Sukses

6 Tanda Anda Membeli Sunblock yang Salah

Sudahkah Anda memilih sunblock yang tepat? Ini tipsnya agar tak salah beli dan jadi buang-buang uang.

Klikdokter.com, Jakarta Tinggal di negara beriklim tropis seperti di Indonesia membuat Anda terpapar sinar matahari hampir sepanjang tahun. Namun, paparan sinar matahari berlebih di waktu yang tidak tepat dapat berbahaya bagi kulit. Selain mempercepat penuaan dini, hal ini juga bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Untuk itu, penggunaan tabir surya (sunblock) secara rutin sangat dianjurkan.

Tapi, sudahkah Anda memilih sunblock dengan tepat? Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan orang dalam membeli tabir surya. Berikut di antaranya:

  1. Memilih sunblock dengan SPF yang salah

Penggunaan tabir surya dengan SPF 20 sebetulnya sudah cukup jika aktivitas Anda banyak di dalam ruangan. Namun, di kala Anda banyak terpapar sinar matahari dan menghabiskan waktu di luar ruangan, gunakanlah tabir surya dengan SPF lebih tinggi (misalnya SPF 30 atau 45). Produk dengan SPF 15 dapat memblok sinar UVB sebanyak 94%, SPF 30 sebesar 97%, dan SPF 45 sebesar 98%.

  1. Memilih produk kombinasi

Banyak produk kosmetik seperti BB cream, foundation, pelembap, atau losion antinyamuk yang mengandung sunblock. Secara ekonomis tentu memang lebih hemat karena Anda hanya perlu membeli satu jenis produk saja. Terkadang ketika Anda sudah memakai kosmetik, Anda cenderung malas untuk mengaplikasikan sunblock berulang kali. Padahal sunblock harus diaplikasikan setiap 2 jam sekali.

Tentu Anda tidak mungkin, kan, menggunakan foundation setiap 2 jam sekali? Jadi sebaiknya pilihlah sunblock yang terpisah dari produk lainnya.

  1. Membeli satu produk sunblock untuk tubuh dan wajah

Anda sering melakukan hal ini karena malas harus membeli banyak produk? Mulai sekarang, cobalah untuk mengubahnya. Kulit wajah berbeda dengan kulit di area tubuh lain, lebih sensitif dan lebih rentan mengalami iritasi. Jika kulit wajah Anda termasuk sensitif. menggunakan tabir surya untuk tubuh, terlebih yang mengandung SPF tinggi, dapat membuat Anda berjerawat.

  1. Kulit Anda terasa terbakar

Apa pun jenis produk yang dioleskan di kulit, bisa menyebabkan risiko alergi di kulit. Jika setelah mengoleskan sunblock Anda merasakan kulit gatal dan terbakar, segeralah bersihkan dan bilas produk tersebut dengan air mengalir. Bisa jadi kulit Anda mengalami reaksi alergi atau iritasi terhadap produk sunblock yang digunakan.

  1. Produk disimpan di bawah sinar matahari atau di tempat yang panas

Jika Anda hendak membeli sunblock di toko, sebaiknya perhatikan tempat penyimpanan produknya. Jika produk tersebut disimpan di tempat yang panas atau di bawah sinar matahari, abaikan dan jangan dibeli. Sunblock yang disimpan di tempat bersuhu tinggi dapat menjadi kurang efektif karena kandungannya akan rusak.

  1. Menjanjikan waterproof atau tahan air

Produk sunblock sebaiknya tidak menjanjikan atau melabeli dengan istilah “waterproof” atau “tahan air”. Label waterproof akan membuat orang menjadi malas untuk mengaplikasikan ulang. Padahal sunblock yang waterproof pun memiliki durasi bertahan di kulit dalam jangka waktu tertentu, misal 40 atau 80 menit. Untuk itu, meski tercantum waterproof, tetap ulangi aplikasinya setiap 2 jam sekali.

Jadi sebelum Anda membeli sunblock, perhatikan dulu hal-hal di atas. Pemilihan dan penggunaan sunblock yang tidak tepat akan membuat perlindungan kulit terhadap paparan sinar matahari malah menjadi tidak efektif. Jangan lupa juga aplikasikan pemakaiannya paling tidak setiap 2 jam sekali. Terlebih jika Anda banyak berkeringat atau usai membasuh diri dengan air.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar