terjadi limfoma. Selain itu, benjolan yang diakibatkan oleh limfoma umumnya tidak nyeri.

Jika anak atau kerabat Anda menunjukkan gejala-gejala tersebut, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter. Untuk memastikan adanya limfoma, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, melakukan pemeriksaan darah, dan biopsi kelenjar getah bening.

Penyebab limfoma pada bayi dan anak

Hingga kini, penyebab limfoma pada bayi dan anak juga belum diketahui dengan jelas. Namun demikian, ada beberapa kondisi yang menyebabkan anak lebih rentan mengalami limfoma, yaitu:

  • Anak yang mengalami gangguan imunitas berat, misalnya terinfeksi HIV-AIDS.
  • Anak yang mendapatkan obat untuk melemahkan daya tahan tubuh (obat imunosupresif).
  • Anak yang pernah menjalani radiasi, kemoterapi, atau transplantasi organ.

Pada anak-anak dengan kondisi tersebut, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter setidaknya tiap 3–6 bulan sekali agar kemungkinan terjadi limfoma bisa dideteksi secara dini.

Kanker limfoma sekilas mungkin terlihat seperti benjolan biasa karena tak terasa nyeri. Tapi, jangan anggap remeh. Jadi, jika ada benjolan pada tubuh anak, khususnya di daerah leher, perut, atau lipat paha, segera periksakan anak ke dokter. Bila benjolan tersebut disebabkan karena limfoma, bisa segera diobati dengan tepat dan cepat.

[NP/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar