Sukses

Kenali Keinginan Bunuh Diri pada Anak

Sama seperti pada orang dewasa keinginan untuk bunuh diri juga bisa muncul pada anak. Sebelum terlambat, kenali ciri-cirinya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Angka bunuh diri pada anak memang terbilang rendah jika dibandingkan dengan orang dewasa. Meski demikian, sekali hal itu terjadi, bunuh diri pada anak akan meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi lingkungannya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention yang dilansir dari Psychology Today, setidaknya 2 dari 1 juta anak berusia 5-11 tahun meninggal karena bunuh diri. Sebanyak 52 dari 1 juta remaja berusia 12 hingga 17 tahun pun meninggal akibat kasus yang sama.

Bahkan di Amerika Serikat, rata-rata 33 anak di bawah usia 12 tahun bunuh diri setiap tahunnya. Melihat fenomena kasus bunuh diri yang semakin sering terjadi, tandanya Anda harus lebih waspada dengan perilaku anak.

Pemahaman anak terhadap bunuh diri

Mungkin Anda sempat menyepelekan bahwa anak-anak tidak mungkin mengarah pada percobaan bunuh diri karena terlalu kompleks. Padahal, mereka mengerti dan bisa melakukan tindakan tersebut meski usianya masih sangat muda.

Seorang peneliti bernama Brian Mishara mewawancarai 65 anak kelas 1 sampai 5 SD berusia 6-12 tahun untuk melihat apa yang mereka ketahui tentang bunuh diri dan kematian. Hasilnya, hampir semuanya mengetahui apa arti bunuh diri.

Ditemukan pula fakta bahwa hanya 1 anak di kelas 3 SD yang tidak paham soal kematian dan bunuh diri. Sebagian besar dari mereka mengenal konsep bunuh diri dari acara televisi atau mendengar percakapan orang dewasa.

Tak hanya itu, mereka pun tahu bahwa bunuh diri dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Namun demikian, ada juga anak-anak yang masih polos dan belum terlalu memahaminya.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Arielle Sheftall di The Research Institute at Nationwide Children’s Hospital menjelaskan bahwa anak-anak yang melakukan bunuh diri sebagian besar adalah laki-laki. Cara bunuh diri yang sering dipilih yakni dengan menggantung diri dan menggunakan senjata api. Selain itu, tempat yang biasa dipilih untuk mengakhiri hidup ialah di rumah.

Dari berbagai kasus yang ada, penyebab umum anak memutuskan untuk melakukan bunuh diri adalah memiliki masalah dengan anggota keluarga, atau teman di sekolahnya.

1 dari 2 halaman

Tipe anak yang rentan melakukan bunuh diri

Abby Ridge Anderson, seorang psikolog dari The Catholic University of America, menunjukkan ada dua tipe anak yang berkeinginan bunuh diri. Hal ini dijelaskannya di Psychology Today.

  1. Tipe pertama

  • Selalu merasa tertekan
  • Mudah putus asa
  • Merasa tidak berharga dan tidak bergairah
  • Tidak bisa menikmati hidup
  1. Tipe Kedua (umumnya dialami remaja)

  • Sangat agresif
  • Mudah tersinggung
  • Suka mencari perhatian dan sensasi
  • Impulsif

Yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua

Mengutip penjelasan yang dipaparkan dalam Psychology Today, bila menemukan anak Anda atau anak lain memiliki ciri-ciri di atas, ada baiknya Anda melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Anggap serius setiap ucapan keinginan bunuh diri. Jangan sampai Anda meremehkan dan menganggap hal tersebut sebagai omong kosong belaka. Sebab, hal tersebut hanya akan membuatnya semakin tak berharga.
  • Tanyakan alasan mengapa mereka ingin mengakhiri hidupnya. Jika jawaban mereka sangat mengkhawatirkan, segeralah minta pertolongan pada pihak berwajib, dokter, dan spesialis kesehatan mental anak.
  • Diskusikan secara terbuka dan bijak. Bicarakan dengan anak Anda tentang fenomena bunuh diri agar si anak tidak salah paham terhadap segala tayangan yang ia lihat lewat media massa.
  • Tunjukkan kasih sayang. Tekankan betapa berharganya mereka untuk Anda. Sehingga, anak akan berpikir ulang ketika akan melakukan percobaan bunuh diri.
  • Quality time. Habiskan waktu bersama mereka dengan melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan mempererat kekeluargaan.

Di Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia kali ini Anda perlu memahami lebih jauh gejala anak ingin melakukan bunuh diri. Dengan mengetahui berbagai tanda keinginan bunuh diri pada anak, Anda dapat lebih waspada saat anak melakukan hal-hal yang mencurigakan. Ciptakan lingkungan hidup yang ramah, aman, dan sehat agar anak terhindar dari stres atau depresi yang dapat memicu keinginan bunuh diri.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar