Sukses

Efektivitas Kacang-kacangan untuk Turunkan Berat Badan

Ternyata, konsumsi kacang-kacangan bisa membantu turunkan berat badan secara efektif. Tak percaya? Simak penjelasan berikut ini.

Klikdokter.com, Jakarta Dalam diet sehat, konsumsi kacang-kacangan dianjurkan. Ini karena kacang-kacangan merupakan salah satu makanan yang kaya akan nutrisi dan antioksidan. Banyak yang berpendapat bahwa lemak pada kacang-kacangan bisa bikin berat badan naik. Kacang-kacangan memang mengandung lemak, tapi lemak tersebut merupakan lemak tak jenuh sehingga aman dikonsumsi jika Anda ingin turunkan berat badan.

Bahkan, terdapat penelitian yang menemukan bahwa konsumsi kacang-kacangan secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dan trigliserida pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas.

Kemampuan kacang-kacangan dalam menurunkan berat badan

Ada beberapa penelitian yang mengungkapkan bahwa konsumsi kacang-kacangan secara rutin tidak menyebabkan peningkatan berat badan, tapi justru sebaliknya. Menurut penelitian yang dipublikasikan di “European Journal of Clinical Nutrition”, makan kacang-kacangan dapat menurunkan rasa lapar dan membuat Anda kenyang karena kacang memiliki kandungan serat padat, sehingga rasa kenyang di dalam tubuh bisa bertahan lama. Oleh karena itu, jika kacang-kacangan masuk dalam daftar diet Anda, Anda jadi tak mudah lapar dan tak tergoda untuk ngemil.

Ada beberapa jenis kacang-kacang yang diyakini memiliki efek terbesar dalam program penurunan berat badan, antara lain:

1. Kacang tanah

Kacang tanah mengandung lemak sehat dan kaya serat sehingga mampu mempertahankan rasa kenyang. Selain itu, kacang tanah juga mampu meningkatkan kadar kolesterol baik dan mengurangi kadar kolesterol jahat yang dapat memicu penyakit berbahaya seperti stroke dan jantung koroner.

2. Kacang almond

Memang kandungan lemak kacang almond tergolong tinggi, tapi kandungan lemak ini merupakan jenis lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat) yang mampu membuat rasa kenyang lebih lama di dalam tubuh dan mencegah konsumsi camilan lain yang tidak sehat. Ini berarti kadar kolesterol dalam darah bisa terjaga sehingga Anda terlindungi dari penyakit jantung.

3. Kacang walnut

Selain mengandung serat tinggi, kacang almond juga mengandung asam lemak omega-3 yang berperan untuk melindungi jantung dan menurunkan kadar trigliserida.

4. Kacang pistachio

Kacang pistachio diketahui rendah kalori tapi tinggi protein. Kacang pistachio juga mengandung lemak tak jenuh tunggal, serta tinggi serat sehingga mampu menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh.

Porsi yang dianjurkan

Meski tergolong makanan sehat, tapi bukan berarti Anda mengonsumsinya sembarangan. Untuk mendapatkan manfaat makan kacang, pertama-tama Anda harus bisa menentukan berapa kalori yang Anda butuhkan per hari dalam upaya menurunkan berat badan.

Rekomendasi dari Harvard Health Publication adalah tak lebih dari 1.200 kalori per hari untuk wanita, sedangkan untuk pria jangan sampai lewat dari 1.500 kalori per hari. Supaya lebih optimal, lebih baik bicarakan hal ini dengan dokter atau ahli gizi.

Kalori pada 100 gram kacang sebanding dengan 161 kalori, yang jika melihat kebutuhan kalori di atas, kacang bisa Anda jadikan sebagai camilan sehat saat sedang diet selain buah-buahan.

Agar lebih sehat, Anda bisa membeli kacang-kacangan mentah lalu diolah sendiri dengan cara dipanggang atau disangrai tanpa menambahkan garam dan pengawet. Kacang-kacangan dalam kemasan biasanya sudah diolah kerap terasa asin karena mengandung natrium, yang justru dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Sampai di sini, kacang-kacangan diketahui dapat membantu menurunkan berat badan. Kombinasikan dengan pola makan sehat dan rutin berolahraga. Pilih makanan yang mengandung banyak serat seperti gandum utuh, batasi asupan gula, perbanyak minum air putih, dan olahraga setiap hari minimal selama 30 menit. Pastikan juga Anda beristirahat cukup, yaitu 7-8 jam setiap hari. Percayalah, tidur terlalu larut dapat menyebabkan tubuh lelah dan mudah memicu lapar. Akibatnya, Anda pun jadi makan lebih banyak, dan diet pun terancam gagal!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar