Sukses

Bagaimana Kolesterol Dapat Memicu Alzheimer?

Baru-baru ini ditemukan pemicu lain dari Alzheimer. Kolesterol diduga bertanggung jawab atas penyakit lupa ingatan ini. Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Alzheimer adalah satu penyakit yang paling ditakuti ketika seseorang menjadi tua atau memasuki fase lanjut usia (lansia). Ada yang menyebutkan bahwa penyakit dengan tipe degeneratif ini bisa muncul akibat tingginya kadar kolesterol dalam tubuh seseorang.

Sebuah studi baru yang dipimpin oleh para peneliti di University of Cambridge di Inggris, menyimpulkan bahwa ternyata kolesterol memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit Alzheimer.

Menurut Medical News Today, kolesterol adalah zat berlilin yang dapat menumpuk di dinding arteri, berpotensi menyebabkan masalah kesehatan. Sekitar 71 juta orang di Amerika Serikat hidup dengan tingkat low-density lipoprotein (LDL) tinggi yang merupakan kolesterol jahat dalam tubuh.

Dalam hal ini, kondisi tersebut lebih sering dihubungkan dengan penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke. Meski demikian, kolesterol ternyata juga merupakan salah satu penyebab Alzheimer atau lupa ingatan.

Kolesterol meningkatkan risiko Alzheimer

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Chemistry menunjukkan bahwa kolesterol juga bisa bertindak sebagai katalis untuk kelompok protein yang disebut amyloid-beta, yang terbentuk di otak.

Penumpukan amyloid-beta akan membentuk plak yang beracun bagi fungsi otak, sehingga dapat membunuh sel-sel otak. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan Alzheimer.

Meski demikian, para ilmuwan mengatakan bahwa molekul amyloid-beta seharusnya tidak berkumpul dan menempel di otak karena biasanya hanya hadir dalam jumlah sedikit dan tersebar di seluruh otak.

Namun, tim Cambridge kemudian bergabung dengan para peneliti di Lund University di Swedia untuk menyelidiki bagaimana amyloid-beta mengelola pembentukan plak pada penyakit Alzheimer.

Mereka mengungkapkan bahwa amyloid-beta dapat menempel pada lipid, yakni sejenis molekul tak larut yang mencakup lemak, steroid, fosfolipid, dan lilin. Membran sel lipid tersebut mengandung kolesterol.

Jika amyloid-beta bertemu dengan molekul amyloid-beta lainnya yang terjebak di membrane lipid, gugus akan mulai terbentuk. Tercatat dalam penelitian tersebut bahwa adanya kolesterol menyebabkan plak amyloid-beta berkembang 20 kali lebih cepat daripada yang seharusnya, sehingga meningkatkan risiko Alzheimer.

1 dari 2 halaman

Mengurangi asupan kolesterol dapat mengurangi risiko Alzheimer?

Penelitian sebelumnya telah menjabarkan hubungan antara kolesterol dan Alzheimer. Para ilmuwan tahu bahwa beberapa gen yang memproses kolesterol di otak juga terlibat sebagai pemicu Alzheimer. Akan tetapi, belum jelas bagaimana mereka saling terkait.

Para ilmuwan bahkan belum yakin asupan kolesterol berperan dalam mengurangi faktor risiko Alzheimer. Namun, Prof. Michele Vendruscolo dari Center for Misfolding Diseases di University of Cambridge mengatakan bahwa sebenarnya bukan kolesterol itu sendiri yang menjadi masalah, tetapi bagaimana mengontrolnya.

"Yang seharusnya dipertimbangkan adalah bukan cara menghilangkan kolesterol dari otak, tetapi tentang bagaimana mengontrol peran kolesterol dalam penyakit Alzheimer melalui interaksinya dengan amyloid-beta. Kami tidak mengatakan bahwa kolesterol adalah satu-satunya pemicu, tapi pasti salah satunya," ujar Prof. Vendruscolo.

Prof. Vendruscolo juga menjelaskan bahwa kolesterol dipindahkan ke seluruh tubuh oleh zat pembawa protein khusus seperti ApoE, yang juga dicurigai sebagai faktor risiko pemicu Alzheimer. Pada lansia, pembawa protein tersebut tidak bekerja secara efektif, sehingga mengganggu pergerakan kolesterol di sekitar tubuh dan memicu Alzheimer.

Kini Anda telah mengetahui bagaimana bisa kolesterol dapat memicu penyakit Alzheimer. Jika tidak ingin terkena Alzheimer pada hari tua, mulai hari ini kendalikanlah kadar kolesterol Anda. Biasakan mengonsumsi makanan yang rendah lemak jahat agar tubuh terhindar dari berbagai penyakit.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar