Sukses

Bolehkah Penderita Asma Ikut Lomba Lari Maraton?

Punya asma namun ingin ikut serta dalam lomba lari maraton? Jangan buru-buru, baca ini terlebih dahulu.

Klikdokter.com, Jakarta Menjelang akhir tahun, berbagai lomba lari maraton mulai kembali marak diadakan baik di dalam maupun luar negeri. Bagi Anda yang tidak memiliki hambatan kesehatan, aktivitas positif ini tentu bisa dilakukan dengan lebih mudah. Namun, bagaimana jika Anda adalah seorang penderita asma? Apakah boleh ikut lomba lari maraton?

Sebelum menjawab itu, Anda perlu tahu bahwa hampir delapan puluh persen penderita asma mengalami exercise-induced asthma atau asma yang dipicu oleh olahraga. Meski demikian, penderita asma tetap diperbolehkan berolahraga. Ya, termasuk melakukan lari maraton.

Lari maraton dengan asma

Berlari adalah salah satu olahraga yang sebenarnya dapat dilakukan oleh penderita asma. Namun perlu diperhatikan bahwa lari maraton tidak sama dengan olahraga lari seperti pada umumnya.

Secara teknis, lari maraton memiliki standar jarak sejauh 42 kilometer. Tentunya, ini sama sekali bukan jarak yang dapat ditempuh dalam durasi yang singkat. Bahkan, bagi orang sehat, mengikuti lari maraton butuh berbagai persiapan matang. Ini artinya, bagi penderita asma yang ingin ikut lari maraton, dirinya mesti melakukan persiapan yang benar-benar matang alias melebihi persiapan orang sehat pada umumnya.

1 dari 2 halaman

Penderita asma persiapkan ini sebelum maraton!

Lantas, apa saja persiapan yang perlu dilakukan oleh penderita asma yang ingin lari maraton?

  • Konsultasi dengan dokter

Meski tampak sehat, biasa berolahraga rutin, dan penyakit asma yang dimiliki terkontrol dengan baik, Anda tetap dianjurkan untuk mengonsultasikan keputusan untuk ikut lari maraton dengan dokter yang merawat. Anda perlu menanyakan apakah ada obat khusus atau perubahan dosis obat yang perlu dikonsumsi selama mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba lari maraton tersebut.

  • Kenali lomba yang Anda ikuti

Di mana lokasi lomba lari maraton diadakan? Apakah lokasi tersebut berudara dingin atau hangat? Bagaimana medan yang akan ditempuh, dan bagaimana perkiraan cuaca saat hari lomba diadakan?

Mengetahui segala hal tersebut sangat penting jika Anda adalah seorang penderita asma yang ingin ikut lomba lari maraton. Pasalnya, kondisi tempat dan suhu udara di tempat lomba turut memegaruhi kondisi saluran pernapasan Anda. Jika tidak memerhatikannya dengan baik, bukan tak mungkin Anda akan mengalami serangan asma di tengah perlombaan.

  • Latihan

Sama seperti pelari maraton lainnya, Anda juga membutuhkan latihan untuk mempersiapkan diri.

Mulailah latihan sejak beberapa minggu atau bulan sebelum lomba diadakan. Pastikan untuk meningkatkan frekuensi latihan sesuai dengan kapasitas tubuh Anda. Jangan lupa mengistirahatkan diri semaksimal mungkin sebelum lomba lari maraton diadakan, agar tubuh berada pada kondisi terbaik saat hari perlombaan.

  • Persiapkan tubuh

Persiapkan tubuh Anda menyambut lari maraton dengan menjaga makan dan mengontrol pemicu asma. Perbaiki pola makan dengan menyeimbangkan menu, memperbanyak sayur dan buah, serta asupan protein yang sehat. Selain itu, hindari paparan alergen yang Anda ketahui dapat memicu kambuhnya serangan asma.

  • Cukupi kebutuhan cairan

Jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan cairan Anda, tak hanya pada hari lomba maraton, tapi juga saat latihan di pekan-pekan sebelumnya.

Di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, berlari di bawah terik matahari dengan udara yang memiliki kelembapan tinggi dapat membuat Anda kehilangan cairan dengan cepat. Mulut dan kerongkongan yang kering juga lebih rentan memicu kambuhnya serangan Asma, sehingga menjaga asupan cairan sebelum, selama, dan setelah lomba lari maraton sangatlah penting.

  • Jangan lupakan obat-obatan

Anda sebaiknya senantiasa membawa obat asma Anda, apalagi jika hendak berlari dengan durasi di atas 45 menit. Tentunya, lari maraton sejauh 42 kilometer akan membutuhkan durasi lebih dari itu, sehingga mempersiapkan dan membawa obat yang tepat menjadi sangat penting dan tidak boleh terlupa.

Konsultasikan dengan dokter apakah Anda perlu membawa obat-obatan tambahan selain inhaler selama berlari, dan kapan obat-obatan tersebut harus dikonsumsi.

Sebagai tambahan, hindari mengikuti lomba lari maraton seorang diri. Ajak teman yang mengetahui tentang penyakit asma yang Anda miliki, sehingga ia dapat membantu jika sewaktu-waktu penyakit Anda tersebut kambuh.

Jangan biarkan asma menghalangi minat Anda untuk ikut serta dalam lomba lari maraton. Dengan segudang persiapan matang, bukan tak mungkin Anda akan meraih posisi pertama saat perlombaan nanti.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar