Sukses

Synesthesia, Gangguan Kesehatan Apakah Ini?

Pengidap synesthesia mengaku bisa mendengar warna dan mengecap suara. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Berikut ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang memiliki sensasi tersendiri terhadap huruf, warna, ataupun suara? Bila iya, orang tersebut mungkin mengidap gangguan kesehatan bernama synesthesia.

Mungkin Anda pernah mendatangi suatu komunitas seni atau sastra yang memang memiliki penilaian unik tersendiri terhadap warna atau bunyi. Akan tetapi, kondisi tersebut perlu diteliti lebih lanjut apakah orang-orang tersebut juga mengalami synesthesia atau tidak.

Mengenal synesthesia

Mendengar istilah synesthesia saja mungkin masih asing bagi Anda. Kata synesthesia diadopsi dari bahasa Yunani yang berarti “sensasi secara bersamaan”. Sedangkan orang yang mengalaminya dinamakan dengan synesthetes atau sinestesis.

Dilansir dari Medical News Today, kondisi synesthesia sebenarnya cukup sulit untuk disimpulkan secara general. Hal ini karena ada lima indra yang berkutat di dalamnya, yaitu penglihatan, pendengaran, perasa atau pengecap, peraba, dan indra penciuman. Namun diduga yang paling umum terjadi adalah kombinasi antara dua indra.

Dikutip dari Medical News Today, salah satu orang yang mengalami synesthesia mengakui tentang pengalaman kombinasi warna dan indra pendengarannya. Ia bercerita bahwa selama mendengarkan musik melalui radio, ia merasakan berbagai bentuk bidang berwarna-warni yang bergerak di kepalanya.

Hal ini juga terjadi saat ia sedang melihat sekaligus mendengarkan orang yang sedang berpidato. Ucapan-ucapan dari mulut orang yang berpidato itu akan dilihatnya sebagai aneka warna yang keluar dari alat cat semprot dan menggantung di udara. Unik, bukan?

Menurutnya, setiap angka juga memiliki warnanya tersendiri, kecuali warna ungu. Bagi orang biasa, pasti hal tersebut sangat unik, apalagi jika angka-angka yang ada memang dicetak dalam warna hitam saja.

Tak berhenti di situ, hari-hari yang Anda kenal saja bisa diintepretasikan oleh pengidap synesthesia sebagai warna. Misalnya saja hari Jumat bagi mereka ditandai dengan warna cokelat dan Kamis dirasakannya sebagai warna merah marun.

1 dari 2 halaman

Berbagai studi tentang synesthesia

Sampai sekarang, memang belum banyak penelitian yang mengupas tuntas tentang pengalaman ini. Selain karena dianggap penderitanya yang masih sedikit, mereka yang menjadi kaum minoritas pun tidak bersedia membagikan pengalamannya karena khawatir dianggap aneh.

Meski demikian, mengacu pada Medical News Today, peneliti dari Boston University yang meneliti 100.000 orang di Massachusetts mengatakan bahwa setidaknya 1 dari 5.000 orang mengalami fenomena synesthesia tersebut.

Ada pula studi di tahun 2006 yang dilakukan oleh beberapa peneliti dari University of Sussex yang menyimpulkan bahwa populasi di dunia ini diisi lebih dari 1 persen synesthetes atau sinestesis. Seiring berjalannya waktu, peneliti tersebut juga beranggapan bahwa fenomena synesthesia akan semakin umum terjadi.

Berdasarkan sudut pandang spesialis, bagaimana pun juga fenomena unik synesthesia ini merupakan perubahan kondisi neurologis tak biasa yang disebabkan oleh hal tertentu. Ada juga peneliti yang berpendapat bahwa kondisi ini diwariskan secara genetik.

Namun, berdasarkan makalah yang terbit dalam jurnal Nature Scientific Reports 2014, synesthesia disebutkan terjadi karena adanya pembelajaran dan pengembangan yang terlalu dini, sehingga anak merasakan pengalaman synesthesia.

Belum adanya kesimpulan pasti yang kini beredar tentu membuat peneliti harus bekerja ekstra lagi demi mendapatkan kesimpulan yang lebih pasti mengenai gangguan kesehatan ini.

Sementara itu, orang yang mengalami synesthesia tidak perlu khawatir dengan kondisinya. Sebab pandangan atau pemikiran-pemikiran unik yang dimilikinya dapat dimanfaatkan dalam bidang tertentu.

Seperti yang dikatakan seseorang synesthetes kepada Medical News Today, synesthesia membuat dirinya berhasil menciptakan musik dan membantunya untuk mengingat banyak kata.

Synesthesia memang jenis gangguan kesehatan yang amat unik. Kondisi ini pun menjadi bekal untuk peneliti di masa depan dalam mengembangkan lagi ilmu kognitif dan menyelidiki lebih jauh tentang kode-kode di dalam otak yang mampu memproses jenis informasi tertentu. Jadi, apakah Anda salah satu di antara synesthetes itu?

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar