Sukses

Tips Memerah ASI Menggunakan Pompa

Memerah ASI menggunakan pompa butuh trik khusus agar ASI yang dihasilkan lebih banyak dan payudara ibu tak mudah terluka. Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Seiring berkembangnya teknologi, kini memerah ASI lebih mudah dilakukan oleh para ibu menyusui, terutama yang juga berperan sebagai wanita karier. Penggunaan pompa ASI semakin populer di kalangan para ibu. Terbukti, survei yang dilansir oleh Divisi Edukasi Kepri Peduli ASI menyebutkan 82 persen ibu menggunakan pompa ASI.

Sayangnya, Kementerian Kesehatan RI juga menemukan bahwa hanya 3 dari 10 ibu bekerja yang berhasil memberikan ASI eksklusif. Salah satu penyebabnya adalah minimnya pengetahuan ibu menyusui seputar produksi ASI.

Kondisi tersebut menyebabkan ibu menyusui tak dapat memenuhi kebutuhan buah hatinya, sehingga tumbuh kembang anak pun tidak dapat berjalan secara maksimal.

Kiat menggunakan pompa ASI

Anda juga tengah menyusui si Kecil dan memerah ASI menggunakan pompa? Berikut ini adalah beberapa kiatnya:

1. Menjaga kebersihan tangan

Dilansir dari Babyologist, sebelum memerah ASI, Anda diwajibkan cuci tangan menggunakan sabun antibakteri. Hal ini juga harus Anda lakukan meski menggunakan pompa ASI.

2. Pilih pompa ASI yang terjamin kualitasnya

Agar hasil memerah ASI dengan pompa dapat maksimal, pilih alat pompa yang sudah teruji kualitasnya. Pastikan juga bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pompa tidak menimbulkan alergi pada kulit Anda dan bayi.

Menurut dr. Suci Dwi Putri dari KlikDokter, banyak pompa ASI di pasaran yang tak memenuhi standar. “Bahan karet di bagian belakang pompa yang berbentuk seperti bohlam ada yang tidak bisa disterilkan, bahkan bisa menjadi media penyalur kuman,” jelasnya. Oleh sebab itu, pilihlah alat pompa ASI yang terjamin kualitasnya. Jika diperlukan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

3. Pastikan pompa ASI steril sebelum digunakan

Saat memilih untuk memerah ASI menggunakan pompa, faktor kebersihan harus diperhatikan. Simpan alat pompa di tempat yang higienis dan selalu bersihkan bagian dari alat pompa mulai dari selang, corong, serta botol susu. Hal ini penting untuk dilakukan agar alat terhindar dari kontaminasi bakteri.

Dijelaskan oleh dr. Fiona Amelia, MPH, kepada KlikDokter, sebelum menggunakan pompa ASI, ibu menyusui harus mengukus atau merebus peralatan pompa terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan pompa yang digunakan bebas dari bakteri.

1 dari 2 halaman

Memilih pompa ASI yang tepat

Selain berbagai tips di atas, pemilihan pompa ASI juga turut berkontribusi pada produksi ASI ibu menyusui. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati, ibu menyususi bisa memilih jenis pompa ASI sesuai dengan kebutuhan. Dua jenis pompa ASI yang bisa Anda pilih adalah:

● Pompa manual

Jenis pompa ASI ini hanya mengandalkan tangan ibu untuk mengeluarkan ASI. Biasanya, pada setiap pompa manual disertakan buku petunjuk penggunaan untuk memompa lebih cepat dan ASI dapat keluar lebih lancar.

Pada umumnya, memompa dengan alat manual membutuhkan durasi waktu sekitar 20-30 menit untuk menghasilkan jumlah ASI yang optimal. Kelebihan dari alat ini adalah ukurannya yang kecil dan praktis dibawa bepergian karena tak membutuhkan sumber listrik.

● Pompa elektrik

Sesuai dengan namanya, pompa ini membutuhkan sumber listrik untuk dapat digunakan. Beberapa alat pompa elektrik menggunakan baterai, dan ada juga yang menggunakan kabel. Meski harganya lebih mahal, pompa ASI ini menghasilkan ASI lebih cepat, yakin 10-20 menit untuk hasil optimal.

“Bila Anda memompa ASI dengan rutin sepanjang hari, misalnya pada ibu bekerja, pompa jenis ini lebih nyaman dan mudah untuk digunakan. Namun bila Anda memerah ASI hanya sesekali, sebaiknya pilih pompa jenis manual,” terang wanita yang akrab dipanggil dr. Ega ini.

Menggunakan pompa untuk memerah ASI memang sangat membantu ibu menyusui dalam upaya memenuhi kebutuhan asupan buah hatinya. Ikuti berbagai tips di atas agar saat menyusui, Anda terbebas dari segala permasalahan dan tumbuh kembang anak pun dapat terdukung lewat asupan ASI eksklusif. Baca artikel bertema sama di sini.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar