Sukses

Bolehkah Bayi Prematur Dipijat?

Pijat bayi sebagai bentuk stimulasi sesungguhnya sangat dianjurkan untuk dilakukan. Tapi, bolehkah ini dilakukan pada bayi prematur?

Klikdokter.com, Jakarta Umumnya, pijat bayi dilakukan pada bayi yang telah cukup usia dan memiliki badan yang sehat. Bila kemudian bayi lahir prematur, bolehkah si Kecil mendapatkan pijatan?

Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi yang melibatkan berbagai panca indra, yakni kulit, mata, dan telinga. Selain menunjang tumbuh kembang anak, metode ini juga dapat membangun ikatan batin antara ibu dan bayi.

Beberapa manfaat langsung dari pijat bayi yakni meningkatkan frekuensi menyusu, meningkatkan berat badan bayi, serta memberikan efek menenangkan. Dengan demikian, bayi akan merasa relaks dan tidurnya lebih nyenyak.

Khusus pada bayi prematur, pijatan dapat membuatnya lebih stabil serta mempersingkat masa pemulihan saat menjalani rawat inap di rumah sakit. Meski demikian, tidak serta merta semua bayi prematur boleh dipijat.

Bayi prematur boleh dipijat, asal…

Pada dasarnya, setiap bayi yang baru lahir—sekalipun cukup bulan dan sehat—kondisinya masih kurang stabil dan rentan sakit, apalagi bayi prematur.

Karenanya, pijatan pada bayi prematur baru boleh dilakukan setelah orang tua berdiskusi dengan dokter anak yang merawat. Sebab, kondisi bayi prematur amat berbeda dengan bayi sehat atau yang lahir cukup bulan.

Selain organ-organ tubuh belum matang karena lahir sebelum waktunya, berat lahir bayi prematur pun biasanya di bawah 2.500 gram. Hal ini membuat kondisi bayi prematur lebih tidak stabil, lebih mudah sakit atau mengalami infeksi.

Oleh sebab itu, bayi prematur membutuhkan perawatan ekstra dan perhatian lebih pada fase ini. Kondisinya harus dipastikan stabil terlebih dahulu sebelum melakukan pijatan.

1 dari 2 halaman

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat memijat bayi prematur

Pijat bayi yang Anda kenal sesungguhnya ditujukan untuk bayi yang lahir cukup bulan dan sedang dalam kondisi sehat. Bila bayi Anda prematur, kurang stabil dan belum siap untuk dipijat, mulailah dengan memberikan sentuhan yang nyaman (comfort holding).

Cukup taruh tangan Anda dengan lembut di badan bayi agar ia tetap tenang. Bila kemudian bayi prematur Anda boleh dipijat, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Sebelum memulai pijatan, lepas semua perhiasan seperti jam tangan dan cincin. Cuci bersih kedua tangan hingga pergelangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Bila bayi masih di rumah sakit, minta perawat atau dokter untuk menunjukkan cara memijat yang benar dan dirasa nyaman oleh bayi.
  • Mulailah memijat dengan perlahan dan lembut. Pastikan pijatan Anda tidak menimbulkan luka lecet maupun rasa sakit.
  • Pastikan setiap sesi pijat berlangsung singkat (

Saat memijat, perhatikan respons bayi, apakah ia menangis, menguap, bersin, atau cegukan. Respons ini biasanya menunjukkan bahwa bayi sudah merasa cukup dipijat.

Hindari melanjutkan pijatan setelahnya agar bayi prematur tidak terstimulasi secara berlebihan. Sebab, bayi justru bisa menjadi rewel atau gelisah setelah dipijat.

Cara lain untuk tahu kapan harus berhenti yakni dengan menghentikan gerakan memijat dan cukup dengan menyentuh bayi. Bila bayi tidak menjadi tenang, artinya sesi pijatan sudah cukup.

Bagi Anda yang memiliki bayi prematur, memang tidak mudah untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk memijatnya, serta kapan untuk memulainya pertama kali. Terlebih, bila Anda baru saja menjadi orang tua.

Itu sebabnya, diskusi dengan dokter merupakan hal pertama dan terpenting yang harus dilakukan sebelum Anda memijat bayi prematur.

Jadi, bolehkah bayi prematur dipijat? Tentu saja boleh, selama dokter anak sudah menyatakan bahwa si Kecil stabil dan dalam kondisi sehat. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengnenai perkembangan si Kecil yang lahir prematur, agar Anda dapat memberikan yang terbaik untuk sang buah hati.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar