Sukses

Kanker Limfoma Hodgkin Lebih Sering Menyerang Pria?

Kanker limfoma Hodgkin diyakini sebagai salah satu kondisi mematikan yang sering menyerang pria. Bagaimana fakta medis yang sebenarnya?

Klikdokter.com, Jakarta Limfoma Hodgkin merupakan penyakit kanker yang menyerang sistem kelenjar getah bening, yang merupakan bagian dari sistem imun manusia. Pada kanker jenis ini, sel-sel di sistem kelenjar getah bening tumbuh berlebihan dan tidak normal.

Kanker limfoma Hodgkin dapat menyerang segala usia. Namun target utama dari penyakit ini adalah mereka yang masih berusia di bawah 20 tahun dan di atas 55 tahun. Lantas, siapa yang paling rentan terhadap penyakit ini? Apakah pria atau wanita?

Faktor risiko kanker limfoma Hodgkin

Terkait hal itu, penelitian menemukan bahwa pria adalah golongan orang yang paling sering mengalami kanker jenis ini. Meski demikian, alasan yang mendasari hal ini masih belum diketahui pasti hingga saat ini.

Perlu Anda ketahui, kanker limfoma Hodgkin adalah penyakit yang penyebab dan faktor risikonya masih terus menjadi misteri. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyakit ini diduga berkaitan dengan kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Keadaan lingkungan
  • Adanya riwayat keluarga (genetik)
  • Usia
  • Jenis kelamin, di mana pria lebih rentan daripada wanita
  • Adanya infeksi virus Epstein-Barr, yang menyebabkan penyakit infeksius mononucleosis

Selain keadaan di atas, penyakit kanker limfoma Hodgkin juga diketahui lebih mudah berkembang pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah, seperti pada penderita HIV.

Tak terbatas pada hal tersebut, penelitian juga mengatakan bahwa penggunaan insektisida dan fungisida menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker Limfoma Hodgkin pada manusia. Hal ini terutama terjadi pada mereka yang berusia di bawah 40 tahun.

Gejala kanker limfoma Hodgkin

Gejala kanker limfoma Hodgkin yang terutama harus diperhatikan adalah adanya pembengkakan kelenjar getah bening di daerah leher, ketiak, atau selangkangan. Adanya rasa lelah berlebihan, demam, keringat malam, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, dan gatal berlebihan juga patut dicurigai sebagai gejala dari kanker jenis ini.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, jangan tunda untuk berobat ke dokter. Selanjutnya, Anda akan mendapatkan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan pencitraan. Tak menutup kemungkinan, dokter juga akan menganjurkan Anda untuk mendapatkan pemeriksaan biopsi kelenjar getah bening.

Mencegah kanker limfoma Hodgkin

Secara umum, tidak ada tindakan khusus yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker. Namun secara khusus, untuk mecegah kanker Limfoma Hodgkin, Anda dapat berupaya menjauhkan diri dari penyakit HIV atau kondisi lain yang membuat kekebalan tubuh berada di tingkat yang paling rendah.

Sementara itu, jika kanker limfoma Hodgkin sudah terlanjur terjadi, pasien wajib melakukan kemoterapi atau terapi radiasi. Selain itu, terapi lain seperti transplantasi sumsum tulang dan imunoterapi yang mentargetkan langsung sel-sel kanker di dalam tubuh pasien juga bisa dilakukan sebagai upaya pengobatan dari kanker jenis ini.

Setelah melakukan segala macam pengobatan, pasien selanjutnya perlu menenangkan kondisi mental. Tak perlu sungkan untuk meminta dukungan moral dari keluarga, sahabat maupun kerabat agar diri bisa lebih termotivasi untuk menghadapi penyakit kanker limfoma Hodgkin. Salam sehat!

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar