Sukses

5 Aktivitas Berbahaya di Kehamilan Trimester Akhir

Di trimester akhir, ibu hamil tetap bisa beraktivitas dan berolahraga. Namun, ada beberapa jenis olahraga yang harus dihindari. Apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Kehamilan mencapai puncaknya saat memasuki trimester ketiga. Di trimester akhir, ibu hamil tetap dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga untuk mengurangi rasanya nyeri sekaligus mempersiapkan persalinan. Namun, harus bijak memilih aktivitas, karena jika dapat membahayakan ibu dan janin dalam kandungan.

Salah satu hal yang banyak dikhawatirkan oleh ibu hamil adalah tentang aktivitas dan olahraga. Apakah ibu hamil masih diperbolehkan beraktivitas fisik dan berolahraga?

Jawabannya adalah ya. Ibu hamil yang melakukan olahraga secara teratur dapat meningkatkan kekuatan otot tubuh, yang kelak manfaatnya akan dirasakan saat persalinan. Meski demikian, tidak semua olahraga bisa dilakukan oleh ibu hamil, khususnya pada trimester akhir.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti tipe, intensitas, dan frekuensi olahraga yang boleh dilakukan dan tidak membahayakan ibu hamil, terutama di trimester akhir. Karena aktivitas dan olahraga yang terlalu berat dikhawatirkan dapat memicu persalinan sebelum waktunya.

Pada kehamilan trimester akhir, hindari jenis aktivitas ini

Demi keamanan ibu dan janin dalam kandungan, jangan nekat melakukan aktivitas ini:

  1. Lari

Saat trimester akhir, tentu bobot ibu, kandungan, dan janin hampir mencapai maksimal. Berlari dapat membuat ibu hamil menjadi cepat lelah. Dengan pertambahan berat badan yang signifikan saat trimester ketiga, hindari olahraga lari.

Selain dapat membuat ibu hamil tak nyaman, dikhawatirkan dapat terjadi gangguan keseimbangan dan tekanan berlebih pada sendi panggul dan lutut. Sebagai gantinya, lakukan joging.

  1. Bersepeda

Bobot dan ukuran kehamilan yang sudah besar pada trimester akhir dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan tubuh. Oleh karena itu, hindari bersepeda karena adanya risiko tinggi ibu hamil terjatuh. Jika memang ingin bersepeda, pilih sepeda statis yang lebih aman.

  1. Angkat beban

Hindari melakukan olahraga angkat beban, apalagi yang terlalu berat saat Anda telah memasuki trimester tiga. Wanita yang tidak pernah melakukan olahraga angkat beban sebelum hamil juga harus berhati-hati jika akan melakukan olahraga angkat beban.

Apabila Anda dan dokter tidak yakin, sebaiknya olahraga angkat beban dihindari. Namun, bagi mereka yang sebelum hamil telah terbiasa melakukan olahraga angkat beban, angkat beban ringan masih dapat dilakukan untuk memperkuat otot-otot, terutama otot punggung demi meringankan sakit pinggang yang kerap melanda para ibu hamil.

  1. Yoga

Yoga dan senam hamil dianjurkan untuk dilakukan pada wanita yang sudah memasuki trimester akhir. Meski demikian, Anda harus menilai kapasitas diri dalam melakukan yoga.

Apabila sebelum hamil Anda rutin melakukannya dan termasuk expert serta terbiasa melakukan yoga dengan posisi sulit, setelah hamil Anda bisa saja masih bisa melakukan gerak dan pose yoga yang cukup rumit. Namun, apabila Anda masih pemula, sebaiknya lakukan pose-pose sederhana yang tidak terlalu membebani tubuh. Amannya, pilih kelas yoga khusus ibu hamil.

  1. Berbaring

Aktivitas atau olahraga yang memerlukan posisi berbaring, apalagi dalam jangka waktu lama, sebaiknya dihindari karena dapat menekan pembuluh darah besar yang mengalirkan darah ke rahim. Apabila pembuluh darah tersebut tertekan terlalu lama, dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan baik ibu maupun janin.

Boleh dilakukan, asal …

Ibu hamil pada trimester akhir boleh berolahraga, bahkan dianjurkan, asalkan kehamilannya sehat, tidak ada komplikasi, dan diizinkan oleh dokter. Sebelum mulai berolahraga, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Apabila mendapatkan lampu hijau, barulah Anda bisa melakukan olahraga dengan aman dan nyaman.

Sebelum memulai olahraga, jangan lupa untuk melakukan pemanasan. Ibu hamil saat trimester akhir bisa melakukan olahraga ringan dengan intensitas ringan-sedang selama 30 menit dalam sehari, 4 kali dalam seminggu.

Anda dapat menilai intensitas olahraga ringan-sedang apabila masih dapat berbicara tanpa terengah-engah saat melakukan olahraga. Jika Anda terengah-engah, tandanya olahraga sudah memasuki intensitas berat dan Anda harus menurunkan intensitas tersebut.

Meski aktivitas fisik atau olahraga dianjurkan pada ibu hamil trimester akhir, tetap saja harus waspada mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jangan melakukan aktivitas fisik sembarangan atau punya pola pikir “yang penting gerak”, karena dapat membahayakan ibu dan bayi dalam kandungan. Selalu konsultasikan kondisi kehamilan dengan dokter, jika perlu konsultasi juga dengan instruktur olahraga untuk kehamilan.

(RN/ RH)

2 Komentar