Sukses

Cegah Depresi dengan Rutin Olahraga

Tak melulu dengan obat, depresi ternyata bisa dicegah dengan rutin berolahraga. Cari tahu selengkapnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Hidup di kota-kota besar membuat tekanan dan beban hidup yang ditanggung semakin tinggi. Hal ini pada akhirnya dapat menimbulkan perasaan tertekan dan stres, yang ujung-ujugnya adalah depresi.

Depresi dapat diartikan sebagai kondisi kelainan suasana hati, yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat terus-menerus atau tidak mood. Kondisi yang termasuk sebagai gangguan mental ini biasanya akan memengaruhi seseorang dalam berpikir dan berperilaku, serta dapat memicu berbagai masalah fisik maupun psikis. Bahkan, tak sedikit pengidap depresi yang akhirnya mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Saking bahayanya depresi, medis mengajurkan Anda untuk berupaya sekuat tenaga agar tidak mengalami gangguan mental tersebut apalagi hingga berlarut-larut. Dalam hal ini, salah satu upaya yang bisa diterapkan adalah berolahraga secara rutin dan teratur.

Tangkal depresi dengan olahraga

Penelitian yang diumumkan melalui jurnal American Journal of Psychiatry mengungkapkan bahwa depresi dan gangguan cemas memiliki hubungan yang erat dengan gangguan di tubuh maupun otak. Jika ditinjau dengan fisiologi, depresi berarti saraf simpatis di otak Anda dipaksa bekerja secara aktif. Itu membuat detak jantung lebih cepat dan berkeringat.

Nah, dengan olahraga, saraf parasimpatis―yang membuat otak dan tubuh relaks―yang yang tidak bekerja pada saat stres bisa diaktifkan kembali. Hal ini membuat tubuh bisa menjadi relaks, pencernaan menjadi bagus, dan detak jantung menjadi stabil.

Jenis dan durasi olahraga untuk cegah depresi

Untuk benar-benar menangkal depresi dan gangguan mental sejenisnya, olahraga yang dipilih bisa berupa aerobik seperti joging, berenang, bersepeda, dan jalan kaki. Ini karena The Journal of Clinical Psychiatry menjelaskan bahwa jenis olahraga tersebut dapat melancarkan peredaran darah ke otak, yang membuat sistem limbik (mengatur motivasi dan mood), amigdala (mengatur emosi, insting bertahan, dan memori), serta hipokampus (mengatur memori) dapat berfungsi dengan lebih baik.

Selain aerobik, olahraga yang melatih kekuatan otot seperti angkat beban juga disebut efektif dalam mencegah depresi, dan meningkatkan kesehatan fisik maupun mental.

Terkait durasi olahraga untuk cegah depresi, peneliti memberikan saran bahwa Anda perlu melakukannya selama 30 hingga 60 menit sebanyak tiga hingga lima kali dalam seminggu. Jika lebih dari waktu yang dianjurkan, peneliti percaya bahwa hal tersebut bisa memicu dampak yang lebih buruk pada kesehatan mental Anda.

Jadi, jika Anda tak ingin depresi, tak ada salahnya untuk berolahraga secara rutin dan teratur mulai saat ini. Upayakan agar durasi olahraga yang Anda lakukan sesuai dengan yang disebutkan di atas.

Jangan lupa untuk mengombinasikan olahraga yang Anda pilih dengan penerapan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang setiap hari, hindari rokok maupun konsumsi alkohol, serta selalu penuhi waktu istirahat setiap hari. Dengan itu semua, depresi dan masalah kesehatan mental sejenisnya  - termasuk keinginan untuk bunuh diri - benar-benar tak akan terjadi.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar