Sukses

Sering Nonton Film Horor Bisa Picu Depresi?

Ada yang bilang terlalu sering nonton film horor bisa picu depresi. Apa benar? Simak penjelasannya berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Anda sudah menonton film horor “The Nun” yang saat ini sedang tayang di bioskop? Menegangkan, bukan? Tak hanya film komedi yang punya banyak penggemar fanatik, tetapi film horor pun punya fans sendiri. Suasana yang mendebarkan, bagaimana film bisa membangun rasa takut penontonnya dari awal hingga klimaks memang menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi bagi mereka yang ingin adrenalinnya 'tergelitik'. Namun, pernahkah Anda mendengar pendapat bahwa terlalu sering nonton film horor bisa picu depresi?

Dikutip dari TIME, memang benar adanya bahwa menonton film horor dianggap sebagai 'stres baik' yang dapat membakar ratusan kalori dan meningkatkan sirkulasi sel-sel darah putih untuk melawan infeksi. Meski begitu, Margee Kerr, seorang sosiolog, peneliti rasa takut, dan penulis “Scream: Chilling Adventures In The Science of Fear” mengatakan, hal tersebut hanya berlaku untuk orang yang benar-benar menyukai hal berbau horor, bukan sebaliknya.

Berbagai hal yang terjadi dalam tubuh saat Anda nonton film horor

Sebenarnya, ketika Anda memutuskan untuk menyaksikan sebuah tayangan yang menegangkan atau menakutkan, ada lima gejala yang direspons oleh tubuh, yaitu irama jantung meningkat, otot menegang, kadar kortisol meningkat, gerak mata lebih cepat, dan adrenalin meningkat.

Irama jantung yang meningkat merupakan reaksi tubuh untuk merespons rasa takut yang ternyata sejalan dengan meningkatnya respirasi atau kegiatan memasukkan dan mengeluarkan udara ke dalam dan dari paru-paru. Sementara itu, otot Anda yang meregang merupakan tanda bahwa tubuh bersiap untuk menghadapi suatu bahaya. Saat menonton film horor – seperti film “The Nun” - semakin Anda dibuat ketakutan dan panik, adrenalin dan gerak mata pun makin meningkat.

Nah, yang perlu diperhatikan adalah peningkatan kadar kortisol saat Anda ketakutan. Tim medis dari KlikDokter menyebut bahwa adanya pelepasan homon kortisol akan menunculkan kenangan-kenangan buruk yang pernah dialami seseorang. Bisa jadi ini Anda alami setelah menyaksikan tayangan horor.

1 dari 2 halaman

Bolehkah Anda yang penakut nonton film horor?

Masih dilansir dari TIME, bagi Anda yang tergolong penakut, atau orang yang tidak menyukai film horor jenis apa pun, memaksakan diri untuk menonton film atau serial horor tidak akan memberikan dampak positif apa pun. Malahan, ini bisa membuat Anda stres berkepanjangan dan bukan tak mungkin membuat Anda jadi trauma.

Setidaknya, itulah yang dibuktikan dari penelitian yang dilakukan oleh Universitas Michigan, Amerika Serikat. Hasil penelitian itu menyebutkan, sebanyak 26 persen mahasiswa yang merasa amat ketakutan saat masa kanak-kanak karena menyaksikan sesuatu lewat media massa masih memiliki trauma mendalam hingga mereka dewasa.

Tak hanya itu, menurut penelitian dari Universitas Liverpool, Inggris, seperti dikutip Everyday Health, trauma merupakan penyebab utama depresi. Awalnya, seseorang yang sangat ketakutan terhadap suatu peristiwa tertentu akan memperlihatkan rasa cemas di muka umum, berlanjut dengan adanya serangan panik dan menjadi gangguan stres pasca trauma, kemudian muncullah depresi.

Adanya gejala-gejala tersebut tentu menghalangi seseorang untuk beraktivitas sehari-hari. Jika kondisi tersebut menjadi berlarut-larut, dikhawatirkan akan memicu timbulnya keinginan bunuh diri pada orang tersebut.

Bila Anda sudah terlanjur mengalami stres berat yang berlangsung lama akibat menyaksikan peristiwa yang mencekam, ada baiknya Anda:

  • Lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman supaya tidak mudah kepikiran lagi.
  • Melakukan kegiatan yang Anda anggap menyenangkan.
  • Hindari obat-obatan terlarang dan alkohol karena mengonsumsi dua hal haram tersebut bukan melenyapkan masalah Anda, namun membuatnya makin parah.
  • Dan konsultasikan ke dokter supaya mendapatkan penanganan yang lebih optimal.

Menonton film horor, seperti film The Nun yang kini tengah ditayangkan di bioskop-bioskop, memang mengasyikkan bagi Anda yang menyukainya. Meski demikian, berhati-hatilah dalam menyaksikan suatu peristiwa menegangkan dan usahakan untuk tidak memaksakan diri Anda atau teman-teman Anda untuk menonton film horor. Bukannya terhibur, justru malah trauma dan depresi yang didapat.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar