Sukses

6 Manfaat Lari Maraton untuk Kesehatan

Lari maraton tak hanya membakar kalori, lho! Ada sederet manfaat lainnya jika melakukan olahraga ini. Apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Jakarta Maraton 2018 bakal berlangsung bulan Oktober mendatang. Untuk Anda yang sudah berbulan-bulan melakukan persiapan, pasti sudah tak sabar dengan ajang lari ini. Tapi untuk Anda yang hanya ingin jadi “tim hura-hura”, tak ada salahnya untuk lebih rajin berlatih. Ketahuilah bahwa lari maraton, jika dilakukan dengan tepat, dapat mendatangkan sejumlah manfaat untuk tubuh.

Lari merupakan salah satu macam olahraga kardio. Seperti yang Anda ketahui, kardio adalah tipe olahraga yang baik untuk kesehatan jatung. Selain lari, olahraga lain yang termasuk kardio, di antaranya berjalan, berenang, bersepeda, dan senam aerobik.

Lari dapat dibagi menjadi dua macam, yakni lari dengan patokan jarak dan lari dengan patokan kecepatan. Pada kegiatan lomba lari biasanya ada kategori lari jarak 5 km, 10 km, 21 km, dan 42 km. Lari maraton adalah salah satu tipe lari jarak jauh (42 km), dan ini termasuk olahraga berat. Belum tentu pelari jarak 5 km, 10 km, ataupun 21 km dapat melakukan lari maraton.

Persiapan lari maraton berbeda dengan lari biasa. Pelari maraton selain harus latihan secara rutin, mereka juga harus menjaga pola makan. Latihan rutin akan meningkatkan daya tahan tubuh (endurance) sehingga dapat menempuh jarak jauh.

Jika dilakukan dengan tepat, lari maraton dapat memberikan banyak manfaat untuk tubuh, seperti:

1. Membakar kalori seluruh tubuh

Lari maraton membuat tubuh lebih aktif dan membakar kalori seluruh tubuh. Karena itu, lari maraton merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan berat badan.

2. Membentuk tubuh

Lari merupakan olahraga yang membuat hampir seluruh otot tubuh bekerja. Tak heran bila lari maraton dapat membentuk tubuh, terutama otot, menjadi lebih kencang sehingga tubuh terlihat lebih ramping. Coba saja perhatikan para atlet maraton, pasti tubuhnya terbentuk!

3. Sarana bersosialisasi

Kegiatan lari memang dapat dilakukan sendirian. Namun, banyak juga kegiatan lari yang dilakukan bersama-sama dengan keluarga atau teman, contohnya Jakarta Marathon 2018. Dengan mengikuti ajang lari ini, Anda dapat bertemu dengan teman-teman pencinta lari lainnya sehingga ini adalah kesempatan baik untuk bersosialisasi. Tahu, kan, kalau bersosialisasi dapat membuat orang panjang umur?

4. Meningkatkan suasana hati

Saat Anda berolahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin. Hormon endorfin adalah hormon yang menyebabkan perasaan bahagia. Setelah lari maraton usai, stres yang Anda rasakan pun bisa menguap, berganti dengan perasaan senang dan bahkan percaya diri.

5. Meningkatkan kemampuan tubuh

Seperti yang Anda tahu, lari maraton membutuhkan latihan yang rutin dan cukup berat. Latihan dimulai dari jarak yang sedikit jauh seperti 5 km dan bertahap. Ini berarti Anda melatih tubuh untuk meningkatkan batas kemampuannya secara perlahan sampai mencapai jarak yang diinginkan.

6. Melatih jantung

Lari akan memperkuat otot jantung sehingga peredaran darah – terutama darah bersih yang kaya akan oksigen – ke seluruh tubuh menjadi lancar. Namun, lari maraton yang dilakukan dengan sangat dipaksakan justru dapat berbahaya bagi kesehatan jantung. Oleh karena itu, sebelum lari maraton sebaiknya persiapkan diri Anda dengan baik. Latihan secara rutin dan tes kesehatan sebelum melakukan lari maraton sangatlah penting.

Sekarang Anda sudah tahu, kan, manfaat lari jarak jauh seperti maraton? Namun, jika Anda memiliki gangguan kesehatan, sebaiknya tak usah memaksakan diri lari sejauh 42 km. Bila memungkinkan, Anda bisa berdiskusi dulu dengan dokter sebelum melakukannya. Untuk Anda yang sudah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari, selamat mengikuti ajang Jakarta Marathon 2018!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar