Sukses

Menyikat Gigi Sebaiknya Seberapa Sering?

Menjaga kesehatan gigi dengan menyikatnya sangatlah penting. Seberapa sering sebaiknya menyikat gigi dilakukan? Simak jawabannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Menyikat gigi merupakan langkah utama bila Anda menginginkan gigi yang bersih dan sehat. Karena itu, menyikat gigi setelah mengunyah berbagai jenis tekstur dan rasa makanan yang berbeda dapat membuat gigi Anda terjaga kebersihannya. Lantas, sebetulnya seberapa sering Anda dihariskan untuk menyikat gigi agar mendapat manfaat yang optimal?

Dilansir dari Mayo Clinic, American Dental Association merekomendasikan untuk menyikat gigi sebanyak dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride pada pagi dan malam hari sebelum tidur.

Prinsip menyikat gigi untuk orang dewasa dan anak-anak

Dikatakan oleh drg. Callista Argentina dari KlikDokter, fluoride membuat lapisan enamel gigi menjadi lebih kuat dan sangat baik untuk gigi sensitif orang dewasa. Lantas, apakah menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi ber-fluoride juga memberikan efek positif untuk anak-anak?

Ya, prinsip waktu dan frekuensi sikat gigi antara orang dewasa dan anak-anak sama saja. Namun, ada aturan berbeda terhadap penggunaan pasta gigi ber-fluoride. Menurut drg. Callista, anak usia 0-2 tahun disarankan untuk menyikat giginya dengan air saja. Bila ingin menggunakan pasta gigi, konsultasikan terlebih dulu kepada dokter supaya aman.

Umumnya, dokter akan memperbolehkan anak Anda menyikat gigi dengan pasta gigi ber-fluoride apabila diberikan hanya seukuran biji gandum. Sedangkan anak-anak yang berusia 3-6 tahun sudah diperbolehkan menggunakan pasta gigi ber-fluoride khusus anak-anak, dengan takaran seukuran biji kacang polong.

Pemberian pasta gigi ber-fluoride pada anak memang mesti diperhatikan. Apabila pasta gigi ber-fluoride diberikan terlalu banyak kepada anak-anak di bawah umur, maka ini dapat mengakibatkan munculnya fluorosis atau bercak putih di permukaan gigi yang bisa menetap. Sebaliknya, jika anak berusia di atas 6 tahun secara rutin sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi tersebut, hasilnya mereka akan memiliki karies gigi yang lebih sedikit.

1 dari 2 halaman

Boros pasta gigi saat menyikat gigi, ada efeknya?

Sementara itu, dilansir dari Huffington Post, terlalu sering menyikat gigi dan terlalu banyak menggunakan pasta gigi nyatanya tidak memberikan efek positif apa pun. Menurut Dr. Thomas Abrahamsen, seorang peneliti klinis terkemuka di bidang kedokteran gigi mengatakan, banyak pasiennya yang menyalahgunakan pasta gigi karena mereka tidak menyukai warna giginya. Mereka percaya, semakin sering mereka menyikat giginya, semakin putih gigi yang dihasilkan.

Anggapan ini memang tak sepenuhnya salah. Menyikat gigi memang dapat menghindarkan Anda dari penyakit gusi, plak, dan gigi berlubang. Namun jika terlalu sering menyikat gigi ditambah borosnya pemakaian pasta gigi malah akan membuat email gigi menipis dan membuat warna permukaan gigi  jadi gelap. Tentu Anda tak mau hal itu sampai terjadi, kan?

Apabila Anda telanjur mengonsumsi makanan atau minuman dengan kadar asam (acid) yang tinggi, jangan langsung menyikatnya. Sebab, jika Anda langsung menyikatnya, hal tersebut akan melemahkan email (lapisan terluar) gigi. Setidaknya tunggulah selama 40 menit atau lebih baik sikatlah gigi Anda sebelum mengonsumsi makanan atau minuman dengan kadar asam tinggi sebagai perlindungan pertama.

Dalam rangka Hari Kesehatan Gigi dan Mulut yang jatuh setiap tanggal 12 September, yuk jaga kesehatan gigi, gusi, dan mulut Anda dari sekarang! Caranya pun tak sulit. Biasakan menyikat gigi dua kali sehari pada pagi dan malam hari sebelum tidur, berkumur dengan obat kumur antibakteri, mengganti sikat gigi 3-4 bulan sekali, makan makanan sehat, serta lakukan pemeriksaan gigi ke dokter secara rutin. Dijamin, gigi bersih, dan sehat pun bukan hanya impian!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar