Sukses

Yuk, Mengenal Kanker Limfoma dan Gejalanya!

Kanker limfoma merupakan penyakit yang cukup ditakuti. Kenali tanda dan gejala saat seseorang terkena kanker limfoma dari artikel ini.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker limfoma termasuk sebagai salah satu tumor ganas yang dinilai agresif dan berbahaya. Jenis kanker ini juga populer dengan sebutan kanker kelenjar getah bening.

Penyakit kanker – termasuk limfoma – adalah salah satu momok di dunia kesehatan di Indonesia. Bagaimana tidak, beragam jenis kanker masih jadi penyakit yang menyebabkan kematian dengan angka tertinggi di Indonesia.

Kanker limfoma di Indonesia

Menurut data di Indonesia, jumlah kasus baru kanker limfoma Hodgkin (salah satu varian kanker limfoma) mencapai 1.168, dengan jumlah kematian sebesar 687. Mirisnya, angka ini diprediksi akan mengalami peningkatan pada tahun 2020 dengan kasus baru mencapai 1.313 dan angka kematian sebesar 811.

Kanker limfoma adalah kanker dari sistem getah bening, sebagai jaringan yang berfungsi untuk memproduksi sel pertahanan tubuh yang disebut dengan limfosit. Sel limfosit ini bertugas untuk melawan aneka kuman dan mencegahnya agar tidak menginfeksi tubuh.

Sebab, bila sel-sel di jaringan-jaringan ini tumbuh secara berlebihan dan tidak terkontrol, maka terjadilah kanker.

Yang termasuk dalam sistem limfatik (sistem getah bening) manusia termasuk di antaranya nodus limfatik (kelenjar getah bening), limpa, kelenjar timus, dan sumsum tulang. Kanker limfoma dapat terjadi pada semua organ getah bening tersebut, termasuk pula berbagai area lain dalam tubuh.

1 dari 2 halaman

Jenis dan gejala kanker limfoma

Sesungguhnya, kanker limfoma terdiri dari bermacam-macam jenis. Namun, dua jenis kanker limfoma yang paling sering menyerang adalah kanker limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Jenis limfoma Hodgkin adalah yang terbanyak ditemukan, namun memiliki angka keberhasilan terapi yang paling baik. Hingga 80 persen kasus limfoma Hodgkin bisa disembuhkan bila terdeteksi secara dini.

Untuk dapat mengenali tanda-tandanya, berikut ini adalah gejala kanker limfoma:

  1. Terjadinya pembengkakan tanpa rasa nyeri di area-area getah bening, misalnya leher, ketiak, atau selangkangan
  2. Badan lemas yang terjadi terus menerus
  3. Demam
  4. Sering muncul keringat di malam hari
  5. Sesak napas
  6. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya

Penyebab kanker limfoma

Adapun penyebab dari kanker limfoma belum diketahui secara pasti. Mutasi genetik yang terjadi pada sel limfosit akan membuat sel memperbanyak diri secara tidak terkontrol. Sayangnya, sel limfosit yang bertambah ini bukanlah sel yang sehat dan tidak dapat bekerja seperti sel limfosit normal.

Penambahan jumlah sel limfosit inilah yang kemudian menyebabkan nodus limfatik dan area-area lain mengalami pembengkakan. Terjadinya mutasi genetik belum diketahui apa penyebabnya. Meski demikian, beberapa faktor risiko berikut dapat dikaitkan dengan kanker limfoma:

  1. Usia

Beberapa tipe limfoma lebih sering ditemukan pada orang yang berusia dewasa. Umumnya, usia saat terdeteksi kanker limfoma adalah 55 tahun.

  1. Jenis kelamin

Menurut penelitian, jenis kelamin pria lebih mungkin terkena kanker limfoma dibandingkan wanita.

  1. Memiliki gangguan sistem imun

Bila sebelumnya seseorang telah mengalami penyakit yang berkaitan dengan sistem imun, misalnya pada penderita HIV/ AIDS, ataupun pasien yang mengonsumsi obat yang menekan kerja sistem imun, maka risiko terkena kanker limfoma menjadi lebih besar.

  1. Terinfeksi kuman tertentu

Tiga jenis infeksi oleh virus Epstein-Barr, virus Hepatitis C, dan Helicobacter pylori dikatakan dapat meningkatkan risiko mengalami kanker limfoma.

  1. Faktor lingkungan

Jenis kanker limfoma non-Hodgkin berkaitan dengan faktor lingkungan, misalnya bahan kimiawi (pestisida, herbisida, pelarut kimia, pengawet kayu, dan pewarna rambut), kemoterapi, serta paparan radiasi.

Dalam menangani kanker limfoma, langkah yang diambil tergantung pada tipe kanker limfoma yang dimiliki serta tahap perkembangan kanker yang terjadi. Secara umum, pilar penanganan kanker limfoma terdiri dari pengobatan kemoterapi, radiasi, dan transplantasi sumsum tulang.

Adapun angka kesembuhan kasus limfoma dapat lebih tinggi bila kanker tersebut dapat dikenali sejak dini, sehingga pengobatan yang dilakukan tidak terlambat. Mengingat bahwa angka kesembuhan kasus kanker limfoma Hodgkin yang sangat tinggi, maka sangat penting untuk memahami tanda dan gejala penyakit ini.

Penyakit kanker limfoma tidak dapat dianggap remeh. Sebab, jumlah penderitanya di Indonesia ternyata tidak sedikit. Deteksi dini dan penanganan segera adalah dua kunci utama untuk memeranginya. Jadi, bila muncul benjolan di tubuh, walaupun ukurannya kecil sekalipun, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk penanganan dini.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar