Sukses

3 Makanan yang Tak Boleh Anda Makan Saat Sarapan

Mengonsumsi makanan ini saat sarapan bisa berdampak negatif, dari lemasnya tubuh hingga potensi serangan jantung pada kemudian hari.

Klikdokter.com, Jakarta “Mulailah pagi dengan sarapan seperti seorang raja, makan siang layaknya pangeran, dan santaplah makan malam seperti seorang jelata.” Kalimat yang populer dalam bahasa Inggris tersebut ternyata dianggap benar dalam dunia medis. Pada pagi hari, saat tubuh bersiap dengan segudang aktivitas, diperlukan makanan dengan porsi cukup dan bergizi lengkap.

Bekal nutrisi ini menjadi bahan bakar yang dapat menentukan performa seseorang di hari tersebut. Walau sarapan diibaratkan makanan raja, bukan berarti Anda boleh menyantap sembarang menu yang Anda suka. Ada menu tertentu yang ternyata pantang untuk dijadikan menu pembuka hari. Simak, apakah jenis makanan ini kerap mengisi sarapan Anda?

1. Nasi putih

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, nasi putih sudah menjadi menu wajib yang harus ada dalam santapan sehari-hari. Baik saat sarapan, makan siang, maupun makan malam. Walaupun karbohidrat, nutrisi utama yang terdapat dalam nasi putih, memang dibutuhkan tubuh, nyatanya kelebihan bahan satu ini dapat memberikan dampak buruk.

Jenis karbohidrat yang ada di dalam nasi putih adalah karbohidrat simpleks. Saat masuk dalam tubuh, karbohidrat simpleks akan segera dicerna dan diubah menjadi pasokan energi. Sayangnya tumpukan energi ini cepat meroket namun cepat juga merosot.

Tak heran bila beberapa jam setelah makan nasi putih dengan porsi banyak, seseorang akan merasa lemas dan mudah mengantuk. Merosotnya energi secara drastislah yang menjadi biang keroknya.

2. Makanan bersantan

Ternyata tidak sedikit, lho, orang yang memilih makanan bersantan untuk sarapannya. Sebut saja nasi uduk atau berbagai jajanan tradisional yang dalam pengolahan menggunakan santan. Hati-hati, rasa gurih dalam santan dapat menjadi bumerang bagi kesehatan.

Santan mengandung asam lemak jenuh low-density lipoprotein (LDL) yang bahaya bila dikonsumsi terlalu sering. Kelebihan asam lemak jenuh akan menyebabkan peningkatan kolesterol darah dan menumpuk di dinding- dinding pembuluh darah. Tak hanya pembuluh darah kecil, tetapi juga pembuluh darah besar seperti yang memperdarahi otak dan jantung.

Bila kebiasaan sarapan dengan menu bersantan menjadi pilihan sehari-hari, waspada stroke dan serangan jantung yang akan menanti pada kemudian hari!

3. Gorengan

Mudah didapat dan murah meriah. Mungkin inilah alasan mengapa gorengan kerap tersaji hampir setiap pagi, baik di meja makan maupun meja kerja di kantor. Hati-hati, bila sering dikonsumsi, gorengan juga dapat menjadi lawan bagi kesehatan.

Minyak yang digunakan menggoreng umumnya merupakan minyak bekas, yang entah kapan terakhir kali diganti oleh penjualnya. Minyak goreng yang telah dipakai berulang kali ini menyimpan radikal bebas dengan kadar yang sangat tinggi.

Radikal bebas merupakan musuh bagi setiap sel di tubuh. Penumpukan zat ini dapat berakibat pada rusaknya kerja tubuh dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker yang dimiliki. Berani coba-coba?

Alih-alih memilih ragam menu makanan yang menjadi pantangan tersebut, mengapa tidak coba menu yang sehat dan tidak kalah lezat untuk menemani sarapan? Roti gandum, misalnya. Karbohidrat kompleks serta tinggi serat di dalamnya mampu menyokong kebutuhan energi untuk aktivitas seharian.

Jangan lupa juga, lengkapi menu sarapan dengan protein seperti selai kacang atau telur rebus. Dengan begitu, kebutuhan energi dan nutrisi sempurna tercukupi untuk padatnya kegiatan yang akan dijalani. Jadi, mau sarapan apa untuk besok?

[RS/RVS]

2 Komentar