Sukses

Anak Bilingual Jauh dari Alzheimer

Salah satu cara agar terhindar dari Alzheimer sejak dini adalah dengan mempelajari banyak bahasa. Simak penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Semakin sering Anda mempelajari banyak hal, semakin terasah pula daya ingat yang dimiliki. Apalagi jika itu dilakukan sedari kecil, tentu efeknya akan baik pula untuk masa depan. Salah satunya, Anda bisa mencegah terjadinya Alzheimer di kemudian hari.

Bicara soal mengasah daya ingat, salah satu cara paling efektif adalah belajar banyak bahasa. Sebab, Anda akan terus mempraktikkannya setiap saat sehingga hal tersebut menempel di kepala Anda.

Lantas, apakah Anda dulu termasuk anak yang dibesarkan dengan mempelajari dua bahasa alias bilingual? Atau, kini Anda sedang membesarkan anak dengan mengajarkannya dua bahasa sekaligus?

Jika ya, ada kabar baik untuk Anda. Dilansir dari South China Morning Post, membesarkan anak dengan dua bahasa alias bilingual akan meningkatkan kinerja akademis mereka secara keseluruhan. Bahkan, hal tersebut juga melindungi anak Anda dari penyakit Azheimer di kemudian hari.

Manfaat belajar dua bahasa untuk mencegah Alzheimer

Ahli saraf kognitif, Dr. Laura-Ann Petitto mengatakan bahwa negara Hong Kong kini akan menerapkan trilingualisme (tiga bahasa) di sekolah-sekolahnya. Bahasa Cina dan bahasa Inggris pun akan diajarkan di seluruh penjuru, karena adanya permintaan yang kuat dari para orang tua siswa yang sudah menyadari manfaat mempelajari banyak bahasa.

“Ketika Anda mempelajari dua bahasa di awal kehidupan, otak akan membentuk dua representasi berbeda. Semakin awal Anda mengenalkan berbagai bahasa kepada anak, semakin kuat pula representasi si anak terhadap hal tersebut,” jelas Dr. Laura-Ann Pettito.

“Pembelajaran dua bahasa atau lebih akan menghasilkan proses neurologis otak yang sangat kompleks, sehingga memungkinkan si Kecil terhindar dari proses pikun akut atau dalam hal ini adalah Alzheimer,” tambahnya.

Nah, jika Anda ingin si Kecil merasakan manfaat tersebut, jangan sungkan untuk mengajarkannya dua bahasa atau lebih saat dirinya berusia tiga hingga enam tahun. Jikapun Anda ingin mengajarkannya di luar anjuran usia tersebut, tidak mengapa. Namun, ketika usia anak telah melewati delapan tahun, proses pembelajaran dan penyerapan dua bahasa akan berjalan kurang optimal.

Memahami konteks berbahasa

Selain memperhatikan kapan waktu yang tepat untuk belajar banyak bahasa, perhatikan pula dengan siapa nantinya anak tersebut mempraktikkannya. Untuk tahap pertama, biarkan si Kecil mempraktikkannya dengan keluarga. Kemudian, biarkan ia bergabung dengan berbagai komunitas yang berkomunikasi dengan bahasa tersebut.

Semakin sering anak Anda berkomunikasi dengan lawan bicara yang menggunakan, misalnya bahasa Inggris (terutama native speaker), semakin paham pula ia tentang konteks-konteks pembicaraan yang ada. Tentunya hal itu membuat si Kecil menjadi lebih pandai dan memahami bahasa kedua yang ia pejalari.

Mulai saat ini, tak perlu ragu bila Anda ingin mengajarkan lebih dari satu bahasa kepada si Kecil. Pasalnya, Dr. Laura-Ann Petitto menyebut bahwa orang-orang bilingual terbukti memiliki area bahasa yang lebih besar di jaringan otak kirinya ketimbang orang monolingual. Menurutnya, anak-anak bilingual juga memiliki bakat akademis yang lebih hebat dan bisa menyelesaikan tugas akademis dengan baik serta cepat. Anak yang demikian pun tidak akan kebingungan saat berada di dunia orang dewasa.

Selain itu, Dr. Laura-Ann Petitto juga menekankan bahwa mereferensikan kepada anak untuk menjadi bilingual tidak akan membuat dirinya menjadi bingung. Karena pada dasarnya, otak manusia yang masih muda akan sangat mudah menyerap pejalaran.

Jadi, untuk Anda yang belum mengajarkan dua bahasa (bilingual) kepada si Kecil, lebih baik mulailah dari sekarang. Dengan demikian buah hati Anda semakin pandai dalam hal akademis dan sosial, sekaligus terhindar dari Alzheimer alias penyakit pikun.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar