Sukses

Haruskah Dioperasi Jika Punya Sinusitis?

Gejala sinusitis sering kali terasa mengganggu. Tetapi, apakah kondisi ini selalu membutuhkan operasi?

Klikdokter.com, Jakarta Banyak orang yang mengalami sinusitis sangat terganggu dengan gejala yang dialami. Hal ini terkadang membuat mereka buru-buru ingin melakukan operasi. Tetapi, apakah semua sinusitis harus dioperasi?

Sebelum mengetahui jawabannya, penting untuk mengenal sekilas tentang sinusitis. Sinusitis, atau sering disebut dengan rinosinusitis, merupakan peradangan pada rongga sinus. Sinus adalah rongga kecil di belakang tulang pipi dan dahi yang terhubung dengan bagian dalam hidung.

Kondisi sinusitis menyebabkan mukosa yang melapisi sinus membengkak sehingga menghambat pengaliran lendir ke hidung dan tenggorok, yang pada akhirnya menimbulkan hidung tersumbat.

Penyebab dan gejala sinusitis

Peradangan pada sinus bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, maupun alergi. Tapi selain itu, sinusitis juga dapat dipicu oleh adanya infeksi pada gigi yang tidak diobati. Sering kali, sinusitis juga dicetuskan oleh selesma (common cold) yang merupakan infeksi virus.

Sinusitis dibagi menjadi sinusitis akut (berlangsung 2-4 minggu), sub akut (berlangsung 4-12 minggu), dan kronis (jika lebih dari 12 minggu). Ada juga sebutan lain, yaitu sinusitis berulang, jika terjadi beberapa kali dalam satu tahun.

Tanda dan gejala sinusitis, antara lain:

  • Hidung tersumbat
  • Nyeri atau rasa penekanan pada wajah
  • Ingus berwarna hijau atau kuning
  • Postnasal drip (ingus yang turun ke tenggorok)
  • Sakit kepala
  • Berkurangnya penciuman
  • Sakit gigi
  • Bau mulut
  • Demam

Apakah semua sinusitis harus dioperasi?

Kabar baiknya, tidak semua sinusitis harus dioperasi. Sinusitis umumnya dapat diobati dengan pemberian antibiotik (bila disebabkan oleh infeksi bakteri) dan pelega napas (dekongestan). Pada beberapa kasus dapat pula diberikan steroid sebagai antiradang dan juga obat-obatan antinyeri lainnya. Selain itu, rutin melakukan cuci hidung menggunakan larutan air garam juga membantu mengatasi sinusitis.

Bila sinusitis tidak mengalami perbaikan setelah pemberian obat yang memadai dan rutin melakukan cuci hidung, barulah operasi bisa menjadi pilihan terapi.

Orang dengan sinusitis harus melakukan operasi jika ada tanda-tanda berikut ini:

  1. Sinusitis kronis yang tidak membaik setelah terapi yang memadai
  2. Sinusitis kronis disertai kelainan struktur, contoh septum deviasi (tulang hidung bengkok)
  3. Adanya polip hidung
  4. Adanya komplikasi sinusitis, seperti meningitis, abses otak, atau infeksi ke tulang di sekitar sinus
  5. Sinusitis yang disebabkan oleh jamur

Saat ini, teknik bedah sinus endoskopi fungsional (FESS) merupakan operasi terkini untuk mengatasi sinusitis kronis. Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki aliran lendir di sinus, dengan melebarkan jalur pengaliran sinus. Salah satu keuntungan lain dari operasi sinus ialah mempermudah penghantaran obat semprot hidung.

Cara mengatasi sinusitis di rumah

Selain antibiotik dan pelega napas, beberapa cara ini juga dapat membantu mengurangi keluhan sinuistis:

  • Istirahat yang cukup.
  • Banyak minum air.
  • Mengonsumsi obat antinyeri, seperti parasetamol atau ibuprofen.
  • Menggunakan humidifier atau
  • Menghirup uap hangat dari mangkuk berisi air panas.
  • Cuci hidung menggunakan air garam.

Tidak ada cara pasti untuk mencegah sinusitis. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan seperti tidak merokok, mencuci tangan, dan menjauhi benda-benda yang membuat Anda alergi. Jika Anda mengalami gejala sinusitis, segera periksakan kondisi Anda ke dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher terdekat. Bila ditangani dengan cepat dan tanpa komplikasi, sebagian besar sinusitis tidak membutuhkan operasi.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar