Sukses

Kiat Menghadapi Anak yang Suka Berteriak di Tempat Umum

Lakukan trik khusus ini untuk meredakan teriakan anak saat berada di tempat umum.

Klikdokter.com, Jakarta Bila si Kecil termasuk anak yang suka berteriak dan mengamuk di tempat umum, percayalah, Anda tidak sendirian. Faktanya, pada usia 2-4 tahun, teriakan anak ini merupakan proses belajar yang normal. Pada fase ini, anak mengalami kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata, termasuk juga urusan mengontrol emosinya.

Sabar dan tetap tenang adalah kunci menghadapinya. Akan tetapi, bagaimana bila kebiasaan ini terjadi di tempat umum? Adakah cara mencegah atau mengatasi dengan cepat agar anak berhenti berteriak? Ternyata, ada!

  1. Usahakan anak sudah cukup beristiahat dan makan sebelum keluar rumah

Rasa kantuk dan lapar cenderung membuat anak lebih sensitif. Beberapa anak mungkin akan terlihat lebih lemas, tetapi sebagian lainnya justu menjadi lebih agresif. Teriak adalah salah satu bentuk agresifnya anak ketika dua hal ini ia rasakan.

Karena itu, untuk mencegah anak berteriak di tempat umum, hindari bepergian saat jam tidurnya tiba. Sebaliknya, rencanakan agenda ke luar rumah ketika anak sudah cukup tidur dan telah menghabiskan porsi makannya.

  1. Bawa beberapa mainan yang membuatnya sibuk

Rasa bosan adalah hal lain yang dapat memicu amukan sang anak di tempat umum. Untuk mengatasinya, selalu sediakan permainan favorit anak yang akan membuatnya sibuk dan mampu usir rasa bosan.

Beri anak busy book, misalnya. Dalam satu buku umumnya tersedia berbagai macam aktivitas: menggambar, membuat bentuk, hingga menempel stiker yang akan memberikan ragam aktivitas menyenangkan bagi sang anak selagi Anda melakukan kegiatan lain.

  1. Bawa menjauh dari keramaian

Apa yang Anda rasakan saat sang anak berteriak di tempat umum dan semua mata tertuju kepada Anda? Panik, marah, malu? Ini semua muncul karena saat itu Anda merasa menjadi pusat perhatian. Balik memarahi anak adalah salah satu respons yang paling sering dilakukan orang tua. Ternyata ini adalah respons yang dinilai keliru.

Pasalnya, amarah ini justru akan membuat sang anak merasa terpojok dan semakin meledaklah emosinya. Ingat, anak berteriak umumnya karena ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata dan butuh diperhatikan.

Untuk meredakan emosinya dan juga emosi Anda, bawalah ia menjauh dari keramaian. Biarkan beberapa saat hingga teriakannya mereda dan usaplah punggungnya. Ucapkan kata-kata yang dapat menenangkan anak, contohnya “Ibu tahu kamu sedang marah. Sebenarnya apa yang bisa Ibu lakukan untukmu?”

  1. Alihkan perhatian pada hal lain yang menarik

Tunjuk ke luar ruangan dan minta ia melihat truk berwarna cerah di luar atau burung yang sedang hinggap di pepohonan. Cara ini ternyata mampu membuat fokus anak teralihkan ke objek lainnya dan membebaskan emosinya.

Ucapkan kata-kata dengan lembut untuk menarik rendah nada suara sang anak. Hindari ucapan atau instruksi dengan nada tinggi yang justru akan menyulut teriakan yang semakin menjadi-jadi.

Beberapa cara sederhana ini dapat Anda terapkan untuk meredakan teriakan anak yang dilakukannya di tempat umum. Akan tetapi, cara ini hanya akan efektif bila dilakukan dengan tenang dan tentunya dilengkapi dengan banyak kesabaran. Ingat, teriakan hanyalah bentuk ekspresi sang anak ketika ia belum mampu mengungkapkan dengan cara yang tepat, dengan kata-kata.

Seiring dengan bertambahnya usia, kematangan kognitif anak akan semakin sempurna dan ia akan semakin cerdas mengelola emosinya. Oleh karena itu, hadapi setiap tingkah laku anak dengan bijak, termasuk kebiasaannya berteriak di tempat umum tersebut.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar